Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 131


__ADS_3

"Selamatkan anak mu,dia akan di jadikan tumbal." ucap nenek mustika membuat key terkejut.


"Bukankah hal itu terjadi tahun depan,lalu kenapa bisa sekarang?." tanya key tak percaya.


"Kami semua di bohongi dengan si tua Bangka itu,dia lah yang menculik Kelvin.kamu harus mencegah si tua itu menjadi kaisar siluman dan menyelamatkan anak mu." pesan nenek mustika.


"Dia itu siluman sedangkan aku manusia,bagaimana bisa aku melawan nya?." tanya key bingung.


"Pokoknya nanti jika kamu dalam keadaan terdesak panggilah nama ku sebanyak tiga kali,saat kamu memangil ku raga dan jiwa kita akan menyatu.tapi nyawamu taruhannya!." jelas nenek mustika.


"Kenapa bisa nyawaku taruhan nya dan apa maksud dari jiwa dan raga kita bisa menyatu?." key Masi bingung dengan ucapan nenek mustika.


"Maksudnya roh ku akan merasuki ragamu dan saat itu juga aku akan mengeluarkan kekuatan yang dahsyat untuk mengalahkan Datuk Waga dan resikonya tubuh mu akan melemah karena tidak sanggup menahan kekuatan ku." ucap nya membuat key sedikit memahami nya.


"Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Kelvin dari penumbalan itu?." ucap key memelas.


"Tidak ada,cu.datuk Waga bertambah sakti aku tidak yakin Rey bisa mengalahkan nya,kita akan menghancurkan batu sumber kekuatan itu ketika Datuk itu berkelahi dengan suami mu.ku harap kamu dapat memanfaatkan hal itu untuk memanggil ku." pesan nenek mustika dan mulai menghilang dari pandangan key.


"KELVIN!!." panggil key mengagetkan semua orang di ruangan itu.


"Key kamu sudah sadar,apa ada yang sakit?." tanya Rey langsung duduk di dekat istrinya.


"Kelvin dan Mimin mana?bagaimana keadaan anak anak?apa mereka terluka?." tanya key bertubi tubi dia tidak peduli dengan luka di tubuhnya yang dia pedulikan hanya kepada para bocil nya.


"Kamu tenang dulu,anak anak sudah aman.jadi kamu gak perlu cemaskan mereka." dusta Rey dia sungguh tidak sanggup memberitahu key bahwa Mimin telah pergi meninggalkan nya.


"Syukurlah aku sangat menghawatirkan mereka." key langsung lega dia percaya dengan ucapan suaminya itu.


"Sekarang kamu minum dulu lalu makan dan minum obat.kamu harus sembuh,anak anak sangat menantikan kepulangan mu." bujuk Rey sambil menyodorkan segelas air.


"Rey tahlilan untuk malam ini sudah ku urus,jadi.." ucapan Roy terhenti ketika dia melihat key menatap dirinya dengan sejuta pertanyaan.

__ADS_1


"Oh key kamu sudah bangun." ucap Roy tercekat sedangkan Rey menatap dia dengan tajam.


"Bang Roy katamu tahlilan.siapa yang meninggal?." Roy langsung menelan ludah nya dengan susah payah ketika key melontar kan pertanyaan itu.


"Bukan siapa siapa, hehehe.aku permisi dulu karena aku harus kekantor ada urusan yang harus ku kerjakan." dusta nya ingin lari dari situasi yang serba salah itu.


"Rey siapa yang meninggal?." tanya key setelah kepergian Abang ipar nya.


"Bukan siapa siapa." balas Rey sambil mengalihkan pandangan nya dari tatapan key.


"Aku tahu kamu bohong,kamu tega bohongin aku Rey.rey jawab siapa yang meninggal hiks hiks." ujar key langsung menangis dia teringat Mimin.


"Jangan bilang Mimin me..ninggal." tebak key tergagap membuat Rey semakin bungkam.


"*Nanti kita ke mall ya om,tapi dekat permainan nya.mimin mau kesana untuk terakhir kalinya."


"Mimin mau pergi,tante.pergi jauh banget."


Key terbayang dengan ucapan Mimin beberapa waktu lalu,hal itu semakin meyakinkan dia bahwa Mimin sudah tiada.


"Mimin hiks hiks...Mimin hiks hiks huhuhuhu." tangis key pecah dia berontak membuat infus ditangan nya terlepas.


"Key tenang,biarkan Mimin pergi." Rey menenangkan istrinya dengan membawa nya kepelukan nya.


"Aku ingin lihat Mimin,rey.aku mau jumpa dia hiks hiks biarkan aku pergi hiks hiks." pinta key memberontak di dalam pelukan suaminya.


"Dasar pembunuh." umpat putri tiba tiba,pintu ruangan rawat key di buka secara kasar membuat suara dentuman terdengar jelas.


"Kamu membunuh anak ku,kembalikan anak ku.gara gara kamu dia meninggal hiks hiks kembalikan anak ku huhuhuhu." pekik Putri sambil menangis,key semakin menangis mendengar ucapan kakak iparnya itu.


"Putri berhenti menyalahkan key,ini sudah takdirnya dia pergi.jadi tidak boleh menyalahkan orang lain." nasehat Vian yang baru tiba mengejar anak nya itu.

__ADS_1


"Tapi ini semua salah dia,pa.dia gak becus jagain anak ku sehingga dia pergi ninggalin aku." tuduh nya Masi dengan air mata berlinang.


"CUKUP!." bentak Rey dia tidak terima dengan ucapan Kakak nya itu pada istrinya.


"Berhenti menyalahkan istriku,selama ini apa yang kamu perbuat terhadap Mimin,ha.apa kamu telah berbuat baik padanya,menjaganya, menyayangi nya,tidak kan." bentak Rey membuat putri menangis pilu.


"Malah kamu memukulnya,berbuat kasar padanya.istrikulah yang memberinya kasih sayang padanya,karena istriku Mimin dapat merasakan kasih sayang seorang ibu yang sesungguhnya.tapi sekarang setelah dia pergi kamu menyalahkan istriku.koreksi dulu kesalahan mu,baru kamu tahu siapa yang salah sebenarnya." jelas Rey dengan nafas memburu menahan emosi di dadanya.


"Apa kamu ingat saat kamu memuku.." lanjut Rey namun terhenti ketika key mencegahnya.


"Sudah... jangan di lanjutkan lagi hiks hiks,aku tidak sanggup mendengarnya Rey hiks hiks huhuhuhu." cegah key dia terus menangis,bahkan mata nya mulai membengkak karena pingsan dua hari dan langsung menangis lama.


"Putri kamu mau kemana,nak?." teriak Vian melihat putri meninggalkan ruangan itu sambil berlari.


"Sudah jangan menangis,ini semua bukan salah mu." Rey semakin mengeratkan pelukan nya.


"Mimin hiks hiks." key memanggil Mimin dengan suara lemah.


"Key...key..hey bangun!." key pingsan kembali membuat Rey memanggil dokter.


***


"Mimin maafin mama,nak.mama salah hiks hiks...mama menyesal telah menyakiti mu." putri menangis pilu diatas batu nisan anaknya,Vian hanya melihat semua itu dari kejauhan.


Vian bingung karena dia tidak melihat putri bergerak sama sekali,Vian segera menghampiri anaknya dan ketika dia dekat dengan putri, vian terkejut karena anaknya itu pingsan sambil memeluk nisan cucunya.


"Ya Allah putri!." pekik Vian segera mengendong putri.


Hari itu rumah sakit dibuat heboh karena keluarga Alvian yang silih berganti sakit,dokter sangat hati hati melakukan perawatan.mereka berusaha melakukan yang terbaik,karena jika mereka melakukan kesalahan maka mereka sangat tahu akibat yang akan mereka terima.


"Mimin...maafin mama." putri mengigau memanggil anaknya, Vian segera menghampiri ranjang anak nya dan memegang keningnya.

__ADS_1


"Panas sekali,kasihan kamu nak.kamu pasti terpukul dengan kepergian Mimin yang secepat ini." ujar Vian sambil menatap anaknya yang berkeringat dingin,tidak lupa dia mengompres keningnya agar demam putri reda.


__ADS_2