
"Kakek lepasin, kenapa kakek culik kelvin?." tanya anak itu sambil memberontak diatas Kursi itu,saat ini dia tengah di ikat.
"Gak bisa anak kecil,kamu harus tetap di sini untuk menjadi tumbal ku." ujar Burhan dengan senyum jahat nya.
"jangan panggil aku anak kecil kakek,namaku Kelvin." bantah Kelvin meniru ucapan siva serial film kesukaan nya.
"Kenapa cara bicara mu seperti Siva si kartun itu?." tanya Burhan mendekati Kelvin.
"Agar aku tidak merasa takut,jadi aku mengatakan hal itu." balas Kelvin.
"Apa kamu sangat suka film Siva itu?." tanya Burhan tanpa sadar mengajak ngobrol bocah itu.
"Tentu saja suka,Siva itu anak pemberani dan hebat.Kelvin sangat suka dia,Kakek." celoteh Kelvin rasa takut nya menghilang ketika Burhan menanyakan kartun kesukaan nya.
"Iya kakek juga suka.apalagi waktu adegan kakek Siva yang lucu itu, kakek kadang bisa tertawa sendiri." balas Burhan membuat Kelvin tersenyum kecil.
"Selain Siva kakek suka nonton apalagi?." tanya Kelvin.
"Upin Ipin, Boboy,Naruto dan Masi banyak lagi." jawab Burhan membuat Kelvin turut senang mendengar nya.
"Wah selera kakek sama seperti Kelvin,Kelvin juga sangat suka film itu." balas Kelvin dengan antusias.
"Benarkah,kebetulan sekali." Burhan tertawa senang.
"Kakek boleh Kelvin meminta segelas air,Kelvin sangat haus." pinta Kelvin sopan sedangkan Burhan langsung memandang Kelvin.
"Tunggu sebentar kakek ambilkan." Kelvin tersenyum melihat kepergian burhan,dalam hati Kelvin dia sangat bersyukur penculikan kali ini tidak menyeramkan seperti penculikan yang dulu pernah dia alami.
"Terimakasih kakek." ujar Kelvin ketika Burhan membantunya minum air di gelas itu.
"Iya sama sama." balas Burhan sambil meletakkan gelas kosong itu.
"Sekarang mari kita nonton Upin Ipin di handphone kakek." ajak Burhan membuat Kelvin langsung tersenyum girang.
"Ayo kek,cari film terbaru nya di YouTube." ucap Kelvin membuat Burhan langsung menuruti nya.
Mereka berdua asyik menonton kartun itu,sesekali mereka tertawa.mereka ikut hanyut dalam menonton,hingga tidak menyadari bahwa mata elang Tengah memantau mereka dari kejauhan.
"Dasar Burhan bo*doh,jelas jelas anak itu tawanan malah di ajak hiburan." umpat Waga dari kejauhan dan mulai mendekati dua orang itu.
__ADS_1
"Ehm." dehem nya membuat Burhan langsung menoleh ke sumber suara begitu juga Kelvin.
"Datuk,mari duduk kita nonton upin Ipin.seru loh." ajak Burhan sambil menepuk kursi kosong di sisinya.
Plak.
Waga memukul kepala Burhan membuat dia oleng sebentar " apa kamu tidak punya akal hingga mengajak ku nonton film sampah itu?." bentak Waga membuat Burhan Cengengesan.
"Saya kira Datuk juga menyukai Upin Ipin.tapi jika Datuk tidak suka tolong pergi! kehadiran Datuk menganggu acara menonton ku." usir Burhan membuat Waga kesal.
"Berani kau mengusir ku." pekik Waga membuat Kelvin sedikit takut.
"Terus maksud mu aku harus takut padamu,dan senang tiasa menunduk hormat di hadapan mu." Burhan tersenyum mengejek.
"Aku malas berdebat dengan mu,lebih baik aku pergi dan menonton KKN film horor terbaru itu." ucap Waga sambil berjalan kearah luar.
"Aku juga ingin nonton film itu, Datuk tunggu." pekik Burhan mengejar datuk Waga.
"Sendiri lagi.kapan Daddy menjemput ku?Kelvin sudah sangat merindukan bunda." gumam Kelvin dengan air mata mulai menetes.
***
"Belum tuan,saya Masi berusaha menyelidiki nya." lapor Hens membuat Rey langsung mengeras kan rahangnya.
Bugh.
Seperti biasa Hens akan mendapat amukan tuannya,jika dia membuat nya kecewa.rey menghempaskan vas bunga yang tak punya dosa itu tepat di samping Hens.
"Ini sudah berapa hari,kenapa kamu belum menemukan anak ku?aku sudah bilang Kelvin harus segera di temukan sebelum istri ku keluar rumah sakit." bentak Rey membuat Hens menunduk mendengar kan setiap ucapan dari tuannya.
"Maaf kan saya tuan muda,saya akan lebih berkerja keras lagi untuk menemukan tuan kecil." Hens meminta maaf sedangkan Rey mendengus mendengar nya.
"Aku yakin pasti wanita ular itu yang menculik Kelvin,kamu harus pantau terus wanita itu.ingat jangan Sampai dia mengetahui jika kamu mengikuti nya dan mengawasi nya." pesan Rey sambil menunjuk wajah sekertaris nya itu.
"Kami telah melakukan nya,tapi belum ada tanda tanda wanita itu pergi ke tempat penyekapan tuan kecil.pernah sekali dia keluar rumah ketika kami mengikutinya ternyata dia hanya pergi ke klub malam." jelas Hens membuat Rey terdiam.
"Mungkin saja dia tahu keberadaan mu,jadi dia membatalkan untuk pergi ke tempat penyekapan itu." jelas Rey membuat Hens menggeleng.
"Saya yakin saat itu kami tidak ketahuan.Selama kami mengawasi wanita itu tidak ada hal yang mencurigakan yang dia lakukan." Rey semakin termenung mendengar ucapan Hens.
__ADS_1
"Itu berarti bukan Willy yang menculik Kelvin,jika bukan dia lalu siapa?." tanya Rey membuat Hens ikut berpikir.
"Apa kita menculik wanita itu lalu mengintrogasi nya,agar dia memberi info tentang keberadaan tuan kecil." usul Hens.
"Ide bagus,lakukan penculikan itu jika berhasil bawa wanita itu ke markas." titah Rey membuat Hens menurut.
"Baik tuan muda." ujar Hens lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah kepergian Hens,kini Wati yang masuk ke ruang kerja anak nya.melihat dari raut wajah nya Rey tahu bahwa mama akan mengadu sesuatu pada nya.
"Rey...putri dia jadi kurang waras." adu Wati membuat Rey langsung menatap Wati.
"Maksud mama,apa?." tanya Rey dia kurang puas dengan ucapan Wati barusan.
"Dokter yang memeriksa putri mengatakan bahwa dia terkena gangguan jiwa." jelas Wati dengan sedih begitupun Rey.
"Kenapa bisa ma?baru beberapa waktu lalu aku berdebat dengan nya,tapi sekarang dia sudah menjadi seperti itu." Rey memelas dengan cobaan yang silih berganti, istrinya mulai pulih kini putri yang sakit.
"Mama juga gak tahu.dokter Meminta mama membawanya di rumah sakit jiwa." adu Wati membuat Rey terkejut.
"Aku ingin melihat kak putri,jika dia tidak gila akan ku habisi dokter itu." Rey beranjak dari ruangan nya menuju kamar kakaknya begitupun Wati yang mengikuti anaknya dari belakang.
"Mimin hahaha anak cantik, cantiknya mama." ujar putri sambil memeluk boneka.
Rey terbengong di ambang pintu melihat kakaknya yang sedang berbicara sendiri di atas ranjang.
"Rey... kenapa kamu kemari?kamu ingin mengambil Mimin,ya?." tudingnya sambil memeluk boneka itu dengan erat.
"Kak itu boneka bukan Mimin." jelas Rey mencoba memberitahu kakaknya.
"Bohong,kamu bilang seperti itu agar kamu bisa mengambil Mimin dari ku kan,dasar penculik anak orang." bentak nya membuat Rey terkejut mendengar nya.
"Anak mama jangan nangis ya,sini mama peluk." ucap putri Sambil menimang kembali boneka itu.
Rey sedih melihat keadaan kakaknya yang berantakan,rambut acak acakan,mata yang membengkak dan tubuhnya semaki kurus.
"Rey...putri hiks hiks." adu Wati mulai menangis dia tidak tega melihat keadaan putri kesayangannya.
"Mama sabar ya,aku akan memanggil dokter terbaik untuk merawat kak putri.kita akan merawat nya di rumah saja." ucap Rey sambil memeluk mama nya.
__ADS_1