
"Aku gak bisa diam saja,aku harus cari cara untuk kabur dari sini.jika aku berdiam disini aku akan mati,Rey tidak akan mengampuni ku karena berani mengusik keluarga nya."
Willy memperhatikan gerak gerik penjaga dan juga Hens,dia terus berpikir keras untuk kabur dari sana.willy terus memperhatikan ruangan itu dengan harap cemas. dia berharap ada sesuatu yang dapat membantu nya keluar dari sana.
"Astaga ruangan ini buntu,tidak ada jalan untuk ku kabur dari sini.tamatlah riwayat ku." Willy membenturkan kepalanya di jeruji.
"Apa yang kamu lakukan?.jangan berisik!" tegur Hens membuat Willy langsung menatap nya.
Willy mengacuhkan ucapan Hens,dia terus membentur kan kepalanya.saat melakukan hal itu seketika senyum di bibir Willy terbit,dia baru tersandar akan sesuatu.
"*Bukan kah ini garam si*alan itu,kenapa tubuh ku tidak panas saat menyentuh nya." pikirnya sambil memperhatikan garam itu dengan seksama*.
Karena rasa ketidakpercayaan itu,Willy memberanikan memegang garam yang tadi di lemparkan Rey,tanpa diketahui oleh penjaga ataupun Hens.
"Astaga ini sungguh keajaiban,garam ini tidak berbahaya saat ku sentuh.tapi kenapa bisa?."
"*Ah bodo amat,yang terpenting aku bisa kabur dari sini tanpa takut dengan garam si*Alan itu*."
Dengan segera Willy berubah menjadi seekor ular,dia dapat melakukan hal itu ketika melihat Hens dan para penjaga lengah,mungkin mereka menyangka Willy tidak dapat kabur karena di luar jeruji itu sudah di taburi garam.namun ternyata dugaan mereka salah.
"Akhirnya aku bebas dan nyawa ku tidak jadi melayang,dasar Rey bodoh.hahahahha." tawanya setelah menjauh dari markas itu.
"Kenapa wanita itu senyap,apa dia mati ketakutan dengan garam ajaib itu?." pikir Hens sambil terus memainkan handphone nya tanpa melihat kearah jeruji.
"Tuan apa anda memindahkan siluman ular itu?." tanya penjaga itu,dia melihat jeruji Masi terkunci namun tawanan tidak ada di tempat.
"Aku tidak ada memindahkan dia kemana pun." balas Hens sambil melihat penjaga itu.
__ADS_1
"Jika anda tidak memindahkan nya,apa wanita itu kabur?." tebak nya membuat Hens melotot tak percaya.
"Tidak mungkin." bantah Hens sambil mendekati jeruji yang sudah kosong itu.
"Dasar wanita ular." umpat Hens dia yakin Willy kabur dari jeruji itu,Hens merasa bersalah karena tidak menjaga Willy dengan baik sesuai saran tuannya.
"Kalian semua cepat cari wanita itu,bawa dia kembali sebelum tuan muda mengetahui nya." pekik Hens yang membuat suasana semula sepi menjadi ribut karena kehilangan tawanan.
Mereka segera keluar untuk mencari Willy,mereka melakukan pencarian secara berpencar agar target segera di temukan kembali.
"Dasar mereka bodoh,sangat mudah bagiku untuk kabur dari kandang harimau itu.mereka pikir aku akan mudah di bunuh.wanita ular mau dilawan." gumam Willy sambil tersenyum miring,dia berjalan santai.tanpa sepengetahuan nya bahwa dia sedang menjadi buronan oleh pengikut Rey.
"Aku yakin itu wanita ular,aku harus segera menangkap nya." gumam Hens melihat Willy dari kejauhan.dia dengan segera menghampiri Willy.
"Akh." Willy meringis karena salah satu tangan nya di tarik paksa oleh seseorang.
"Dasar Hens br*ngsek,lepaskan tanganku.mari kita selesaikan semua ini dengan kekuatan kita masing masing." tantang wanita itu membuat Hens langsung melepaskan genggaman nya.
Hens langsung menyerang Willy secara membabi-buta,dia tidak peduli jika di hadapan nya ini seorang perempuan.karena perempuan di depannya ini sangat licik dan berbahaya,jadi akan lebih baik jika dia memusnahkan nya.
"Akh...uhk uhk.." Willy termundur ketika Hens berhasil menendang dada nya,kekuatan Willy terkuras karena berubah menjadi ular tadi, ditambah dia mengalami luka karena terkena garam penangkal siluman ular.
"Jika seperti ini terus aku akan mati,lebih baik aku segera kabur dari sini." pikirnya sambil segera berlari secepat kilat namun tetap di kejar oleh Hens.
"Mau kemana kamu wanita ular,aku tidak akan membiarkan mu lolos dari genggaman ku.hari ini juga ku pastikan kamu menemui ajal mu." pekik Hens lalu mengejar wanita itu.
"Dasar perjaka tua,dia benar benar berniat membunuh ku." umpat Willy membatin.
__ADS_1
Hens terus mengejar Willy sedangkan Willy mulai kelelahan,karena terus berlari menjauh dari Hens.kekuatan nya benar benar sudah terkuras,membuat dia menghentikan larinya di tepi jembatan yang di bawahnya air mengalir deras.
"Akhirnya kamu menyerah juga,hari ini aku akan membunuhmu wanita jahat." ucap Hens dengan nada menyeramkan,tapi sayang Willy tidak takut sama sekali.
"Dari pada mati di tangan mu lebih baik aku membunuh diri ku sendiri,aku tidak Sudi nyawa ku di ambil olehmu." balas Will dengan nafas ngos-ngosan.
"Bagus,matilah aku ingin kamu mati di hadapan ku.baik aku yang membunuhmu ataupun kamu bunuh diri sendiri, hahahaha." tawa Hens bahagia diatas ambang kematian Willy.
"Jika nanti aku sudah mati,aku bersumpah akan menghantui mu dan juga keluarga rey.tunggu balas dendam ku." ancam nya namun hens menganggap angin lalu.
"Sudah jangan banyak bicara,mau mati saja kok ribet." sindir hens.willy yang mendengar nya kesal setengah mati,jika seandainya tenaga dalam nya full saat ini.pasti pria di hadapannya nya ini sudah dia lahap dari tadi.
Hens tak sabaran melihat Willy yang memperlambat kematian nya,Hens mendekati wanita itu dia sudah mengumpulkan kekuatan penuh di atas tangan nya untuk memusnahkan wanita di hadapan nya ini.ketika kekuatan itu sudah besar dan ia ingin melempar kan nya pada Willy,namun tiba tiba wanita itu menjatuhkan diri di bawah jembatan yang arusnya sangat deras.
Byur.
"Ternyata dia benar benar bunuh diri." gumam Hens sambil menyimpan kembali kekuatan nya.
"Arus nya sangat deras,mustahil dia akan hidup.baguslah jika dia mati dengan begitu tidak ada lagi yang menyakiti keluarga tuan muda." gumam Hens yakin meski ada sedikit rasa penyesalan di hatinya.
Hens terus memandangi air yang berarus deras itu,dia hanya ingin memastikan bahwa Willy benar benar hilang terbawa arus sungai itu.
Merasa urusannya telah selesai Hens kembali ke markasnya,dalam benaknya dia kepikiran dengan tuan mudanya.dia takut tuannya saat ini dalam kesulitan.
"Aku harus susul tuan muda walaupun dia tidak ada memanggil ku untuk kesana,aku benar benar mencemaskan nya.apalagi tuan muda menghadapi Datuk Waga yang licik itu." gumamnya.
Hens mengambil keputusan untuk pergi menyusul Rey,dia membawa cukup banyak anak buah untuk membantu penyerangan melawan anak buah Datuk Waga.dalam hati Nya dia berharap semoga semua baik baik saja dan tuan kecil nya kembali tanpa luka sedikitpun.
__ADS_1