Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 32 (Layaknya suami istri sesungguhnya )


__ADS_3

Bosan kata itulah yang menghampiriku beberapa hari ini setelah kemarin bersenang senang dengan babang Austin ku.


Reyhan benar benar mengacuhkan ku semenjak masalah yang tak jelas itu menurut ku,tapi Austin semakin perhatian kepadaku semakin membuat rasa terlarang diantara kami itu hadir di hatiku.


"Hallo..ada apa sayang tadi menelpon ku,aku tadi sedang gym sehingga tidak mendengar handphone ku berdering." ujarnya di sebrang sana.


"Tidak ada aku hanya bosan." ucapku santai.


"Astaga aku kira kamu kenapa,sampai menelpon ku dua puluh kali.bikin panik babang Austin aja." ucapnya lebay.


"Aku lagi bosan beb,mau keluar takut reyhan gak ngijinin lagi." sambil menggigit bibir bawahku.


"Keluar aja sayang,gak usah peduli in dia." ucapnya santai.


"Tapi fasilitas aku di tarik semua olehnya,aku mau keluar kayak gimana coba.uang gak ada apalagi mobil." keluh ku.


"Oh jadi itu masalahnya." ucapnya membuatku kesal.


"Oh doang Yang,nyebelin banget." gerutunya pelan.


"Hahaha aku becanda sayang,jangan ngambek ok."


"Ya udah aku matikan aja, nelpon kamu juga gak ada gunanya,makin tambah naik darah aja." sambil mematikan teleponnya.


"Halo halo halo,yah di mati in.punya bebeb ngambekan banget,aku transfer uang aja deh biar ngambeknya ilang." sambil mengotak Atik handphone nya.


"Tut Tut Tut,yah Masi gak diangkat Ama doi,gimana ni gak jadi dapat jatah gue hari ini." ucapnya mengerutkan kening.


Sedangkan orang yang dihubungi sedang tertawa cekikikan di balkon kamar nya.


"Rasa in siapa suruh rese,gue rijek aja sekalian.pasti dia disana sedang kebingungan haha." sambil tertawa cekikikan.


"Kalau kamu gak angkat telpon aku,aku akan pergi ke rumah kamu." sambil membaca SMS dari Austin.


"Yah gue di ancam sama anak bujang,ni anak kalau udah ngancem bikin bulu kuduk berdiri aja,harus gue telpon balik ni!." ucapnya.


"Nah coba gitu sayang,kan hati babang langsung hangat." ucapnya setelah panggilan tersambung.


"Mau ngomong apa,telpon telpon istri orang dari tadi." pura pura jutek.


"Yaelah sayang ngambek nya udahan ya,aku udah transfer uang modal kamu kabur." ucapnya.


"Gue gak pernah ngomong ingin kabur tuh,jangan ganggu istri orang.cari aja anak gadis tetangga sono." ucap ku nyerocos kayak ibu ibu gak di kasi uang belanja.


"Ya jangan gitu atuh neng, kasihanilah babang Austin mu ini,apa yang babang Austin harus lakukan untuk neng?supaya gak ngambek lagi." membujuk dengan lebay nya.

__ADS_1


"Aku gak mau apa apa,aku maunya kamu gak pake apa apa." sambil menahan tawa ku.


"Ya udah hari ini kita check in ke hotel aja sayang,nanti akan babang puaskan deh." ucapnya mulai mesum.


"Memang situ kuat,punya situ kan lembek kayak kacang lender direbus.hahaha" ucapku sambil tertawa.


"Jangan ngeremehin keperkasaan ku neng,kemaren aja neng merem melek ngerasai punya Babang Austin." ucap nya.


"Yang itu mah aku terpaksa biar kamu gak malu ." ucapku.


"Udah deh yang jangan bercanda terus,entar aku gak kuat lagi ni burung udah baperan.gara gara kamu ingetin kegiatan panas kemaren." ucapnya kesal.


"Dasar situ aja punya burung baperan,belum di apa apain aj Udah berdiri,aku matikan dulu ya kamu main dulu sana sama nyonya Nuvo." ucapku mematikan panggilan tanpa mau mendengar ocehan nya.


"Dasar bebeb ku,kamu juga ngapain baper banget,tau aja kalau sarang nya nelpon." sambil menuju ke kamar mandi menidurkan anak burung.


*****


"Kamu habis telponan dengan siapa?." ucap Rey tiba tiba membuat Willy kaget.


"Oh gak ada,aku lagi nelpon Laura,kamu ngapain kesini?." ucapku sambil wajah sudah pucat pasi.


"Emang nya salah aku mau kesini,kenapa wajah mu pucat? Seperti orang ketahuan nyuri aja." ucap Rey.


"Oh enggak,enggak kenapa napa,wajah ku pucat mungkin karena tidak makan siang." dengan setengah gugup.


"Nyali ku tak sekuat itu ingin mempermainkan mu." membalas ucapan nya.


"Baguslah jika kamu sadar diri,aku bukan Rey yang dulu yang siap melakukan apa pun untuk mu,semua itu telah berakhir semenjak tingkah laku mu tempo hari.aku cinta tapi tidak bodoh." Sambil meninggalkan Willy yang terdiam membeku setelah mendengar ucapan Reyhan.


Rey pergi ke arah dapur untuk meminum air putih,setelah minum dia meletakan gelas dengan sedikit keras sehingga membuat siapa saj terkejut mendengarnya termasuk key yang sedang memasak cah kangkung terasi.


"Astaghfirullahalazim tuan,kalau mau marah jangan disini,nanti Kelvin bangun." ucapku menengurnya sambil mendorong ayunan


Kelvin.


"Suka suka saya,ini kan rumah saya." ucapnya ketus.


"Tuan kalau marah dengan si pembuat Masalah dong.jangan lampiaskan ke kami disini." ucapku tak kalah ketus.


"Apa melotot lotot,tuan pikir kami takut.tuan sendiri sedangkan pelayan disini rame kalau kami keroyok tuan tau sendiri kan hasilnya." sambil menyingsingkan lengan bajuku.


"Emang kalian berani." sambil menatap tajam yang membuat nyaliku menciut.


"Hehe bercanda tuan,lucu gak." sambil cengengesan.

__ADS_1


"Serius juga gak apa,aku dengan senang hati meladeni kalian." sambil memicingkan mata membuat bulu kuduk ku berdiri.


"Tuan bisa saja,oh ya tuan lebih baik anda duduk saya akan ambilkan makanan yang telah saya buat,tolong ayunkan Kelvin sekalian." terburu buru meninggalkannya.


"Berani berani nya dia memerintah ku." menggerutu sambil mengayun Kelvin.


"Wah anda terlihat berbeda jika seperti itu tuan,membuat semua mata wanita menghangat." ucapku sambil tersenyum.


"Kau semakin berani padaku,jangan menyalah artikan diamnya aku selama ini." sambil menunjuk ku.


"Aku berani apa tuan." ucapku tanpa dosa.


"Berbicara padamu yang bodoh itu,tak akan nyambung sama sekali." ucapnya seenak hati.


"Iya aku bodoh tapi tidak tuli,mulut anda kalau ngomong kayak gak pernah makan enak." melotot padanya.


"Kau pikir aku takut padamu ha." sambil memandang nyalang kearah ku.


"Lihat keberanian ku kepadamu." sambil mendekatinya membawa sepiring nasi dan cah kangkung terasi.


Aku tanpa berpikir panjang langsung memasukan cah kangkung tersebut kedalam mulutnya dengan menyuapinya.yang langsung dapat pelototan tanjam darinya.


"Rasain tu mulut sekali kali di kasih terasi dan cabe rawit,biar gak nyakitin orang lagi." ucap ku dalam hati.


"Uhk uhk uhk kamu ingin membunuhku." tersedak dan segera minum.


"Tidak tuan,mulut anda dari tadi ngomong terus, saya inisiatif untuk menghentikan nya dengan memberikan makanan nikmat." sambil tersenyum.


"Kamu memang harus di beri pelajaran ya." sambil berdiri dari duduknya.


"Gak usah repot repot tuan,saya udah pinter gak perlu repot-repot ngajarin saya." yang membuat nya semakin emosi.


"Sudah cukup ya,kamu memang harus merasakan hukuman dariku." sambil mendekati ku.


"Wah tuan jangan lakukan KDRT dong,sini duduk." sambil menariknya duduk di kursi.


"Tuan makan aja ya,biar saya suapin.aaaa." sambil menyuapi dia,yang di sambut cepat oleh nya,untung aku cepat menarik tanganku jika tidak sudah di gigit olehnya.


Tanpa sadar dia menikmati makanan cah kangkung terasi yang ku buat.


"Tambah banyakan airnya." ucapnya sambil mangap mangap karena kepedasan,dengan keringat yang mulai bermuculan.


"Ini namanya kuah bukan air tuan." sambil menambahkan nasi sesuai perintah nya.


"Cepat aja suapkan aku,ngomong terus." tak sabaran

__ADS_1


Aku terus melanjutkan menyuapi nya.sekarang aku merasa mengurus dua bocah,tidur anaknya bapaknya pula yang aku suapkan.


"Ternyata makan seperti ini sangat nikmat,pantas saja Kelvin menyebut nya tangan ajaib." gumam Rey dalam hati.


__ADS_2