
Termenung...itulah yang beberapa hari ini aku lakukan,Masi terekam jelas di ingatan ku saat Rey menampar ku, sungguh aku merasa aku sedang bermimpi buruk.tapi ketika aku bercermin,bekas tamparan itu menyadarkan ku bahwa ini kenyataan bukan sekedar mimpi buruk.
"Rey..kenapa kamu berubah,padahal dulu kamu sangat menggilai ku.aku sangka kita akan bahagia setelah merajut rumah tangga dan kamu akan selalu menyayangi dan mencintai ku." gumam Willy pelan dan kembali melamun.
lamunan Willy runtuh,saat seseorang mengetuk pintu kamar nya.
"Masuk." ujar Willy pelan tapi Masi dapat di dengar oleh seseorang di balik pintu itu.
Setelah mendengar sahutan dari dalam, pelayan itu masuk sambil membawa Napan yang berisi makanan dan minuman untuk sarapan Willy.
"Nyonya sarapan lah dulu,anda beberapa hari ini jarang makan.saya khawatir anda jatuh sakit." saran Ika pelayan setia Willy.
"Kamu saja yang makan ik,aku tidak berselera." jawab Willy dengan pandangan kosong.
"Kenapa kamu harus terpuruk begini,aku seperti bukan melihat kak Willy yang tangguh saat ini." cibir Ika bersikap formal pada Willy.
"Ya Willy wanita tangguh dan sok kuat itu sudah hilang di telan bumi." celetuk Willy Masi dengan pandangan kosong.
"Kakak tidak boleh bicara seperti itu,Masi ada hari esok untuk memperbaiki semua nya.berusahalah untuk membuat tuan muda Rey berubah seperti dulu lagi." saran Ika untuk memotivasi Willy agar tidak terpuruk.
"Aku tidak sanggup lagi Ika,aku sudah lelah hiks hiks.pria yang ku sangka membawa kebahagiaan dalam hidup ku sudah berubah.tidak ada lagi yang menyayangi ku hiks hiks." Willy menangis pilu membuat Ika sedih melihat hal itu.
"Kakak tidak boleh ngomong gitu,kan Masi ada Ika yang selalu menyayangi kakak.'ingat kita ini bersaudara meski tidak sedarah' kata itu kan yang kakak ucapkan dulu." ucap Ika mengelus bahu Willy menenangkan wanita itu.
"Terimakasih adikku,kamu selalu ada di sisi kakak dalam keadaan apa pun hiks..hiks." ujar Willy memeluk Ika.
"Sama sama kak,Ika ingin kakak kembali tangguh seperti biasanya agar dapat mendapatkan kebahagiaan yang kakak ingginkan.jangan terpuruk terus,hal ini bisa saja di manfaatkan oleh wanita jelek itu untuk merebut tuan Rey dari kakak." ucap Ika membuat Willy membenarkan ucapan Ika.
__ADS_1
"Benar yang di katakan Ika,Masi ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan ku dengan Rey,jangan sampai wanita jelek itu merebut Rey dari genggaman ku.aku harus menggunakan cara agar key menjauh dari wanita jelek itu dan juga Kelvin sialan itu." sambil memeluk erat tubuh Ika.
"Sekali lagi terimakasih adikku,untuk semua yang kamu lakukan." senyum mengembang Willy berikan pada adik angkatnya itu.
"Sama sama kakak ku,mari makan biar adil mu yang cantik ini suapkan." Ika mengambil sarapan berupa nasi goreng itu untuk menyuapkan kepada Willy.
"Oh ia kak,ada sesuatu yang ingin aku lapor kan pada kakak." ucap Ika setelah selesai menyuapi Willy.
"Tentang apa?." tanya Will sambil mengerutkan keningnya.
"Tentang keadaan rumah selama kakak mengurung diri di kamar." balas Ika.
"Memang nya apa yang terjadi selama aku tidak menampakkan diri?." tanya Willy.
"Seperti nya wanita jelek itu semakin mendekati tuan Rey,dan juga wanita itu cari muka dengan pelayan di rumah ini." adu Ika yang langsung membuat Willy terkejut.
"Benar kah." ucap Willy tak percaya.
"Biar kan saja." ucap Willy membuat Ika terkejut.
"Kok di biarin sih kak, kakak itu sudah banyak berjuang untuk tuan Rey.kenapa sekarang malah gak di pertahankan dari ancaman si jelek itu." omel Ika pada sang kakak.
"Terus aku harus gimana?." tanya Willy pusing menghadapi masalah ini.
"Kita harus susun rencana untuk mendapatkan kembali tuan Rey dan menjauhkan dari si jelek itu." usul Ika.
"Ya masalahnya itu,rencana yang kayak gimana.aku belum mendapatkan ide untuk itu." jawab Willy.
__ADS_1
"Aku punya ide,tapi kakak harus melakukan hal ini tanpa harus menolaknya." paksa Ika.
"Pasti ide mu itu ekstrim sehingga di awal sudah memaksa kakak menyetujui nya." jelas Willy di sambut cengiran dari Ika.
"Pokoknya kakak harus setuju." celetuk Ika.
"Apa rencana mu,cepat sampai kan jangan bertele-tele,nyonya besar ini banyak urusan.tidak ada waktu meladeni mu." ujar Willy yang langsung disambut senyuman oleh Ika,Ika cukup senang ternyata kakak nya itu sudah tidak terpuruk lagi terbukti munculnya sifat sombong nya itu.
"Gini kak,kita harus membuat tuan Rey membenci si jelek itu dengan cara membuat si jelek itu itu terjebak dalam rencana kita.sini aku bisikkan rencananya." sambil membisikan sesuatu yang membuat Willy terkejut mendengar nya.
"Kamu yakin ini berhasil,tapi ini sangat berbahaya.bisa mampus kita jika sampai ketahuan jika kita dalang dalam kejadian itu." ucap Willy takut setelah mendengar rencana adiknya.
"Tidak akan ketahuan,percayakan semua padaku.aku yang akan menghapus jejak kita sampai tidak tercium oleh siapa pun." ujar Ika meyakinkan.
"Baiklah aku percaya padamu,kapan kita akan memasang jebakan itu." tanya Willy.
"Secepat nya,aku tidak sabar melihat wanita jelek itu di amuk oleh Rey." ujar Ika tidak sabaran.
"Aku ikut alur saja,semoga jebakan kita berhasil." ujar Willy.
"Maaf kan aku kak,tapi inilah yang harus kita lakukan seperti biasanya kita akan melakukan hal jahat untuk mendapatkan suatu kebahagian agar tidak di ambil oleh orang lain." ujar Ika sambil tersenyum tulus.
"Ya aku tahu.kamu melakukan ini semua hanya ingin membuat kakak mu ini bahagia,dan di lindungi oleh seseorang yang di cintai nya agar tidak ada lagi yang memanfaatkan nya.terima kasi sudah peduli padaku." ucap Willy.
"Jangan berterima kasih terus, seharusnya aku Yang mengucapkan hal itu.karena kamu aku memiliki saudara di dunia ini dan tidak hidup sebatang kara." ucap Ika menyentuh hati Willy.
"Kamu tahu hal yang paling beruntung yang pernah ku lakukan di dunia ini adalah ketika aku menolong mu dan menjadikan kamu adikku,aku bahagia karena kamu menjadi adikku." ucap Willy membuat Ika menangis haru mendengar kata itu.
__ADS_1
"Terimakasih kakak ku yang manis,semoga kamu bahagia selalu." doa Ika.
Setelah mengobrol cukup lama,Ika memutuskan untuk pergi dari kamar kakaknya agar tidak di curigai oleh siapa pun,selama menjadi pelayan di sini hubungan adik angkat itu tidak di ketahui oleh siapapun karena mereka berdua sepakat untuk menutupinya.