
"Bunda!!." pekik Kelvin langsung turun dari mobil untuk menghampiri key.
Suara tangisan anak anak mulai terdengar, mereka takut sekaligus sedih melihat bunda yang mereka sayangi terluka.
"DIAM." bentak Burhan membuat anak anak itu menangis dengan suara pelan.
Kelvin berusaha membangunkan bundanya,anak itu tidak peduli dengan keadaan sekitarnya dia hanya fokus dengan keadaan sang bunda.
"Anak kecil,kami tidak akan membunuh wanita itu.asal kamu ikut dengan kami." ujar burhan.kelvin langsung menoleh padanya dengan tatapan tajam.
"Bagaimana apa kamu mau ikut dengan kami?atau bunda mu akan kami bunuh dihadapan mu." ancamnya membuat Kelvin terdiam.
"Bunda hiks hiks maafin Kelvin gak bisa bantu bunda,Kelvin akan baik baik saja.bunda jangan khawatir ya?." bisik nya sambil menangis.
Dengan berat hati Kelvin meninggalkan mobil itu,beberapa kali dia terus menoleh kesana.dia dapat melihat teman teman nya berteriak memanggil namanya.
"Akhirnya rencana kita berjalan mulus." ucap Datuk Waga dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah nya.
"Anda sangat cerdik.kita tidak perlu bersusah payah melawan harimau itu dan anak buahnya karena wanita itu sudah ada mewakili kita, hahaha." Burhan tertawa sambil mulai menjalankan mobilnya.
"Pasti keluarga harimau itu menduga wanita itu dibalik semua ini.makanya dari awal aku menyewa orang untuk penyerangan ini agar Rey tidak mencurigai bahwa kita ikut andil dalam hal ini." jelas datuk Waga.kelvin diam diam mendengar omongan mereka.
"Benar benar rencana yang matang." puji Burhan sambil terus menjalankan mobilnya.
***
"Hens kenapa kamu kemari,siapa yang menjaga anak anak ku dan juga istri ku?." tanya Rey sambil berkelahi,dia tidak menyangka bahwa Hens akan berkelahi dengan mantan istrinya sampai kemari.
"Aku tidak tahu tuan." ujar Hens menahan serangan yang di berikan Willy.
"Dasar bodoh.apa kau tidak sadar bahwa kita sedang di kecoh?pasti ada beberapa orang yang telah menyakiti istri dan anak ku." umpat Rey marah atas kebodohan sekertaris nya itu.
Bugh.
Rey terjatuh karena mendapat pukulan dari salah satu lawannya,Rey saat ini sangat murka dia ingin segera mengakhiri semua ini dengan segera,niat hati tidak ingin menggunakan kekuatan yang dia miliki untuk menyakiti manusia,namun ternyata Rey mengunakan nya.
Auhm.
__ADS_1
Rey mengaung,Aungan nya sungguh memekakkan telinga membuat yang mendengar nya langsung menutup telinganya ada beberapa orang yang pingsan di buatnya.hens yang menyaksikan kemarahan tuan nya hanya dapat menundukkan kepala,dia meruntuki kebodohan yang ia lakukan di dalam hatinya.
"Aku harus segera pergi dari sini,Mimin dan yang lainnya sangat menantikan kedatangan ku." Rey langsung berlari kencang kearah mobilnya tadi.
Melihat Rey yang telah pergi membuat Willy langsung pergi dari sana dia tidak peduli dengan anak buah Datuk Waga,yang dia pikirkan saat itu hanya keselamatan diri sendiri.
"Dasar bedebah,lelaki tua itu membiarkan aku berkelahi sendiri.dia ingin menumbalkan aku untuk mendapatkan darah itu,sialan." gumam Willy setelah memuntahkan darah dari mulutnya,dia mendapat luka cukup parah karena berkelahi dengan Hens tadi.
"Keysha!!." pekik Rey yang melihat istrinya pingsan dengan luka di kening.
"Key kamu kenapa?." cicit Rey sambil memangku kepala istrinya itu.
"Om Rey hiks hiks." panggil Dira menghampiri Rey membuat Rey tersadar bahwa di dalam sana ada para bocil.
"Sayang kamu tidak apa apa,nak?." tanya Rey sambil menghapus air mata Dira,Rey tahu bahwa saat ini anak anak sangat ketakutan dengan apa yang terjadi.
"Ayo semua kita masuk kembali,kita harus kerumah sakit untuk membawa bunda dan juga Mimin." ajak Rey sambil mengendong istrinya.
Rey kembali melajukan mobil itu,dia membawa mobil dengan sangat cepat hingga anak anak diam ketakutan.saat ini Rey sangat kalut ponakan dan istrinya sedang tidak baik baik saja,didalam hati dia sangat meruntuki diri sendiri,andai dia tidak mengajak istri dan para bocil keluar hari ini.pasti mereka semua Masi baik baik saja.
"Lakukan yang terbaik untuk ponakan dan istri ku?jika terjadi sesuatu pada mereka,aku tidak segan segan menghancurkan kalian." ancam Rey sebelum istri dan ponakan nya di tangani oleh dokter.
Sebenarnya suster dan dokter terkejut mendengar pengakuan Rey bahwa wanita yang sedang terbaring lemah itu istrinya,karena yang mereka ketahui bahwa Willy lah istri dari tuan nya itu.
"Kalian tenang,semaunya sudah berakhir.kita berdoa saja untuk keselamatan bunda dan juga Mimin." ucap Rey sambil menghapus air mata para bocil satu persatu.
"Tapi om hiks hiks,Kelvin di culik." adu Dira dengan sesegukan karena terlalu lama menangis.
"Apa?." Rey baru menyadari bahwa Kelvin tidak ada,tadi dia begitu mencemaskan istrinya hingga tidak menyadari hal itu.
"Ia om hiks hiks...Kelvin di bawa sama bapak bapak jahat." adu Dandi membuat Rey terdiam.
"Kurang ajar,ternyata penyerangan ini menargetkan anak ku.awas kamu Willy." gumam Rey sambil mengepalkan tangan nya.
"Bagaimana keadaan Mimin?." tanya Wati setelah dekat dengan Rey,dia mengetahui peristiwa itu dari hens.heslah yang membawa keluarga tuan nya ke rumah sakit ini.
"Masi ditangani dokter." ucap Rey lirih membuat Wati langsung sedih.
__ADS_1
"Kenapa semua ini bisa terjadi,nak?." tanya Vian sedangkan yang lain nya hanya mendengar pembicaraan itu.
"Aku juga tidak tahu,pa.anak ku di culik dan istriku di sakiti." adu Rey dengan mimik wajah sedih.
"Kelvin di culik." Vian sangat kaget mendengar nya begitu pun yang lainnya.
"Lalu kenapa dengan Mimin,kenapa anak itu bisa pingsan seperti itu?." tanya putri dengan nada cuek nya.
"Sudah ku bilang aku tidak tahu." perjelas Rey.
"Aku rasa pingsan nya Mimin ada hubungannya dengan penyerangan itu." tebak Roy membuat semua mata memandang nya.
"Bisa kita tidak bahas ini dulu,kepala ku ingin pecah rasanya,biarkan aku tenang sebentar saja.dan cobalah untuk menenangkan anak anak ini karena mereka masi takut dengan penyerangan itu." bentak Rey kesal membuat semua orang langsung membisu.
"Anak anak kita pulang ya,kalian harus istirahat.besok kita ke sini lagi melihat bunda dengan mimin." bujuk Vian membuat anak anak itu menurut.
"Rey papa pulang dulu,papa ingin menindak lanjuti penyerangan itu.nanti kabari papa tentang keadaan cucu papa dan juga menantu papa." pesan Vian membuat Rey mengangguk lemah.
Vian meninggalkan rumah sakit bersama para bocil,sedang Wati,Roy dan putri Masi menemani rey.tidak ada pembicaraan setelah kepergian Vian,tak lama dokter keluar dari ruang pemeriksaan Mimin membuat Rey langsung berdiri dari duduknya begitu pun yang lainnya.
"Bagaimana keadaan Mimin,dok?." desak Rey sambil menghampiri dokter yang menampilkannya wajah sedihnya.
"Maafkan saya tuan,saya sudah melakukan yang terbaik namun Mimin tidak bisa diselamatkan.saat anda membawa anak itu kemari dia sudah meninggal." ucap dokter itu setengah takut,yang mendengar kabar duka itu langsung menangis tak percaya terutama putri.
"Katakan semua itu bohong,ponakan ku yang cantik itu tidak mungkin meninggalkan ku.katakan dokter semua ini tidak benar hiks hiks." Rey mengoncang tubuh sang dokter hingga dia menangis untuk pertama kalinya di depan umum seperti ini.
"Rey sabar." ucap Wati sambil membawa Rey dalam pelukan nya.
"Mimin ma hiks hiks." Rey menangis pilu semua yang dialaminya hari ini membuat jiwa nya begitu terpukul.
"Dok..Ter...Mimin..me-ninggal." ulang putri dengan air mata mulai jatuh di pipinya,dokter itu hanya mampu mengangguk lemah.
"Mimin." pekik Putri sambil menerobos masuk kedalam untuk melihat anak nya.
"Mimin bangun...bangun,nak.maafin mama hiks hiks..jika kamu bangun hiks hiks mama janji tidak akan menyakiti mu lagi,hiks hiks huhuhuhu." putri memeluk bahkan mengoncang tubuh Mimin namun Mimin tidak sadar sama sekali.
"Sudah lah put,iklaskan.biarkan Mimin pergi dengan tenang." Roy mengelus punggung sang adik,dia juga ikut sedih ditinggal pergi oleh ponakan nya itu.
__ADS_1