Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 26 ( Semakin Berani )


__ADS_3

Kegiatan hari ini membuat ku lelah, bagaimana tidak? aku kerja dari pagi hingga pulang larut malam demi menyelesaikan proyek yang papa berikan.setelah aku sampai dikamar aku disuguhkan pemandangan istri tercinta ku sedang terlelap,sebelum aku bergabung tidur dengannya.aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu,untuk menyegarkan tubuhku.dibawah guyuran air shower aku masi mengingat laporan Hens tentang Kelvin.


"Tuan kecil sudah pulih dan di ijinkan pulang oleh pihak rumah sakit." lapor Hens.


"lalu kapan dia pulang?." tanya ku.


"Seperti nya tuan kecil takut kepada anda, sehingga tuan kecil tidak mau pulang ke rumah dan memilih tinggal dirumah sakit." ucap Hens.


"Suruh wanita itu membujuk Kelvin pulang, bagaimana pun caranya dia harus pulang,rumah sakit itu tidak higienis disana banyak kuman dan bakteri bisa bisa anak ku sakit kembali karena itu." ucap ku setengah khawatir.


"Baik tuan muda."


Sungguh aku sangat menyesal atas kejadian perkelahian kemarin untung ada key yang melindungi nya dari emosi sesaat yang ku alami itu.bagaimana pun Kelvin itu anak ku,ada rasa sayang yang ku miliki untuknya.


Aku pun menyudahi ritual mandi ku dan memakai baju tidur lalu merebahkan tubuh ku di samping Willy,sungguh hari ini sangat menguras tenaga ku.


"Reyhan bangun hari sudah pagi.kamu kan mau pergi ke pulau Dewata?." ucap Willy mengoyang bahu ku dengan pelan.


"Udah jam berapa?." dengan suara khas orang bangun tidur.


"Udah mau jam delapan pagi.nanti kamu telat lagi, Hens udah menunggu mu di bawah." jelas ku.


Aku pun memaksakan diri untuk bangkit dari tidur ku,karena aku harus pergi ke pulau Dewata itu.selesai dengan ritual pagi yang ku lakukan,aku langsung pergi Dengan Hens untuk menemui investor besar itu,jangan sampai membuat nya menunggu.jika tidak dia tidak jadi menyuntikan dana pada proyek baru ku.


"Akhirnya Rey udah pergi, waktunya bersenang senang dengan babang austin.aku pakai baju ini aja deh biar pak man gak curiga." sambil menaiki tangga untuk mengambil tas beserta handphone ku.


Aku menemui Pak Man sebelum pergi,aku tak mau Rey sampai membekukan kartu ku hanya tidak izin jika aku mau pergi.


"Pak man aku mau pergi kerumah Amel,dia sakit aku mau menjenguk nya, sekaligus menemaninya karena keluarga Amel keluar kota.mungkin aku akan menginap di rumah Amel selama dua hari." ucap ku dengan lancar agar dia tidak tahu aku sedang berbohong.


"Baik nona,tapi jika tuan menyuruh Anda pulang mohon untuk menuruti perintah nya." ucapnya.


Aku pun mengiyakan apa yang di ucapkan sambil berlalu pergi menuju parkiran tempat mobil Ku terparkir.setelah ku rasa mobil ku mulai menjauh dari rumah,aku menghentikan mobil ku di tempat yang sepi untuk menelpon Austin.


"hallo Austin kamu dimana?." ucapku.


"Aku di kantor sayang,ada apa?." ucapnya.


"Kamu gak ingat,mau jalan bareng ke pantai hari ini dengan ku.aku udah dijalan ni.kita ketemuan di restoran biasa ya?." ucap ku.


"Oke sayang aku akan segera kesana,dada umach." sambil memutuskan sambungan.


"Dasar Austin bucin,aku harus ke salon dulu untuk ganti baju sekalian makeup yang cantik,biar Austin makin klepek klepek dengan ku." Sambil tersenyum bahagia.


Selesai ke salon aku langsung menuju di restoran biasa yang sering aku kunjungi bersama Austin.sebelum turun dari mobil aku melihat makeup ku menggunakan kaca kecil yang selalu kubawa kemana mana.setelah ku rasa cukup aku pun turun dari mobil sambil menggunakan kaca mata hitam ku.


Beberapa pria disana melirikku,mungkin mereka terpesona oleh kecantikan ku.aku berjalan anggun menuju ruang VVIP yang telah di pesan Austin, seperti biasa Austin sudah duduk manis menunggu kedatangan ku.


"Sayang kamu dari mana,aku kira kamu sudah datang?." ucap nya penasaran.


"Aku habis dari salon biar makin cantik di matamu?." ucap ku.


"Astaga sayang,kamu itu selalu cantik Dimata ku,apalagi kalau tersenyum seperti ini.bisa bisa aku meleleh dibuatnya." virus bucin mulai bereaksi.


"Udah ah ngombalnya,aku lapar ni.aku mau pesan seafood kesukaan ku sama jus mangga" ucapku dengan pelayan itu.


"Kalau aku steak dengan kopi latte." ucapnya.


Pelayan itu pergi membuat pesanan kami.tiba tiba Austin mendekat kearah ku langsung mencumbu ku dengan rakus.gairah ku mulai naik karena tangan nakal nya.cukup lama kami melakukan ciuman panas sampai tak menyadari pelayan datang membawa pesanan kami.


"Ganggu aja,gak lihat apa orang lagi enak" Austin ngedumel.


"Udah sayang nanti kita lanjut lagi,sekarang kita makan dulu." ucap ku menenangkan nya.

__ADS_1


Selesai sarapan kami pun pergi meninggalkan restoran itu,untuk menuju villa Austin kami membutuhkan waktu dua jam menggunakan mobil.villa itu melewati sebuah hutan lebat,jika orang tidak tau jalan pasti akan tersesat.


"Taraa kita sudah sampai,apakah kamu menyukai tempat ini." sambil melentangkan tangannya menghirup udara segar.


"Sangat indah dan asri sayang,oh ya sayang dimana pantai nya?." ucap ku penasaran.


"Dibelakang villa,nanti kita akan kesana setelah makan siang.ayo masuk!." sambil menggandeng tangan ku.


Ternyata villa dihuni beberapa pelayan yang merawat villa ini, Austin sering kesini untuk melepas penatnya sejenak setelah bekerja.


"Sayang tambah nasinya,kita akan jalan jalan cukup lama,nanti kamu pasti lapar jika makan sedikit." ucap nya sambil menuangkan nasi di piring ku.


"Austin apa semua ini makanan kesukaan mu?." tanyaku.


"Ia aku sangat menyukai makanan rumahan,karena jika aku memakannya akan mengurangi rasa rindu ku terhadap almarhuma ibuku."ucapnya sambil makan dengan lahap.


"Maaf aku tidak bermaksud membuatmu sedih." ucapku dengan menyesal.


"Tidak apa apa sayang,makan lah lalu kita akan beristirahat sejenak.nanti sore kita akan melihat sunset matahari tenggelam." ucapnya.


"Beneran sayang pasti sangat indah,aku tak sabar ingin melihat nya." ucapku dengan antusias.


Selesai makan kami pun tiduran di kamar Austin.untuk melepas lelah perjalanan yang kami lakukan,aku salut dengan Austin ternyata dia tipe cowok mandiri walaupun dia kaya tapi dia tak pernah mau diantar supir kemanapun.kami pergi kevilla saja dia mengendarai mobil secara langsung.sungguh tangguh bukan.sedangkan Rey dia selalu menggunakan jasa supir,bahkan dia membawa mobil sendiri dapat dihitung menggunakan jari. sungguh manja bukan.


"Sayang aku mencintaimu." ucapnya menatap ku.


"Aku juga mulai mencintai mu." membalasnya tatapannya.


"Sayang bolehkan aku menyentuh mu?." sambil mendekatkan diri padaku.


"Boleh tapi gunakan pengaman ya?." yang di angguki olehnya.


Dia pun menuntaskan hasrat yang sejak dulu ditahannya, sungguh kali ini aku benar benar puas dengan permainan ranjang nya.setelah mengakhiri kegiatan panas itu dia mencium keningku.


"Terimakasih darling." sambil membaringkan tubuhnya di sampingku dan memeluk ku.


"Terimakasih darling." sambil membaringkan tubuhnya di sampingku dan memeluk ku.


Kamipun tertidur lelap dengan Austin memeluk tubuhku dari belakang,setelah beristirahat sejenak sampai hari menjelang sore,kami pun bersiap siap untuk melihat sunset di pantai belakang villa.


"Austin cepatan mandinya,nanti keburu malam lagi." menggerutu sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"Sabar sayang,kamu di diajak mandi bareng nolak,lambat kan jadinya." ucapnya mencubit pipiku.


"Modus aja kamu tu,entar kalau aku mau mandi bareng sama kamu yang ada gak jadi lihat sunset." ucap ku melotot padanya.


"Ya ampun darling Ku,imut banget kalau lagi ngomel, rasanya ingin babang banting diatas ranjang." ucapnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Gak lucu tau, cepetan sana pakai bajunya.aku ingin pergi ke pantai." mulai merengek padanya.


"Kalau mau cepat, pakaian Abang baju sayang." sambil menurun naik kan alisnya.


"Dasar mesum." ucapku sambil melemparkan handuk diwajahnya sangking kesalnya.


"Mesum gini tapi kamu sayang kan." gombalnya.


"Udah dong sayang cepat pakai baju,kalau kamu Masi lama aku mau pergi sendiri saja." ingin pergi meninggalkan nya.


"Jangan jangan jangan,oke aku akan pakai baju,tunggu aku sayang." berlalu secepat kilat.


Selesai melewati drama ganti baju Austin,akhirnya aku bisa keluar villa ini untuk melihat pantai itu.sesampainya di pantai mata ku di manja kan oleh pemandangan indah, sungguh aku tak tahan melihat itu,tanpa pikir panjang aku melepaskan gandengan tangan ku ditangan Austin untuk berlari ke pantai.


"Astaga sayang jangan lari lari." teriak Austin tapi tidak ku perduli kan.

__ADS_1


"Ni bocah harus gue kejar,nanti dia tersesat." sambil berlari mengejar Willy.


Aku yang melihat Austin mengejar ku semakin berlari kencang agar tak tertangkap olehnya.aku sangat gesit mengelak setiap dia mau menangkap ku,dari wajah nya dapat dilihat dia kesal karena aku selalu lolos dari tangkapan nya.


"Sayang udah jangan lari lari." ingin menangkap ku.


"Kalau aku masi lari memangnya kenapa." sambil mengelak jika dia ingin menangkap.


Kami sekarang sedang berhadapan setiap dia ingin menangkap ke kiri aku akan mengelak ke kanan begitu pun sebaliknya.


"Awas kalau aku berhasil nangkep kamu,akan ku perkosa sekalian di pantai ini." ancam nya karena geram.


"Lihat wajah ku ada aku peduli hahahaha." sambil berlari lagi.


"WILLY awas kamu." berlari sekuat tenaga untuk menangkap ku.


Seperti nya nasib baik berpihak kepada Austin saat ini,karena aku tiba tiba saja terjatuh.Austin yang melihat itu tidak menyia nyiakan kesempatan di depan mata,dia langsung memeluku dari belakang.


"Austin ampun,aku gak nakal lagi." menghentikan aksi tangan nya yang sudah menjalar kemana-mana.


"Aku tadi udah bilang jika kamu tertangkap akan ku perkosa disini." semakin semangat menyentuh tubuh kekasihnya.


"Jangan nekat dong sayang,katanya mau lihat sunset." kekeh membujuknya.


"Itu mau mu kalau mau ku ingin memakan mu sekarang juga." sambil mulai membuka bajunya dengan tangan kirinya,sedang kan tangan kanan nya memeluk erat tubuhku.


"Sayang jangan ya,aku jarang Lo bisa jalan kayak gini dengan mu." sambil melihatkan muka baby eyes ku.


"Yaudah kali ini aku lepaskan,ayo berdiri kita duduk di pohon kelapa tumbang disana." sambil berdiri merapikan bajunya dan mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri.


kami pun menikmati melihat sunset tenggelam nya mata hari itu yang memanjakan mata apalagi melihatnya dengan orang yang kita sayangi,setelah puas memanjakan mata kami pun pulang ke villa.


setelah sampai di vila kami langsung mandi untuk menyegarkan tubuh masing masing.


tak lama aku keluar dari ruang ganti,ku lihat dia duduk manis menunggu ku dengan didepannya sudah tersedia berbagai makanan.yang membuat perut ku berbunyi minta di isi,Tanpa disuruh aku pun langsung duduk disampingnya.


"Silahkan makan sayang." sambil memberikan nasi beserta lauk pauk yang diambilnya untuk ku.


"Tapi ini banyak banget,nanti aku gak habis." ucapnya.


"Habis kan sayang,jangan takut gendut,kamu itu akan lebih imut kalau pipi mu tembem." ucapnya tau isi pikiran ku.


"Aku makan sedikit aja,aku gak mau gendut.titik." ucapku.


Seperti nya apa yang aku ucapkan tadi aku langgar,aku seperti orang kelaparan tidak makan berhari hari.nasi yang di berikan Austin tadi ludes tanpa sisa,Tanpa sadar aku tambah nasi lagi dan aku telah menghabiskan dua piring makanan.


"Ternyata makanan ini enak sekali." ucap ku sambil meminum air putih.


"Memang enak sayang apalagi makan nya dalam keadaan lapar makin nikmat saja." ucap Austin sambil memakan kaki kepiting.


"Jika seperti ini terus bisa bisa tubuh ku membengkak." ucapnya khawatir.


"Tidak masalah,tidak semua orang gendut itu jelek dan tidak semua orang kurus itu cantik." ucap Austin.


"Tapi aku gak mau gendut sayang nanti di ejek dengan teman teman ku." memberikan alasan padaku.


"Jangan pedulikan omongan orang lain,jadilah diri kita sendiri.aku akan buat kamu gendut." ucapnya.


"Memangnya kamu bisa." tanyaku.


"Bisa aku akan membuat mu gendut depan." ucapnya lagi.


"Maksudnya." makin tak mengerti seperti reader.

__ADS_1


"Perutmu akan ku buat gendut(hamil),itu namanya gendut depan." ucapnya.


"Astaga dasar mesum." ucapku kesal disambut oleh tawaan darinya.


__ADS_2