
Pagi pun telah datang,mentari muncul menyinari bumi,membuat seseorang terbangun karena terangnya cahaya yang masuk didalam ruang kerjanya.tak lama bunyi dering handphone nya semakin membuatnya terjaga dari tidurnya.
"Halo..Hens Tumben pagi buta nelpon.ada hal penting apa?." jawabnya sambil mengucek mata.
"Maaf mengganggu waktu tidur tuan muda,anda harus pergi ke mansion utama malam ini karena tuan besar mengadakan perjamuan atas tender yang dia dapatkan." ucapnya melaporkan.
"Jika aku tidak datang apa ancaman yang papa berikan?." sudah tau watak orang tuanya.
"Dia akan membatalkan memberikan proyek di pulau Dewata pada anda." ucapnya.
"Cih orang tua itu selalu mengancam anaknya, Emangnya kalau dia membatalkan proyek itu,dia akan memberikan kepada siapa?." ucapnya penasaran.
"Kepada CEO Rajawali." ucap Hens.
"Tega sekali dia memberikan proyek itu kepada musuh bebuyutan ku,dasar orang tua penuh muslihat.siapkan semua keperluan untuk ku untuk menghadiri jamuan itu." ucap ku geram.
"Tapi anda harus membawa nyonya Willy dalam jamuan itu tuan muda atas perintah mama anda." ucapnya.
"Seterah mereka saja,kamu siapkan semuanya aku akan pergi bersama Willy nanti malam." langsung mematikan panggilan karena kesal.
Rey memutuskan pergi keluar dari ruangan kerjanya dengan mood yang buruk,dia menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi bekerja, sesampai dikamar nya di melihat Willy sedang duduk di balkon sambil meminum capuccino hangat kesukaan nya, Rey pun menghampiri nya dengan memeluknya dari belakang sambil meletakan kepalanya di ceruk leher Willy.
"Sayang malam ini mama dan papa ku mengadakan jamuan di Mension utama,mereka mengundang kita untuk pergi kesana." ucap ku sambil menghirup harum mawar dari tubuhnya.
"Benarkah,kalau begitu aku akan bersiap siap agar aku bisa tampil wah didepan mereka." ucapnya sambil mengusap pipi Rey.
"Seterah padamu,apakah kamu sudah mandi." tanyanya.
"Udah dong,memangnya kenapa?." pura pura tak tau.
"Padahal aku ingin mandi bareng kamu pagi ini." ucapnya.
"Kasihan honey ku yang ini,ya udah aku temenin mandinya." ucapnya.
"Ga usah sayang kamu bantu siap kan pakaian kerja ku saja,entar aku hilaf lagi makan kamu di kamar mandi.bisa bisa kamu kelelehan,mana nanti malam mau pergi kejamuan kasihan nanti kamu nya." ucapnya
"uluh uluh pengertian banget suami ku yang satu ini,sini pipinya ku cium dulu biar semangat." ucapnya sambil mencium pipi Rey.
"Aku mandi dulu sayang." sambil mencium bibir Willy sekilas.
Rey pun pergi ke kamar mandi sedangkan Willy menyiapkan pakaian kerja rey.tak lama Rey keluar hanya menggunakan handuk sebatas pinggang menutupi area pribadinya,sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil, Willy terpesona oleh perbuatan Rey.
"Sayang kamu seksi sekali." sambil menelan salivanya.
"Terima kasi sayang." ucapnya.
"Mau ku bantu mengeringkan rambutmu." ucapnya menghampiri Rey langsung memeluk nya sambil menghirup dalam dalam aroma maskulin dari tubuh Rey.
"Sayang jangan menggodaku,nanti aku hilaf memakan mu,aku harus bekerja ada rapat penting hari ini." sambil melepaskan pelukan Willy.
"Kamu sangat menggoda sayang,ayo cepat pakai baju mu bisa bisa aku memakan mu jika kamu seperti itu." sambil memakaikan baju Rey.
"Sayang pasangkan dasi ku." sambil memberikan dasi abu abu itu pada Willy.
Willy dengan cekatan memakaikan dasi untuk Rey,sadang kan Rey terus memperhatikan istri cantik nya itu,selesai memakaikan dasi pada Rey, Rey langsung menghadiahkan kecupan di kening Willy membuat wanita itu tersipu malu.
"Sudah selesai,kamu semakin tampan,dengan pakaian seperti ini." sambil mengusap jas Rey dibagian dada.
"Terima kasih sayang,mari kita sarapan bersama." ucapnya menggandeng tangan istrinya.
Mereka pun sarapan bersama dengan sandwich kesukaan Rey ditemani segelas susu, selesai sarapan Willy mengantar suaminya sampai kedalam mobil,hal yang jarang dilakukan nya, Rey tau semua yang dilakukan Willy pagi ini upaya untuk mendapatkan maaf nya agar semua kartu yang diberikan padanya diaktifkan kembali oleh rey.
"Semangat kerja ya sayang,aku menunggu mu pulang,jangan lupa untuk makan siang,jangan terlalu lelah,ok." sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Ok,kamu hati hati dirumah,nanti ada pelayan salon datang kesini untuk membantu mu bersiap siap untuk acara malam nanti." ucapnya sambil mengelus rambut Willy.
Rey masuk kedalam mobil meninggalkan rumah itu menuju kantor galaxy miliknya,selama didalam mobil dia berbicara hangat kepada sekertaris Hens.
"Bagaimana kabar Kelvin Hens?." tanyanya.
"Menurut laporan Dokter mikel,tuan kecil tidak mau berbicara kepada siapapun kecuali nona key,mungkin tuan kecil Masi syok dengan perkelahian kemarin." ucapnya menjelaskan.
"Apa dia terluka?." merasa bersalah.
"Hanya bahunya saja terdapat memar dan sedikit bengkak,tapi nona key selalu mengurutnya ketika tuan kecil tidur." ucapnya menjelaskan nya.
"Berikan perawatan yang terbaik untuk anakku agar dia cepat pulih dan kembali kerumah." dengan tegas.
"Baik tuan muda." ucap Rey.
Tak lama mereka sampai di kantor,dan langsung masuk kedalam life pribadi tuan Rey untuk menuju keruangan nya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah kepergian Rey,para pelayan salon pun datang untuk melakukan perawatan kepada Willy sesuai yang diucapkan oleh Rey.cukup lama perawatan yang dilakukan mereka untuk mencapai hasil yang sempurna.
"Oh ya apa Rey telah menyiapkan gaun untuk ku kenakan malam ini." ucap ku.
"Sudah nyonya,tuan Rey memilih gaun ternama berwarna unggu lavender yang terbuat dari sutra mahal,beserta perhiasan yang menambah karisma anda." ucap pelayan itu.
"Benarkah aku tak sabar menggunakannya untuk memamerkan kepada teman teman teman sosialita ku." sambil menikmati pijatan pelayan itu.
Acara perjamuan yang telah ditunggu pun segera akan dimulai, sedangkan Willy sudah siap dengan gaun super mahal yang diberikan oleh Rey,dia tampak anggun malam ini,membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona,sedangkan Rey menggunakan tuxedo putih dengan jam mahal melingkar di pergelangan tangannya semakin menambah karisma nya.mereka pun pergi menggunakan mobil BMW keluaran terbaru berwarna putih dengan Hens yang mengemudi.
Sesampai di mansion mewah bak istana itu, yang telah dipenuhi oleh para undangan kelas atas semua orang menoleh pada pasangan serasi yang baru memasuki ruangan itu yang tampak anggun dan tampan ditambah barang barang mahal yang mereka gunakan semakin membuat mereka menonjol dari yang lain.membuat mereka merasa iri dan kagum sehingga menimbulkan bisik bisik halus disekitarnya.
"Bukan kah itu Presdir galaxy,tumben dia mau menghadiri acara perjamuan seperti ini."
"Ku dengar dia itu sangat sombong,dia tidak pernah pergi ke acara pesta.sekalipun jika perusahaan besar mengundangnya."
"Benar dia juga terkenal dengan kekejaman nya mendisiplinkan para bawahannya,terutama sekertaris nya itu membuat siapa saja bergedik ngeri mencari masalah dengannya."
Seperti itulah kurang lebih bisik bisik yang dapat didengar oleh Willy,tak lama mereka pun sampai dihadapan orang pembuat acara megah ini.
"Ternyata kau hidup degan baik,selama meninggalkan Mension ini.sampai lupa mengunjungi kami." ucap papa menyindir Rey.
"Aku terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu mengunjungi kalian." ucapku jujur.
"Apakah kamu tidak merindukan mama mu ini,apakah harus kami kerumah mu untuk mengobati rindu kami pada anak bungsu kami yang satu ini." ucapnya dengan lebay nya.
"Mama terlalu lebay, bilang aja mama seneng Rey keluar dari rumah ini mengurangi pengeluaran dirumah ini." ucapku sinis.
"Pa lihat Rey, kekakuan nya menjadi jadi setelah punya istri dan anak." ucapnya mengadu pada pawangnya.
"Kenapa lihat lihat Rey,tampan ya,kaya ya,seksi ya." ucap ku kesal.
"kamu makin ngelunjak tengil nya semenjak di biarin hidup sendiri." ucap kak putri.
"emangnya ngapa kalau tengil,gak ngerugiin kalian juga." ucap ku.
"Dasar anak tengil." ucap mama menarik telingaku dihadapan para tamu sangking geramnya padaku.
"Ma hentikan citra ku bisa hancur karena ulah mama." ucap ku memegang tangannya.
"Biar aja hancur biar kamu gak tengil lagi." sambil melepaskan tangannya dari telinga ku.
"Coba aja aku gak datang,pasti aku udah enak enak dengan Willy." ucapku menggerutu tapi dapat didengar oleh mereka.
__ADS_1
"Dasar bocah laknat,gak ada sopan santunnya Sama orang tua." hendak menarik telingaku tapi aku cepat cepat lari meninggalkan mereka,dengan mama mengelus dadanya.
"Maaf atas kelakuan Rey ma pa,dia orangnya emang suka iseng sama orang yang dia sayangi." ucap Willy dengan anggun.
"Kami dapat memaklumi anak itu,dia memang seperti itu jika sudah ketemu dengan induknya,oh ya sayang bagaimana kabar cucu ku." tanyanya dengan antusias.
"Kelvin sudah mulai sehat malah dia sudah berani berbicara seperti sebelumnya." sambil merapikan rambutnya agar terlihat anggun.
"Oh bagus lah lain kali kami akan melihat nya kerumah,kamu nikmati pesta nya ya,kami mau kesebelah sana menyambut para tamu." meninggalkan Willy.
Tak lama nampak bisik bisik dari para tamu undangan sambil melihat kedatangan seseorang pemuda tampan yang membuat para jomblo maju kedepan,untuk menarik perhatian pemuda itu.
"Wah suami idaman Ku datang,apakah aku masi terlihat cantik,apakah dadaku masih terlihat seksi,aku harus menarik perhatiannya?." ucap salah satu gadis.
"Kamu terlalu heboh,orang seperti mu itu tidak akan membuat nya tergoda.melihat mu saja bisa bisa dia mual." ucap gadis lainnya.
"Bilang aja kalian iri padaku karena dadaku lebih besar dari biji salak punya kalian." ucap gadis itu.
Seperti itulah kehebohan para jomblo yang ingin menarik pemuda tampan itu.tak lama datang Luna dan Amel menghampiriku.
"Hai Willy, bagaimana kabarmu, maaf kan kejadian kemarin ya,sungguh saat itu kami hanya terbawa emosi sesaat saja." ucap Amel.
"Ia Will,sebagai permintaan maaf kami,kami akan mentraktir mu minuman alkohol terbaru di club malam biasa ya,kamu mau kan."ucap Laura.
"Sorry gue gak bisa soalnya Rey melarang ku keluar rumah,mungkin lain kali saja." ucapku.
Aku tau mereka menghampiri karena melihat semua yang ku pakai barang barang limed Edition,menandakan bahwa aku tak sekere yang mereka pikir waktu itu.
"Oh ya Wil kamu Masi ingat kan dengan taruhan kita waktu itu.kamu kan mau menaklukan pemuda kelurga Abraham itu." ucap Amel.
"Tentu saja aku masi ingat,tapi untuk sekarang aku belum bisa karena Masi dikurung oleh Rey." ucapku memberikan alasan.
"Pemuda itu hadir Lo di jamuan ini,kami ingin lihat kamu menarik perhatiannya." ucap Laura.
"Oh ya,yang mana pemuda itu,aku penasaran dengan karisma yang dia punya." ucap Willy celingukan.
"Itu disana yang pakai tuxedo warna navy." sambil menunjuk pemuda itu.
Seketika itu aku mengikuti arah yang ditunjuk nya,aku pun kagum oleh seorang pria yang berkulit putih,ditambah rambutnya disisir rapi dan giginya terdapat gingsul menambah kesan manis jika dia tersenyum membuat para gadis meleleh karena tersihir senyuman nya itu.
"Benar dia sangat tampan mengalahkan Rey." tak berkedip menatapnya.
"Kalau begitu ayo coba tebar pesona mu buat dia bertekuk lutut olehmu,aku dengar dia lebih kaya dari Rey Lo." ucap Amel sambil mengedipkan matanya.
"Kalian lihat saja pertujukan baru saja akan dimulai,ingat janji kalian padaku." ucapku berlalu meninggalkan mereka.
Aku pura pura mengambil segelas minuman sambil memperhatikan keadaan sekitar,aku lihat Rey sedang sibuk berbicara dengan rekan bisnisnya sedangkan keluarganya sedang sibuk dengan urusan masing masing,ketika pemuda itu berlalu mengambil minuman,inilah waktu yang tepat menurutku untuk menghampirinya.
Akupun menghampiri dengan pura pura jatuh dihadapan nya,air yang dia pegang tertumpah di gaun ku,sedangkan aku yang ingin terjatuh ditahan nya oleh lengan kekarnya.cukup lama kami saling tatap tatapan tanpa ada satupun menyadarinya.
"Maaf kan aku tuan,aku sungguh ceroboh.apa kah kamu tidak apa apa." ucapku dengan suara lembut.
"Oh tidak apa apa,lain kali hati hati ya,maaf gaun cantikmu jadi kotor karena minuman ku." ucapnya gelagapan mungkin dia terpesona oleh kecantikan ku.
"Tidak apa apa,aku yang salah.oh ya perkenalkan namaku Willy Wilona wijaya.kalau boleh tau nama kamu siapa." sambil mengulurkan tanganku.
"Namaku Aditya Austin Abraham.anda bisa memanggil Austin." sambil membalas uluran tanganku.
"Senang berkenalan dengan anda,jika anda waktu saya akan mentraktir anda makan sebagai permintaan maaf saya." sambil tersenyum Malu malu.
"Suatu kehormatan bagi saya bisa ditraktir oleh wanita cantik seperti anda,ini kartu namaku kabari kapan kamu mau mentraktir ku,kapan pun aku siap." ujarnya sambil menyelipkan kartu namanya ditangan nya.
Akupun dengan senang hati menyimpan kartu namanya,tanpa sepengetahuan siapapun kecuali dua teman ku itu
__ADS_1