Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 45 (Mengenal Austin )


__ADS_3

Puas itu lah yang aku rasakan sejauh ini aku berhasil dekat dengan Willy wanita dengan sejuta muslihat itu,aku dekat dengannya bukan karena suka ataupun mau memanfaatkan nya.tapi aku punya alasan tersendiri.


Aku rela menuruti keinginan dia beberapa waktu lalu agar dia jatuh ke pelukan ku.ketika aku mengajaknya berbuat intim sudah ku duga dia akan menerima ku dengan senang hati,dengan membuka lebar pahanya untuk ku, dasar wanita murahan.


Entah kenapa Abang ku itu bisa jatuh dalam pesonanya yang tidak ada kadar adabnya sama sekali.


"Austin darimana saja kamu,kenapa kamu tidak hadir di perusahaan beberapa waktu lalu?." tanya papa ku.


"Bukan urusan papa." jawab ku dingin.


"Kamu harusnya fokus untuk membuat perusahaan kita maju.kamu tahu kan papa mendapatkan nya dengan susah payah, Papa harap kamu menghargai nya." omel papa ku.


"Kenapa aku yang harus membuat maju perusahaan itu.bukankah dari awal papa yang menginginkan perusahaan itu, kenapa tidak papa urus sendiri saja." celetukku.


"Kamu jangan kurang ajar, aku telah menyekolahkan mu tinggi tinggi setelah lulus kamu tidak mau mengembangkan perusahaan kita.memangnya kamu mau jadi apa jika tidak mengurus perusahaan kita." ucapnya marah.


"Aku bisa jadi apa saja.yang jelas tidak sama seperti mu." ucap Austin menahan emosi.


"Dasar anak kurang ajar,jika kamu tidak mau papa akan...." ujar nya langsung ku potong ucapnya.


"Mau apa, mau mengancam ku seperti dulu.bukankah bahan ancaman mu sudah mati karena ulah mu, kadang aku heran kenapa aku bisa lahir menjadi anakmu.jika aku bisa memilih aku lebih baik menjadi anak pemulung dari pada anakmu." Berteriak marah.


"Dasar anak tidak tahu diri." memaki sambil mengangkat tangannya hendak menampar Austin tapi di tahan oleh Austin.


"Kamu dengar baik baik,aku bukan Austin yang dulu yang diam saja jika kamu memukulku dan akan tunduk dengan perintah mu,semenjak dia tidak ada aku bisa menghancurkan apa saja yang aku mau sekalipun orang tua ku sendiri." sambil menghempaskan tangan papanya.


"Berani kamu melawan papamu sendiri,kamu harusnya sadar diri karena aku kamu ada dunia ini." ucapnya dengan emosi.


"lalu bagaimana dengan Anda,bukankah anda juga melawan pada Kakek ku,kenapa sekarang aku tidak boleh melawan mu.bukankah buah yang anda tanam dahulu sudah mulai Anda tuai." ucapan ku membuat dia terdiam membisu.


Merasa dia tidak membalas ucapan ku,aku memutuskan meninggalkan papa ku di ruangan itu dan menuju ke kamar ku.

__ADS_1


"Sayang kamu lihat aku disini,aku sendiri sekarang.abang yang aku sayangi yang selalu melindungi ku sekarang malah membenciku.aku sendiri disini hiks hiks salahkan jika aku lelaki yang kuat di mata orang lain ini menangis hiks hiks,bahkan tidak ada bahu yang bisa ku gunakan untuk bersandar. disaat seperti ini hiks hiks." gumam Austin menangis di balkon kamar nya.


Inilah sisi lain dari Austin yang tidak diketahui oleh orang lain,dia bisa lelah menghadapi cobaan yang tuhan berikan dan kadang menangis seperti ini di balkon kamar nya dengan di temani gemerlap bintang dan cahaya bulan.


"Seandainya waktu itu kamu jujur denganku,aku akan menolong mu lolos dari jebakan itu.kamu tidak akan menanggung semua itu dan meninggalkan ku,aku janji akan membalas kematian mu pada wanita itu." ucapnya dengan tatapan yang penuh dendam.


*****


"Bagaimana ini ma,Austin tidak mau memimpin perusahaan papa?." ucap Bimo pada istri nya.


"Kita biarkan saja dia ingin melakukan apa,nanti jika suasana hati nya membaik baru kita bicarakan ini semua padanya." saran Tina.


"Anak itu sangat keras kepala.padahal aku sudah mendidik dia dengan baik,tapi setelah besar dia malah menentang ku." gerutu Bimo.


"Udahlah pa jangan di pikirkan mama yakin Austin akan patuh pada kita." ucap Tina menenangkan suaminya.


"Patuh bagaimana ma,anak itu tidak akan melakukan apa yang kita inginkan jika kita tidak mengancamnya." balas bimo kesal.


"maksud mama gimana?coba jelaskan langsung ke inti nya jangan bertele-tele.papa tidak mengerti." semakin membuat Bimo kesal.


"Kita bujuk Austin untuk melakukan rencana kita nanti jika dia berhasil kita akan kasih tahu Selak beluk kematian wanita yang dia cintai itu.mama yakin dia setuju." ucap Tina dengan ide liciknya yang di sambut senyum lebar bimo.


"Hahaha ide bagus sayang,kamu adalah belahan hatiku yang sangat aku cintai aku semakin cinta pada mu Tina ku." ujarnya senang.


"Papa bikin baper mama aja." ucapnya mengelus paha papa ku dengan semburan merah di wajahnya.


"Kamu semakin cantik dengan wajah seperti itu,kamu tidak berubah akan tersenyum malu jika aku menggombali mu." sambil mengarahkan tangan Tina pada burung perkutut nya.


"Ih papa nakal,inget pa anak udah besar malu jika kita punya anak lagi." ucap Tina menarik cepat anaknya.


"Emangnya kenapa jika kita punya anak lagi, Austin akan memaklumi itu semua,dia sudah besar pasti mengerti." ujarnya dengan tangannya sudah menjalar kemana-mana.

__ADS_1


"Udah ah pa,mama gak mau kasi papa jatah sebelum mama di belikan tas kulit buaya itu." sambil menjauh dari Bimo.


"Nanti papa belikan,setelah mama memuaskan papa." merayu Tina.


"Pesan tas nya sekarang,Papa kebiasaan lupa jika udah di kasi jatah." ujar Tina.


Bimo segera mengetikan sesuatu di handphone nya karena sekarang nafsunya sudah di ujung tanduk akibat perbuatan tangan nakal nya beberapa waktu lalu.


"Ini udah ma.sekarang lakukan tugas mama." ucapnya sambil melihat kan handphone nya pada istrinya.


"Siap papa ku sayang." ujar Tina dengan suara menggoda.


Mereka melakukan hal panas itu hanya dua putaran,karena faktor usia yang mereka.miliki sehingga stamina mereka tidak sekuat dulu lagi.melakukan dua putaran saja nafas keduanya nampak ngos-ngosan terutama Bimo.


"Puas kan pa,minum dulu pa?.Makanya pa jangan besar di nafsu inget juga di bawah gak kuat lagi kayak dulu karena usia mu." omel Tina.


"pinggang papa linu ma,ini semua gara gara mama?" ucap Bimo setelah minum.


"Kok papa nyalahin mama sih pa!." ucap Tina dengan Sewot.


"katanya mau muasin papa tapi tadi papa suruh di atas sambil goyang mamanya gak mau.papa batalin aja pesanan tas tadi." ujar Bimo duduk sambil mengetik sesuatu pada handphone nya.


"Gak bisa gitu dong pa, bagaimanapun tadi papa udah mama kasi jatah enak gak enak itu resiko papa." ucap Tina dengan kesal.


"Enak di mama dong,udan keenakan papa goyang tadi sampai merem melek di kasi tas pula.papa bisa rugi besar jika seperti ini." celetuk Bimo.


"Oh sekarang mulai itung itungan dengan istri nya sendiri." ujar Tina.


"Papa bercanda sayang.apa selama ini papa pernah pelit sama mama,dari segi makanan misalnya papa akan kasih makanan terenak bahkan jika mama melahap habis burung perkutut papa,papa kasi.kurang baik apa coba papa ke mama." menggoda Tina.


"Dasar suami mesum,mana perut buncitnya tak sentil." sambil berusaha menjetik perut Bimo.

__ADS_1


Bimo terus menghindar dari sentilan istrinya, sedang Tina terus mengincar perut buncit suaminya di selinggi dengan menggelitik ketiak Bimo.


__ADS_2