
Key asyik menatap Rey dari kejauhan.key tidak mengetahui bahwa suaminya itu menyadari jika ia sedang di pandangi oleh istrinya itu.merasa gemas dengan key yang terus menatap nya sehingga membuat dia gerogi dalam mengajar kan anak anak berenang.rey pun inisiatif untuk mendatangi istrinya itu.
Key melihat suaminya mulai berjalan mendekati nya mendadak menjadi salah tingkah dan memalingkan wajah pura pura tidak melihat Rey.
"Cantik,kenapa kamu menatap ku terus,hm." bisik Rey tepat di telinga key,membuat jantung key langsung berdebar kencang.
"Si...apa yang lihat kamu.aku tadi lihat Kelvin ya bukan kamu,jadi jangan ke Gr an deh." kilahnya tergagap,Rey hanya mengulas senyum melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.
"Oh ya.bukan kah Kelvin berada jauh dari ku,jadi nyonya kusumadewa jangan berbohong lagi.akui saja bahwa kamu sedang mengagumi ketampanan ku." terang Rey yang mampu membungkam mulut manis key.
"Kenapa diam?benar kan apa yang ku ucapkan.asal kamu tahu bunda Kelvin,kamu orang yang seribu satu kali yang mengagumi ketampanan ku.jadi berbangga lah memiliki suami seperti ku." key ternganga mendengar penuturan suaminya yang kepedean nya luar biasa itu,rasanya key ingin menyumpal mulut Rey yang nyerocos dari tadi.
"Sombong sekali anda.percuma tampan jika sudah tidak perjaka untuk apa,rugi dong anak perawan seperti ku menjadi istri mu." ledek key membuat Rey langsung mati kutu.
"Ternyata mulut mu sangat pedas,siapa pun tidak akan menang jika berdebat dengan mu. sebenarnya,bagaimana bisa kamu memiliki lidah tajam seperti itu di balik keanggunan mu." Rey sudah putus asa karena setiap dia berdebat dengan key selalu ia kalah,padahal jika berdebat di ruang rapat tidak ada menang dari nya.
"Apa?aku gak salah dengar nih,kamu bilang aku anggun.tuan anda orang yang seribu satu kali mengagumi keanggunan ku,jadi anda sangat beruntung memiliki istri seperti saya." tutur key membalikan perkataan Rey.sedangkan suaminya itu hanya mampu membuang nafas kasar.
"Cerdik sekali kamu membalikan perkataan ku,rasanya ingin ku cium bibir mu itu agar tidak bicara tajam lagi pada ku." ancam Rey membuat key repleks menutup bibirnya dengan kedua tangan.
"Kenapa takut ya?." goda Rey sambil mendekatkan wajahnya ke wajah key.
Bugh.
Key menendang perut Rey sehingga dia langsung terjauh dari key dan merintih kesakitan sambil memegang perutnya.
"Dasar mesum,rasain tendangan ku." umpat key sambil menatap rey tajam.
"Dasar istri durjana,awas kamu ya." ujar Rey bangkit dari duduknya dan ingin menangkap key.
"Pak tua ngamuk,lariiiii." ujar key sambil berlari menjauh dari key.
"Awas kamu key!!!." pekik Rey sambil mengejar istri nakal nya itu.
__ADS_1
Mereka berlari di kolam renang,walau mereka merasa kesulitan berlari di dalam air,tapi tetap diantara mereka tidak mau mengalah.mereka sama sama keras kepala.
Anak anak yang semula asyik berenang kini malah ketepian kolam dan bersorak riak melihat key dan Rey kejar kejaran.anak anak dengan semangat mensuport dua orang dewasa itu.
"Ayo bunda pasti bisa menang." teriak Kelvin dia mengira Daddy dan bunda nya itu sedang lomba lari di air.
"Om Rey harus menang,laki laki gak boleh kalah dengan perempuan." teriak Rogi membuat yang lain ikut ikutan teriak menyemangati dua orang dewasa itu.
"Astaga itu kenapa Rey bisa berlari seperti itu,apa dia gak malu di tonton sama para bocil." gumam Vian menepuk jidatnya,Vian melihat ulah anak tengil nya itu.
"REYHAN ALVIAN KUSUMADEWA!!!." teriak Vian yang mampu menghentikan arena balap lari itu.
"ADA APA,PA?." teriak balik Rey sambil menatap ke arah sang papa.
"KEMARI!." ujar Vian membuat Rey langsung patuh dengan perintah sang papa.
"Ada apa sih pah,ganggu orang aja." gerutu Rey dengan cemberut seperti bocah yang sedang merajuk.
Peletak.
Vian langsung menjitak kepala Rey,dia sungguh heran dengan kelakuan anak bungsunya satu ini.sifat anak anak Masi dia miliki meskipun sudah berkeluarga.
"Aduh kenapa papa memukul kepala ku?." protesnya membuat via menghela panjang karena anaknya ini tidak menyadari kesalahannya.
"Itu pantas kamu dapat kan,kenapa kamu mengejar istrimu?kamu gak lihat anak anak melihatnya.mereka Masi kecil,mata polos mereka bisa ternodai gara gara ulah mu." nasehat Vian dan langsung membuat Rey melihat sekitar nya dan benar saja anak anak saat ini sedang melihat kearahnya.
"Makanya kalau mau bermesraan lihat tempat dulu,jangan sampai melakukannya di depan anak anak,karena mereka mudah meniru apa yang dia lihat." ujar Vian membuat Rey manggut-manggut.
"Iya pa.aku ngerti kok." balas Rey dengan santainya.
Peletak.
Jitakan kembali Rey terima,Vian benar benar geram dengan perilaku anak nya yang satu ini.bagaimana bisa dia memiliki anak setengil ini.
__ADS_1
"Ngerti ngerti tapi ujungnya diulangi,kamu ini sebenarnya denger gak ucapan papa?." omel Vian dengan nada bicara mulai meninggi.
"Ngerti kok,pa.udah jangan jitak Aku lagi,malu pa di lihatin anak anak." ucap Rey sebenarnya dia malu di jitak oleh sang papa di hadapan istrinya.rey tahu pasti saat ini wanita itu sedang tersenyum mengejek kearahnya.
"Ya sudah papa pergi dulu,ingat pesan papa." pinta Vian sambil meninggalkan kolam itu.
Rey langsung berbalik kearah key,dia dapat melihat wanita itu sedang menahan tawa.
"Tertawalah sepuas hati mu.lihatlah malam nanti apa yang ku lakukan padamu?ku pastikan kamu tidak bisa tertawa mengejek seperti ini lagi." niat terselubung Rey.
"Anak anak bagaimana ajaran Daddy tadi?apa ada keluhan setelah kalian mencobanya?." Rey lebih memilih menghampiri anak anak di banding key,sungguh saat ini dia berusaha keras untuk tidak menghukum wanita itu.
"Jika Mimin sih om,susah waktu tangan dan kaki mendorong air,Mimin bukannya mengampung malah tenggelam." Mimin menjelaskan keluhan nya.
"Kalau Kelvin dad,susah ambil nafas.rasanya sesak gitu." sahut Kelvin.
"Jika Rogi om....." baru Rogi berbicara sudah anak anak tertawa,mereka tertawa terbahak-bahak membuat Rey mengerutkan kening.
"Hahahaha hahhah hahaha." tawa para bocil mengehentikan ucapan Rogi.
"Iss kalian gak sopan banget sih,aku mau bicara malah di tertawain." celoteh Rogi kesal dengan para saudaranya itu.
"Kenapa kalian menertawai Rogi,nak?kasihan dia." tanya Rey lembut.
"Tadi om Rogi kentut dalam air, katanya biar cepat bisa berenang." adu Dira sambil memegangi perutnya.
"Apa hubungan kentut dengan berenang?dasar Rogi pemikiran kamu aneh aneh aja." seru Rey menggeleng kepala.
"Kata Rogi nanti kalau kita kentut kita akan terdorong ke depan,itu bisa memudahkan kita berenang.kata nya gak capek cepek lagi mengerakan kaki dan tangan." tutur Anton membuat Rey langsung tersenyum tipis.
"Emangnya kentut itu mesin bisa mengerakan sesuatu di atas air." ledek Rey membuat Rogi cengengesan.
"Iya deh, pemikiran ku tadi salah." ujar Rogi mengakui kesalahannya,membuat para saudaranya tertawa kembali.
__ADS_1