Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 57 ( mengintip )


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusan kantor,aku memutuskan untuk pulang ke rumah.aku tahu pasti saat ini mama ku sedang cemas karena handphone nya di copet oleh orang suruhan ku.


"Bagaimana perkembangan perusahaan kita nak?." tanya Bimo di memecahkan keheningan makan malam.


"Ya seperti itulah." jawabku sambil mengunyah kembali makanan ku.


"Oh ya ma,tadi ada seseorang ingin menjual handphone padaku,tapi anehnya handphone itu sama persis dengan punya mama." jelas Austin berdusta.


"Beneran nak,tadi siang handphone mama di copet.mungkin itu benar handphone mama." jawab Tina senang.


"Tapi kamu beli kan handphone itu?." sahut Bimo.


"Ya pa aku beli,nanti selesai makan aku kasi ke mama." jawab Austin.


Setelah makan malam,seperti yang Austin bilang dia akan memberikan handphone itu pada mama nya.


"Ini handphone nya, jaga baik baik ya ma!.agar tidak di copet lagi." saran Austin sambil memberikan handphone itu pada Tina.


"Terimakasih saran nya anak ku ganteng." puji Tina sambil mengambil handphone nya.


"Oh ya ma,tadi aku sempat memeriksa handphone mama.maaf ya ma." ucap Austin yang langsung membuat wajah Bimo pias.


"Oh gak apa apa nak." ujar Tina dengan wajah dipaksakan tersenyum.


"Yaudah aku ke kamar dulu ma..pa,mau istirahat." pamit Austin.


"Ia nak,istirahatlah.selamat malam." balas Tina yang langsung di angguki oleh Austin.


Setelah melihat Austin menghilang dari pandangan mereka,Bimo langsung menarik istri nya keruang tamu.


"Ma.. Austin pasti udah lihat video itu." ujar Bimo panik.


"Mama juga berpikir seperti itu pa.lalu sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menekan Austin untuk nurut dengan kita pa?bisa hancur rencana kita pa." jelas Tina cemas.


"Gimana kita tekan lagi anak itu dengan potongan video lainnya?." usul Bimo pada istrinya.


"Tapi masalahnya video itu di pegang dengan Datuk itu.kita tidak punya pa." keluh Tina.


"Kita punya sayang,papa menyimpan nya." balas bimo memegang kedua pundak istri nya.


"Emang papa nyimpan dimana?kok mama gak tahu." celetuk Tina.


"Di hati ku sayang." kekeh Bimo mempermainkan istrinya.


"Pa...mama lagi serius juga." sewot Tina dengan wajah cemberut nya.


"Hehe..papa simpan di ruang kerja papa,dekat komputer merah hati pemberian mama." jelas Bimo pada istri nya.


"Oh jadi video itu papa simpan disana.aku harus segera kesana mumpung mereka lagi di sini,semoga aku mendapat kan video itu malam ini." Austin meninggalkan tempat persembunyian.

__ADS_1


Austin mengintip pembicaraan orang tuanya itu,sebenarnya tadi dia tidak betul betul pergi ke kamar karena itu hanya akal akalan nya saja untuk mengelabuhi orang tuanya.


"Ini kan komputernya,aku harus cepat menyalin semua video ini di flashdisk ku,sebelum papa kemari." gumam Austin di dalam ruang kerja Bimo.


Dengan cepat Austin menyalin data penting itu,selesai menyalin dia menghapus jejak penyalinan itu agar Bimo tidak curiga.


Setelah di rasa urusan nya beres,Austin keluar dari ruangan itu dengan hati hati agar tidak di ketahui.dia segera menuju kamar nya untuk melihat video yang dia cari itu.


"Akhirnya aku berhasil huh." gumam Austin membuang napas kasar.


Cklek.


Austin mengunci pintu kamarnya.agar tidak seorang pun dapat masuk mengganggu aktivitas dia.setelah di rasa aman Austin mulai memasukan flashdisk itu di komputer milik nya dan mulai mengotak Atik komputer miliknya.


"Dimana video itu,ya Tuhan bantu hamba menemukan video itu." gumam Austin berdoa.


Kurang lebih satu jam Austin mencari video


yang dia ingin kan,akhirnya dia menemukan nya setelah membuka satu persatu video yang dia salin.


Didalam video itu menampilkan Willy tengah memegang pisau,sedangkan Nino sudah terbaring dengan bersimpah darah dalam keadaan tak bernyawa.


"Nino maaf kan aku,jangan tinggalkan aku hiks...hiks." ujar Willy sambil menangis.


"Dasar wanita murahan,selain murahan ternyata dia pembunuh.wanita itu kejam sekali dia telah melenyapkan Nino beserta jasadnya.entah dimana dia menyembunyikan jasad nino,AKhhh." teriak Austin.


🎶Aku belum mandi


🎶Tak tuntuang tak tuntuang


🎶Tapi masih cantik juga


🎶Tak tuntuang tak tuntuang


🎶Apalagi kalau sudah mandi takk tuntuang


🎶Pasti cantik sekali


Bayu bersenandung lagu dengan jogetan nya, saat ini dia sedang berada di halaman rumah.kebetulan Bayu mencuci salah satu mobil milik Rey.


"Kerja yang bener,jangan joget aja." dumel angel.


"Woy woy yang punya kuping dengerin ya,ni si angel bodi papa sekeping lagi iri dengan body montok eiyke." teriak Bayu memuji diri sendiri.


"Hu..hu...hu.." sahut kami serentak menyoraki dia.


"Paling itu pantat palsu." sahut Helen membuat kami tertawa.


"Enak aja,ini tu asli tahu.gak percaya eiyke buka celana eiyke di sini ya." protes Bayu.

__ADS_1


"Ogah gue lihat pantat lu yang berkeritib itu." sahut Mondy menimpali.


"Lo kok Aa Mondy tahu atau Jangan jangan Aa ngintip eiyke mandi ya." tuding Bayu.


"Amit amit gue ngintip Lo,gue Masi doyan strawberry bukan pisang kayak Lo." balas Mondy.


Aku tersenyum mendengar ocehan mereka,tapi ocehan itu berhenti tiba tiba kuping ku senyap.aku penasaran Dengan keadaan yang tiba tiba berubah membalikan badan dan melihat bahwa Rey sedang lewat mengontrol kinerja pelayan nya.


"Kerja lah yang benar,aku tidak suka kalian berteriak teriak dirumah ku seperti orang hutan saja.kalian tahu kan aku suka ketenangan." tegur Rey membuat pelayan disana menundukkan kepala.


"Tidak usah dengar ucapan dia,dia itu agak kurang kurang." ucap Key kepada pelayan disana.


"Aku yang menggaji mereka jadi aku berhak mengatur mereka.jika ada dari kalian tidak menyukai perintah ku maka tidak usah bekerja di rumah ku." ancam Rey membuat nyali pelayan makin menciut.


"Tuan kenapa anda emosi di pagi hari,apa istri tua mu tidak memberi jatah.kalau ia maka minta lah padaku." ujar key sambil mengelus dada suaminya.


"Diam lah kamu tidak tahu apa apa,sudah cukup kamu membuat ku kesal.jangan berbuat ulah lagi." ucap Rey kesal sambil menepis tangan key yang ada di dada nya.


"Ternyata suami ku ini sedang badmood,mari ikut aku!." ajak key menarik tangan suaminya.


"Kau Ingin membawa ku kemana?." tanya Rey.


"Ke belakang,aku ingin bermain dengan burung mu." jelas key membuat pelayan terkejut begitu pula Rey.


Rey hanya menurut ketika tangan nya di tarik oleh istri muda nya itu.hingga dia sampai di taman belakang yang ternyata disana sudah ada Kelvin dan pak man.


"Assalamualaikum semua." sapa key membuat mereka menoleh.


"Waalaikum salam." sahut mereka serentak.


"Oh ya pak man,mana burung elang yang baru Daddy Kelvin beli?." tanya key.


"Disana nona." ujar pak man menunjuk salah satu sudut taman.


"Ayo kita kesana." ajak key.


Mereka menuju burung elang itu,sampai disana burung agresif itu langsung berkicau mungkin dia senang tuannya ada di sana.


"Hey boy,apa kabarmu?." tanya Rey.elang itu langsung mengepakan sayapnya.


"Wah ini elang merah seperti film Upin Ipin itu." ucap Kelvin takjub.


"Iya Daddy membelinya di pelelangan kemarin,bagus kan." sahut Rey mengelus elang itu.


"Tapi bukannya kata kak Ros burung itu tidak boleh di tangkap atau di pelihara ya?." ucap Kelvin korban kartun.


"Ia sih,tapi ayah kan membelinya untuk menolong elang ini agar tidak di salah guna kan oleh orang jahat." jelas Rey membuat Kelvin mengangguk mengerti.


Pagi hari kami habiskan untuk bermain burung di selingi Senda gurau yang di lakukan Kelvin, membuat kami menikmati suasana ini.tanpa sadar Mood Rey beranjak baik,terlihat dari dia yang sering tersenyum dan tertawa bersama anaknya.

__ADS_1


__ADS_2