
"Hallo..." seru seseorang setelah panggilan tersambung.
"Ada apa Ika?." sahut wanita di sebrang sana.
"Kakak dimana?maafin aku ya kak,gara gara aku kakak di usir dari rumah ini." ucap Ika sambil duduk di balik pohon.
"Bukan salah kamu kok,ini salah kakak sendiri.coba aja kakak tidak terburu buru membuat tiang itu tumbang,pasti rencana kita gak ketahuan.kamu jangan Marasa bersalah lagi ya." sahut Willy.
"Kenapa Kakak seceroboh itu,padahal ika udah bilang kakak cuma perlu duduk manis,sambil melihat kehebohan yang Ika buat.tapi kenapa kakak langsung mengunakan ilmu kakak untuk mencelakai wanita itu." omel Ika sedangkan Willy terkekeh mendengarnya.
"Sudahlah semuanya sudah berlalu,kamu di sana hati hati.jangan berbuat bodoh seperti kakak mu ini.awasi orang dirumah,lalu laporkan semuanya padaku." titah Willy.
"Baik kakak ku,selamat malam." sahut Ika lalu Willy memutuskan panggilan.
"Awas saja orang orang yang telah menyakiti kakak ku,akan ku beri pelajaran." gumam Ika geram.
***
"Uhh...shitt." rintih wanita yang tak lain adalah key,melihat itu Rey segera menghampiri nya.
"Kamu sudah bangun,apa kamu merasakan sakit?." tanya Rey khawatir.
"Rey..sakit hiks hiks." adu key merengek merasa sakit di punggung nya.
"Duduk dulu,biar aku bantu." titah Rey sambil membantu key duduk dan menyandarkannya di dada nya.
"Shittt sakit sekali hiks hiks." adu key setelah selesai minum segelas air.
"Makanya kalau lihat tiang mau tumbang tu lari,bukan diem kayak patung.sakit kan punggung nya tertimpa tiang." omel Rey sedikit marah.
"Kamu kenapa sih suka banget plin plan.sifat kamu gak jelas banget,semalam baik besok nya jahat.jika kamu punya masalah jangan suka melampiaskan kemarahan kamu dengan orang lain." protes key dan menjauh dari key.
"Pergi aja kamu,aku gak suka kamu di sini." usir key sambil mengelus punggung nya yang terasa nyeri.
"Key aku minta maaf,aku salah." seru Rey sambil memeluk key.
"Kamu kenapa jahat banget sih,hiks hiks.kamu tahu aku sakit tapi kamu malah omelin aku,hiks hiks." seru key sambil memeluk dada bidang Rey.
"Cup..cup.berhenti ya nangisnya nanti anak kita bangun." bujuk Rey sambil mengelus pelan punggung key.
Deg.
__ADS_1
Mendengar kata 'anak kita' dari mulut Rey,tiba tiba dada key langsung berdebar,relung hati key juga menghangat.
"Mau makan apa,hmm?." tanya Rey sambil menghapus air mata ku.
"Makan nasgor buatan Bayu." pinta ku,membuat dia langsung mengotak Atik handphone nya.
Key sangat lapar,karena hari ini dia sangat sibuk dengan pesta ulta kelvin.sehingga melupakan jadwal untuk mengisi perutnya.
"Baiklah,cantik." serunya.rey mengotak Atik handphone nya.
Sedangkan key mencoba menahan gejolak di dadanya ketika Rey memuji dirinya.
Rey terus mengelus kepala key sambil menunggu makanan datang,ketika Bayu masuk membawa pesanan tuan nya,dia terperangah sesaat karena melihat kemersaan dia atas ranjang itu.
"Tuan ini pesanan anda." mendengar hal itu tuan dan nona nya itu langsung melihat kearah Bayu.
"Ok,pergilah." seru Rey setelah mengambil nasgor itu dari tangan Bayu.
"Terimakasih Bayu." seru key dengan lirih, sedangkan Bayu melihat key dengan senyum mengejek.
"Sama sama nona." balas bayu.rey mengerakan tangan dia meminta Bayu untuk pergi.
"Biar aku suapi,kamu diam aja." seru rey.
"Aku mau makan sendiri,gak mau kamu suapi." tolak ku mecoba merebut nasgor itu dari tangan nya.
"Diam atau aku cium." ancam Rey sedangkan Bayu langsung berlari cepat menuju pintu dengan kemayu nya.
"Astaghfirullah pasti Bayu nyebar gosip pada angel dan Helen,dasar Bayu tukang nguping." gumam key melihat ke arah pintu.
"Apa yang kamu katakan?aku tidak dengar." tanya Rey melihat key bergumam.
"Gak ada apa apa kok." kilah key.
"Aaaa..ayo makan." ucap Rey sambil mengarahkan sendok ke mulutku,aku langsung memakan nasgor itu.
"Ekkk Alhamdulillah,akhirnya kenyang." key bersendawa setelah menghabiskan satu piring nasgor.
"Aduh." key kebalbasan dia lupa bawa punggung nya sakit,dia tanpa sadar menjauh dari dada Rey dan ingin duduk seperti orang sehat.
"Lagi,dah tau sakit mau duduk sendiri." omel Rey.
__ADS_1
Plak.
Key memukul lengan Rey,dia tidak terima di omelin olehnya.
"Kenapa kamu memukul ku ha?." cetus nya sambil mengelus lengannya.
"Karena mulutmu itu tajam sekali." celetuk key sambil menelungkup kan badan nya,dia melakukan itu tanpa malu dengan Rey.
"Duduk!!kamu lepas makan tidak baik langsung tidur,apalagi tidurnya menelungkup seperti itu." titah nya.aku hanya cemberut mendengar ucapannya.
"Tidak mau.aku mau bobo gak mau duduk." bantah ku membuat dia langsung mengangkat tubuh ku dan mendudukkan di pangkuan nya.
"Apa ansih.gak sopan tahu gak?." protes ku dan memberontak di atas pangkuan nya.
"Duduk dulu lima menit baru tidur.ingat punggung mu sakit jangan banyak gerak." saran nya sambil memeluk tubuh ku.tak ku pungkiri bahwa pelukan ini sangat nyaman,namun otak waras ku Masi berfungsi dengan baik untuk menepis rasa itu.
"Lepaskan aku,aku sangat risih duduk di pangkuan mu.aku mau duduk sendiri." aku terus memberontak dari pelukannya.
"Diam atau aku berbuat lebih dari ini." ancam nya,membuat ku sedikit takut.
"Tapi punggungku sakit bersandar di dada mu." seru ku,membuat ia langsung mengubah posisi duduk ku menghadap nya.lalu memeluk ku kembali dan mengelus punggung ku yang sakit.
"Buka baju mu." titah nya membuat aku langsung terkejut dan menjauh kan tubuh ku dari nya.
"Gak mau,kamu jangan macam macam dengan ku.aku akan menendang senjata mu jika kamu menyentuh tubuh ku." ancam ku sambil menyilangkan kedua tangan di dada.rasa perih di punggung ku seketika tak terasa,ketika aku lagi mode bahaya.
Cletak.
Rey menjintak keningku pelan,dia tersenyum saat melakukan itu.aku melihat senyum nya langsung terpukau beberapa saat.
"Aku ingin mengoles salep ke punggung mu,bukan mau melecehkan mu.dasar mesum." ledek nya membuat aku tersenyum kaku karena menuduh nya tadi.
"Tapi kalau kamu mau,aku siap kok memberikan pelayanan terbaik untuk mu,malam ini" Rey tersenyum mesum kearah ku,dia membuka kancing baju nya satu persatu,aku melihat hal itu langsung meneguk Saliva dengan susah payah.
"Rey kenapa kamu membuka baju?aku sedang sakit Rey,jangan melakukan itu pada ku." pinta ku,namun dia tetap membuka bajunya.
Aku menelan saliva ku dengan susah payah,ketika melihat otot kekar di tubuh Rey yang terpampang jelas di hadapan ku.aku berusaha mengalihkan penglihatan ku dari tubuhnya,namun mata s*alan ini tetap melihat kearah situ.
"Berkedip key,sini kalau mau pegang roti sobek.mana enak cuma di lihat tapi gak di pegang." goda nya membuat aku langsung mengalihkan pandangan ku.
"Dasar mesum." aku melemparkan bantal ke arahnya,sedangkan dia tertawa melihat kemarahan ku.
__ADS_1