
Mobil terus melaju membelah jalanan yang mulai sepi,karena hari sudah larut malam.di balik itu semua aku salut dengan pak supir dia tidak merasa lelah mengemudi sama sekali,bahkan kami tidak ada singgah hanya untuk sekedar beristirahat atau menunaikan sholat,untung aja aku lagi datang bulan sehingga tidak menjalankan kewajiban ku,sehingga setuju jika mobil melaju tanpa henti.
"Berapa lama lagi kita akan sampai pak?." tanya ku membuat dia sedikit tersentak.
"Mungkin dua jam lagi,saya sangka semua sedang tidur.saya kaget mendengar suara anda." balas nya.
"Saya tidak bisa tidur,oh ya pak!Bapak udah lama kerja jadi supir?." tanya key pelan agar tidak menggangu yang sedang tidur.
"Sudah nona,sekitar dua puluh tahunan." jawabnya membuat key takjub.
"Wah lama sekali,pantas saja bapak sudah cekatan membawa mobil.tidak capek atau lelah,ternyata bapak sudah terbiasa toh." jelas key.
"Iya nona,insyaallah saya akan mengemudi sampai tujuan dengan selamat." ujar nya.
"Saya yakin dengan kemampuan bapak." balas key.
Keheningan kembali melanda,key tanpa sadar memejamkan matanya karena kantuk yang mulai menghampirinya.
"Cu...oh cucuku yang manis...bangun." suara itu samar terdengar di telinga key.
"Apalagi sih nek,ganggu orang tidur aja." gerutu key.
"Ada hal penting,ayo bangun dulu." ujar nenek mustika.
"Tentang apa sih?." tanya key mulai menegakan badan menatap nenek mustika.
"Kamu dengar baik baik ya...di rumah mertua mu lebih berbahaya...kamu harus lebih berhati hati." saran nenek mustika.
"Bahaya apa lagi sih nek,teror aja belum selesai udah ada bahaya lagi.gak ada habis nya apa?." ucap key kesal.
"Kamu harus sabar,kamu harus ingat hanya orang tertentu yang di berikan cobaan pada yang maha kuasa,karena derajat nya sedang naik.jadi kamu harus tabah menghadapi nya,ok." seru nenek mustika.
"Baiklah,panggil aku seperti ini.jika aku di ganggu para siluman atau dalam bahaya,karena aku sangat butuh saran dari mu." ujar key.
"Ok cucuku, cincin yang ku kasi jangan kamu lepas,karena dia sangat bisa di andalkan,dia dapat menolong mu." sarannya.
Pembicaraan singkat di alam mimpi itu berakhir,karena key mendapat goncangan dari alam nyata,entah siapa pelaku nya.
"Emmmm...aku ingin tidur....jangan ganggu." gumam key Masi memejamkan mata.
"Bunda..ayo bangun..sudah sampai." ucap Kelvin sambil menggoyangkan lengan key.
"Apa...sudah sampai." teriak key langsung bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Iya bunda udah sampai..lihat Oma udah nunggu kita dari tadi,bahkan barang bawaan kita sudah habis di bawa masuk kedalam oleh para pelayan." tutur Kelvin.
"Astaghfirullah nak,kenapa baru bangunin sekarang,mana bunda baru bangun tidur.tai mata belum di bersihkan,belum lagi air liur di pipi bunda,makin hancur ni wajah bunda." ujar key heboh.
"Dari tadi kami bangunin bunda,bunda nya gak bangun bangun seperti orang pingsan." sahut Dira.
"Ia bunda,kami gak bernai turun jika gak sama bunda.kami takut." adu Anton.
"Astaghfirullah tunggu sebentar bunda membersihkan kotoran di wajah bunda,setidaknya wajah bunda lebih bersih dari sebelumnya." ujar key sambil mengelap wajahnya dengan tisu.
"Udah ah bunda kelamaan,wajah bunda udah bersih tu." ucap Kelvin.
Menghadapi tiga ocehan bocil membuat key mengalah untuk turun dari mobil,untuk menemui keluarga key, degup jantung key berdebar kencang sungguh dia takut saat ini, bagaimana jika dia langsung di usir dari sini?sungguh pikiran negatif itu tiba tiba muncul di pikiran key.
"Assalamualaikum." sapa key dengan suara kecil.
"Waalaikum salam,loh kok Kelvin sembunyi gitu sih,takut ya dengan Oma?." tanya Wati melihat kelvin sembunyi di belakang key.
"Kelvin...di tanya tu,gak sopan jika kamu seperti itu." tegur key pelan.
"Takut bunda." balasnya dengan suara lirih.
"Maaf nyonya seperti nya Kelvin Masi agak canggung." seru key sambil tersenyum kaku.
Kami berempat mulai masuk di rumah yang menurutku menyeramkan,karena terlalu besar belum lagi gaya desainnya ala ala Kuno,makin seramlah suasana rumah ini.
"Maaf nyonya boleh kami beristirahat,soalnya anak anak semalaman berada di mobil,saya takut dia kurang istirahat." tutur key sopan.
"Oh boleh,silahkan.nanti ada pelayan yang mengantar kan kalian di kamar tamu." seru Wati.
"Terimakasih nyonya." ujar key.
Tak lama pelayan yang di maksud Wati tiba,key dengan segera mengikuti pelayan itu, sungguh saat ini dia ingin segera sampai di dalam kamar untuk merebahkan diri di kasur empuk.
"Akhirnya bisa berbaring." ujar key setelah berbaring di sisi ranjang.
"Capek nya..pantat ku rasanya kempes karena kelamaan duduk." adu Anton.
"Kalau pantat ku rasa nya panas,bokongku rasanya nyut nyutan." seru Kelvin.
"Alah Masi kecil aja,udah banyak keluhan.mau di panggilkan dokter?." tawar key.
"Gak usah bunda,bikin malu aja." cegah Kelvin membuat key memonyongkan bibir.
__ADS_1
"Kalian yang duduk aja secapek ini,bagaimana pak supir yang nyetir nonstop gak ada hentinya?." tanya key.
"Bunda tau dari mana?Pak supir gak ada berhenti?." tanya Kelvin penasaran.
"Tau lah,orang bunda gak ada tidur.sudah mau pagi baru tidur,itu pun di bangunin oleh kalian." jawab key.
"Oh ya,kasihan sekali bunda,sini bobo.kekvin gak bangunin lagi kok,suwer." ujar Kelvin.
"Hoamm,bunda bobo dulu ya." seru key yang sudah menguap.
Key tidur dengan pulas,sedangkan tiga bocil menonton.tak lama pak man datang meminta para bocil untuk makan siang di meja makan,karena mereka sudah di tunggu oleh keluarga besar.
"Aduh kakek,kami kurang enak badan.tolong sampaikan pada Oma dan opa,Kelvin gak bisa ikut makan siang bersama mereka.kami makan siang di kamar saja." tolak Kelvin.
"Tapi tuan kecil ini adalah kali pertama anda datang,jadi nyonya besar sangat berharap bisa makan siang bersama anda." pujuk pak man.
"Kan Masi ada hari esok kakek,lagi pula Kelvin Masi lama liburan di sini,untuk hari ini Kelvin tidka bisa makan siang bersama mereka,bilang saja Kelvin gak enak badan,ok." tolak lagi Kelvin.
"Tapi..." ujar pak man tapi langsung di potong oleh kelvin.
"Gak ada tapi tapian kek,bilang aja seperti itu.lagi pula bunda sedang tidur, tidak mungkin Kelvin tinggalkan sendiri di tempat asing seperti ini." tutur Kelvin sedangkan dua bocil lainnya sedang menyimak percakapan itu.
"Baik tuan kecil saya akan sampaikan,untuk makan siang anda,akan segera saya bawakan." ujar pak man sambil meninggalkan kamar itu.
Setengah jam pak man baru datang,Kelvin dan yang lainnya sudah kelaparan,melihat kedatangan pak man membuat mereka tersenyum girang.
"Kenapa lama sekali kek?." tanya Kelvin sambil membantu pak man menyusun makanan.
"Tadi saya,sedang memasak makanan lokal untuk anda,karena menu makan siang yang di masak koki rumah ini semuanya masakan barat saya yakin anda tidak menyukai." ujar pak man.
"Terimakasih kakek,Kelvin sangka Oma marah. sehingga tidak membolehkan kakek,membawa makanan kemari ." tutur Kelvin membuat pak man tersenyum.
"Oma mu tidak mungkin sepeti itu,pertama kali aku lihat dia,bisa ku lihat dia itu sangat baik." sahut Dira.
"Benar,tidak mungkin hanya karena kamu tidak ikut makan siang,Samapi sampai tidak di bolehin makan,itu namanya penindasan." tutur Anton.
"Aku tadi hanya kepikiran seperti itu,mungkin aku terlalu berpikir buruk pada Oma ku." seru Kelvin.
"Negatif thinking itu gak baik loh Kelvin,kata bunda." seru Dira mengingatkan.
" iya aku ingat kok,kedepannya aku tidak melakukan itu lagi." ujar Kelvin.
"Ayo silahkan di nikmati,habiskan ya.untuk bunda kalian udah saya simpanan." pinta pak man.
__ADS_1
Tiga bocil itu menikmati makan buatan pak man,walau hanya sederhana tapi sangat nikmat di lidah mereka.terbukti dengan semua makanan yang telah di habiskan mereka.