
Key terkejut mendengar kabar kebakaran dari para bocil,dia merasa kejadian itu tidak nyata melainkan mimpi belaka.
"Kalian lagi gak ngeprank bunda kan?." tanya key Curiga.
"Enggak Bun,mana mau kami ngeprank bunda, kebakaran itu memang terjadi Bun,kakek sendiri yang kasi tahu kami." jelas Kelvin lagi.
"Jika itu benar,lalu kita akan tinggal dimana?" seru key bingung.
"Daddy Kelvin kan kaya,bisa jadi Daddy beli rumah lagi." balas Kelvin sedikit sombong.
"Ia bunda tahu,tapi bagaimana jika Daddy mu meminta kita tinggal disini,Bisa perang terus bunda dengan Oma mu." celetuk key.
"Mudahan Daddy Kelvin tidak tinggal di sini." doa Dira.
Pembicaraan mereka terhenti ketika salah satu pelayan masuk sambil membawa makan siang untuk mereka, seperti nya pelayan yang bekerja di sini.
"Kemana pak man?tumben kamu yang antarkan kami makanan." tanya key.
"Pak man sedang mengurus kebakaran di rumah tuan Rey,jadi saya di perintah kan untuk membawa makanan ini ke mari." ujar pelayan wanita itu.
"Siapa yang menyuruh mu membawa makanan itu kemari?." tanya key mulai mengintrogasi.
"Tuan muda Rey nona." ucapnya.
"Letakan makanan itu di sana,lalu keluarlah." titah key dengan wajah curiga nya.
Pelayan itu meletakan napan di salah satu meja,lalu segera meninggalkan kamar itu.selama pelayan itu melakukan hal itu Mata key terus memperhatikan pergerakan nya,hal itu membuat pelayan itu risih.
"Kenapa bunda lihatin pelayan itu terus?Kasihan pelayan nya jadi takut." celetuk Kelvin.
"Tidak ada,bunda hanya melihat saja.bunda takut dia ada niat jahat pada kita." jelas key.
"Gak boleh berburuk sangka bunda,gak baik." sahut Anton mengingat kan.
"Bukan berburuk sangka,bunda hanya berjaga jaga saja,takut dia itu orang jahat,secara dia itu pelayan di rumah ini.untuk saat ini bunda tidak bisa mempercayai orang orang di rumah ini,baik keluarga Daddy Kelvin maupun pelayan." ujar key.
"Ooo begitu,apa kita boleh makan Bun?Bunda tidak berpikir bahwa makanan itu ada racun nya kan?" tebak Kelvin.
"Entahlah,bunda hanya takut jika pelayan itu mencampurkan sesuatu kedalam makanan itu." seru key membuat tiga bocil terdiam bingung.
"Jika kita tidak makan,nanti kita kelaparan.tapi jika kita makan belum tahu ada racun atau tidak,kok di sini makan aja seribet ini sih." celoteh Dira kesal.
"Bunda akan mencicipi makanan itu,jika tidak ada reaksi apa apa,kalian baru boleh makan,ok." saran key.
__ADS_1
"Gak boleh,nanti jika ada racunnya,bunda bisa kenapa napa,Kelvin gak mau hal itu terjadi." cegah Kelvin.
"Tidak ada di antara kita yang boleh makan makanan itu." tegas Anton.
"Maksud mu kita tidak boleh makan gitu,kita kelaparan." sahut Dira sedih.
"Kita makan di luar saja,sekarang kalian bersiap siap,bunda akan mengajak kalian makan di luar." ajak key.
"Emang di ijinkan oleh tuan rumah?." tanya Dira.
"Bunda tidak butuh ijin dari nya,ingat kita disini untuk liburan bukan untuk di kekang oleh mereka." ujar key membuat anak anak itu segera berganti pakaian.
Key dan para bocil keluar kamar,menuju halaman rumah,seperti nya keadaan rumah sepi membuat hati mereka senang,karena tidak ada yang melarang mereka untuk keluar jalan jalan.
"Pak,tolong siapkan satu mobil pribadi milik Rey,aku ingin keluar." titah key pada salah satu bodyguard di sana.
"Apa anda sudah meminta ijin pada tuan Rey?." tanya pria itu.
"Sudah,siap kan apa yang aku minta." titah key lagi.
Tak lama mobil berwarna putih sudah terpakir di hadapan key,key tidak menyia nyia kan kesempatan,dia langsung mengajak para bocil untuk masuk dan key sendiri yang mengemudi dengan kecepatan sedang.
"kenapa bunda bohong?" seru Kelvin.
"Kata bunda Daddy mengijinkan kita keluar,padahal kan bunda gak ada hubungin Daddy." ujar Kelvin.
"Emang bunda udah minta ijin pada daddy mu,meski lewat SMS.tapi kan bunda udah kasih pesan." ujar key membela diri.
"Benarkah.kapan bunda SMS Daddy,kok Kelvin gak lihat?." tanya Kelvin lagi.
"Waktu kalian berganti pakaian,tapi sampai sekarang belum ada balasan dari Daddy mu,mungkin dia sibuk ngurus kebakaran itu." jelas key sambil fokus menyetir.
"Semoga Daddy tidak marah." doa Kelvin.
"Kamu gak usah takut,urusan Daddy mu biar bunda yang tanggung,yang terpenting kita bisa happy happy." jelas key menenangkan Kelvin.
Key menuju salah satu warung pinggir jalan di kota ini,dia bisa kesana berkat GPS di handphone nya.
"Ayo turun,sudah sampai." seru key setelah memarkir kan mobilnya.
Tiga bocil turun dari mobil,mengikuti langkah key dari belakang,warung yang di tuju key nampak sedikit ramai,membuat mereka kesulitan mencari tempat duduk.setelah lama melihat sekitar meja,key memutuskan duduk di meja nomor lima belas yang berada di tengah tengah.
"Kalian mau pesan apa?." tanya key sambil membolak balikan halaman buku menu di tangan nya.
__ADS_1
"Emangnya menu nya apa aja?." tanya Kelvin balik bertanya.
"Banyak,ini makanan harian yang sering bunda masak untuk kalian,tapi rasanya bunda tidak tahu." jelas key.
"Kelvin mau ikan bakar,minum nya jus naga dan air putih." ucap Kelvin.
"Kalau Dira,ayam geprek.minumnya teh es dan air putih." seru Dira.
"Anton,ayam bakar,cah kangkung.minumnya jeruk peras dengan air putih." sahut Anton.
"Oke pesanan kalian udah bunda tulis,bunda panggil pelayan untuk memberi kertas ini." key melambaikan tangan pada salah satu pelayan,pelayan itu langsung menghampiri key.
"Mohon tunggu sebentar,pesanan anda akan segera kami siapkan." ujar pelayan itu setelah menerima kertas dari key.
Sambil menunggu makanan datang,key mengajak para bocil untuk mengobrol ringan.
"Oh ya umur kalian sama ya,gimana nanti jika kalian sekolah masuknya sama sama?." ujar key.
"Ide bagus Bun,Kelvin senang jika itu terjadi." balas Kelvin antusias.
Pembicaraan mereka terhenti,karena pesanan mereka telah tiba,tanpa mengulur waktu mereka langsung menyantap makanan,karena saat ini mereka benar benar lapar.
Ketika menikmati makanan tiba tiba ponsel key berdering.
Dret dret dret.
"Hallo.. assalamualaikum?." key mengangkat telpon sambil terus melahap makanan.
"Kembali kerumah,ada sesuatu yang ingin ku sampai kan." titah Rey.
"Ada apa?Aku Masi makan siang dengan anak anak.mungkin Masi lama kembali kerumah." jawab key setelah menelan makanan.
"Ku bilang pulang sekarang,dalam situasi seperti ini kamu masi bisa bersenang senang diluar." tutur Rey kesal.
"Tuan Rey Budiman,kami ini sedang liburan jadi wajar dong jika kami bersenang senang." balas key.
"Dasar,kuberi waktu satu jam untuk kamu pulang,jika kamu terlambat bersiap lah menerima hukuman dari ku." ancam nya sambil mematikan telpon.
"Kebiasaan selalu mengancam ku,Gagal deh jalan jalan ke pasar malam." gumam key kesal.
"Sabar ya Bun,Masi ada hari esok untuk kita pergi jalan jalan.untuk sekarang lebih baik kita pulang." seru Anton.
"Hmmm....ayo makan lagi,baru kita pulang." ajak key.
__ADS_1
Mereka kembali menikmati makanan,setelah makanan di hadapan mereka habis baru mereka pulang dengan perut kenyang.