
Samar samar aku mendengar suara aneh dari luar kamarku,aku saat ini dapat merasakan bahwa sekeliling kamar ku di kelilingi oleh mahluk itu,aku terus berzikir sesuai saran nenek mustika.
"Hei...manusia...manusia..kemari...kemari,akh." suara itu memanggil ku tapi aku terus berzikir.
"Dimana kamu manusia.....auhm....auhm." suara Auman harimau.
Aku tetap fokus berzikir,mengabaikan suara suara itu,tak lama key mendengar suara teriakan Kelvin.
"Bunda...bunda...akh,sakit...tolongin Kelvin." suara itu terdengar memilukan membuat key ingin membuka matanya,tapi suara bisikan membuat ku mengurungkan untuk membuka mata.
"Teruslah berzikir jangan hiraukan mereka,jangan kamu takut dengan mereka, yang perlu kamu takutkan hanyalah tuhanmu." suara bisikan nenek mustika terdengar di telingaku.
"MANUSIA..... keluar lah...bugh...bugh." terdengar jendela kamarku di pukul mereka*.
Seperti yang sudah sudah aku tetap mengabaikan apa yang mereka lakukan, kalian tahu sejujurnya aku saat ini berusaha mati Matian untuk melawan ketakutan ku,awalnya aku tidak fokus berzikir,tapi setelah mendengar bisikan nenek mustika akhirnya aku bisa fokus kembali.
berzikir terus kulakukan dengan di iringi suara Bayu,Helen,angel dan pak man meminta tolong padaku,dari suara yang ku dengar,bahwa mereka seperti sedang di siksa dan bahkan aku mendengar ada suara seseorang memotong daging,mereka secara tidak langsung mengancam ku untuk keluar menemui mereka,untung nenek mustika memberi saran pada ku tepat waktu,jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.
Malam Jumat ku lewati dengan berzikir sepanjang malam,dan gangguan dari mereka,aku berharap bisa melewati ini semua hingga pagi mendatang.
***
"Apa si jelek itu sudah di bawa mereka?." tanya Willy pada Ika.
"Seperti nya belum." Willy mendongak menatap Ika.
"Kenapa belum?." tanya Willy heran.
"Entahlah,sepertinya wanita jelek itu sedang di lindungi oleh seseorang." balas Ika mengangkat kedua bahunya.
"Siapa yang melindunginya?." tanya Willy heran.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu,tapi yang pasti yang melindungi wanita jelek itu bukan orang sembarangan." jelas Ika membuat Willy terdiam.
"Dari mana kamu tahu,jika yang melindungi nya orang hebat?." ucap Willy tak percaya.
"Kakak tahu bahwa kamar key saat ini sedang memancarkan cahaya murni,membuat siluman tidak dapat melihat isi kamar wanita jelek itu, mereka hanya mengandalkan penciuman yang mereka miliki,untuk menangkap wanita itu." jelas Ika membuat Willy terkejut.
"Benarkah,aku tidak menyangka bahwa sangat susah menyingkirkan si jelek itu,padahal kita sudah menggunakan ilmu yang kita miliki." jelas Willy tersenyum miring.
"Mungkin si jelek itu memiliki imam yang kuat, sehingga ada beberapa pihak yang melindungi nya." tebak Ika.
"Maksud mu malaikat,aku tidak percaya tentang hal itu.pokok nya kita harus menyingkirkan si jelek itu di rumah ini." ucap Willy dengan menggebu.
"Si jelek itu pasti tersingkir,tapi akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama." ucap Ika meyakinkan.
"Kamu benar,Masi ada hari esok untuk kita menyusun rencana lebih ekstrim untuk si jelek itu hahahaha." Willy tertawa.
"Pasti si jelek itu trauma dengan siluman yang dia lihat,anggap saja itu ancaman dari kita agar dia tidak berani melawan kakak." Ika tersenyum penuh kemenangan.
"Apa otak si jelek itu terpikir bahwa kita adalah siluman?." tanya Willy dengan senyum misterius.
"Pergilah Ika temui para siluman itu,agar semakin gencar menangkap key." perintah Willy.
"Baik lah kakak ku yang cantik." ujar Ika,langsung pergi secepat kilat dari pandangan Willy.
"Andaikan waktu itu Nino tidak mati duluan,pasti dia sempat menjadi tumbal waktu itu dan aku pasti sudah bisa berubah menjadi seekor ular yang sangat kuat serta ditakuti oleh manusia dan para siluman." gumam Willy setelah kepergian Ika.
Ika Sampai pada kumpulan siluman yang mengelilingi kamar key,Ika melihat dengan jelas cahaya murni yang menyilaukan mata,membuat Ika lebih memilih memejamkan mata untuk mendekati kumpulan siluman itu.
"wahai kaum ku,di dalam sana ada seorang wanita yang berani mengambil keris emas milik leluhur kita,tangkap wanita itu dan hukum dia yang telah mengganggu kaum kita." teriak Ika lantang yang di sambut sorakan para siluman itu.
Karena mendengar ucapan Ika siluman itu mulai ingin menerobos masuk ke kamar Ika,ada yang berhasil masuk ke dalam namun tiba tiba terpelanting seakan akan ada kekuatan yang dahsyat melindungi kamar key.
__ADS_1
"Aneh,kenapa mereka tidak bisa masuk?ilmu apa yang si jelek itu gunakan?.setahu ku hanya serbuk bunga teratai hitam yang di percaya mempunyai kekuatan dahsyat untuk melindungi suatu rumah atau tempat tempat dari jangkauan siluman.tidak mungkin si jelek itu mempunyai serbuk langkah itu." Ika menatap para siluman yang terpelanting satu persatu dari kamar key.
Kukuruyuk.
Bunyi suara ayam mengagetkan mereka,mereka terdiam seketika mendengar suara kokokan ayam yang saling bersautan,tanpa membuang waktu mereka berangsur angsur pergi dari kamar key satu persatu.
Ika geram melihat hal itu,rencana nya gagal.key selamat dari para siluman itu,pasti kakak nya kecewa mengetahui ini semua.
***
Samar samar key mendengar azan subuh,hal itu membuat key terkejut dia tidak menyangka hari sudah subuh padahal rasanya baru sebentar dia berzikir sambil memejamkan mata.
"Bukalah mata mu cu,mereka sudah pergi." bisikan itu terdengar dari ditelinga key.
Key membuka mata secara perlahan,orang pertama yang dia lihat adalah suaminya.key langsung memeluk Rey dengan keadaan menangis.
"Aku takut Rey..hiks...hiks...mereka mengepung ku...me...re...ka..ingin menangkap ku.huhuhuhu." key menangis di bahu Reyhan.
"Tenang lah mereka sudah pergi,jangan menangis lagi.nanti kelvin bangun." ucap Rey mengelus kepala key agar menjadi tenang.
""Hiks...hiks... mereka itu sebenarnya siapa?." tanya key Masi menangis.
"Kamu tidak perlu mencari tahu mereka itu siapa? semakin kamu tahu,maka kamu akan semakin takut kepada mereka." ujar Rey membalas pelukan key.
"Ku mohon kamu tetap di sini,aku takut mereka akan datang ke sini lagi untuk menyakiti ku dan Kelvin." key menatap Reyhan dengan tatapan memohon.
"Ia,aku akan tetap di sini untuk melindungi kalian." Rey menaruh kepala key di dadanya.
Key sedikit tenang mendengar ucapan Reyhan,apalagi pelukan hangat yang Reyhan berikan di saat saat seperti ini,membuat key bersyukur akan apa yang dilakukan Reyhan kepadanya.
"Rey..aku ingin sholat,temenin aku berwudhu ya?." ucap key pelan.
__ADS_1
"oke,aku temenin." balas Rey mulai beranjak berdiri sambil memegang salah satu tangan key.
Reyhan menepati ucapnya untuk menemani key hingga key tidak ketakutan lagi,Kevin sangat senang melihat kehadiran Daddy nya seharian di kamar nya membuat bocah itu memanfaatkan waktu dengan sebaiknya,untuk mencuri perhatian Daddy nya.