
Rey masuk kedalam kamar key setelah beberapa lama berdiam diri didepan pintu,saat dia baru masuk sudah dapat terdengar suara riuh di dalam sana.namun suara itu tiba tiba senyap saat melihat kehadiran Rey.
"Kelvin Daddy mau bertemu dengan mu." seru key membuat Kelvin melirik Daddy nya.
"Kelvin ayo kemari dekat Daddy." panggil rey membuat Kelvin langsung bahagia mendengar nya.
"Anak Daddy apa kabar,hmm." tanya Rey setelah Kelvin berada di hadapan nya.
"Ba...ik dad." ucap Kevin terbata.rey langsung duduk mensejajarkan tinggi Kelvin dengan nya.
"Daddy senang kamu sembuh,maafkan Daddy membentak mu waktu itu.kamu boleh kok pukul Daddy sekarang karena Daddy pantas menerima nya." seru Rey.semua pasang mata terus melihat interaksi antar ayah dan anak itu.
"Kelvin pukul wajah nya itu,ayo selagi dia pasrah." celetuk key mengompori.
"Pukul mulutnya, tendang kaki nya.pokok nya kamu harus menghajarnya." key mencontohkan memukul dan menendang seakan akan didepannya itu ada Rey.
"Bukankah anak baik itu tidak boleh menyakiti orang lain,apa lagi itu Daddy nya sendiri." celoteh Kelvin membuat key terdiam sedangkan Rey senyum penuh kemenangan.
"Kalau orang nya sepeti Daddy mu,tidak apa di pukul.lagi pula dia memintanya kan,anggap saja itu hukuman karena dia menyakitimu." kilah key membela diri.
"Gak boleh gitu bunda,itu tidak baik.ucapan bunda sama saja mengajarkan Kelvin untuk balas dendam dengan Daddy,Kelvin gak mau.karena Kelvin sayang Daddy." seru Kelvin sambil memeluk rey,key tersentuh mendengar ucapan anak nya itu.
"Daddy juga sayang sama Kelvin." ucap Rey sambil memandang key.
"Lepaskan anak ku,waktu mu sudah habis untuk melihat anak ku." usir key sungguh dia merasa cemburu melihat Kelvin membela Rey dibanding dirinya.
"Ingat aku sedang menemui anak ku bukan seorang tawanan,pake di kasi batas waktu." celetuk Rey tak terima pengusiran key.
"Oh ya,Daddy dengar ulang tahun mu mau dirayakan di taman belakang.selamat panjang umur ya nak." key melotot kearah Rey,rencana suprise nya di bongkar oleh nya.
"Dasar kurang ajar kamu Rey,kenapa kamu memberitahu soal itu pada kelvin,bugh bugh.kejutan ku gagal." pekik key sambil memukuli Rey.
"Aku mana tahu key,kamu tidak ada melarang ku membicarakan soal itu." rey segera menjauh dari key yang terus memukulnya.sedangkan Kelvin melihat kedua orang tua nya berkelahi.
__ADS_1
"Hiks hiks..jangan pukul om Rey,huhuhuhu." mendengar suara tangisan Mimin seketika itu key menghentikan aksinya,dia lupa bahwa banyak pasang mata yang sedang menyaksikan penindasan itu.
"Gara gara kamu Mimin jadi nangis kan." celetuk Rey kesal sambil menghampiri Mimin.
"Kok aku sih,kamu tu." sanggah key tak terima.
"Mimin pasti takut karena kamu memukuli ku,makanya jika mau menghajar orang itu lihat tempat dulu." omel Rey sambil memeluk Mimin.
"Udah jangan nangis,tadi om dan tante nya cuma bercanda." key terperangah mendengar suara lembut itu keluar dari mulut Rey.
"Kenapa rey bisa selembut itu,jika dia seperti ini aku bisa jatuh ke pesonanya.dia seperti ayah yang baik untuk seorang bocil." key terus memandang lekat Rey.
"Key berkedip,ntar jatuh hati lagi pada ku?." gombal nya,key langsung mengerucut kan bibir nya setelah sadar dari lamunannya.
"Siapa juga Mandang Lo,ke gr an banget sih." kilah key membuat Rey tersenyum melihat key yang salah tingkah.
"Bohong itu dusta Lo,banyak saksi mata yang melihat mu memandangiku." ucapan itu sangat menohok di hati key.
"Bunda mau masak dulu,jika kalian mau main silahkan.tapi ingat mainan nya di susun kembali." key melarikan diri dari pertanyaan Rey yang menyudutkan nya.
"Berani dia mencubit pipi ku,akan ku gigit tangan nya itu." gerutu key kesal dengan keberadaan Rey di kamar nya .
Key memasak cemilan untuk para bocil, sesekali dia mendengar suara tawa,teriakan dari kamarnya.entah apa yang di mainkan oleh anak anak?namun key bisa mendengar suara tawa lepas dari Kelvin,mungkin anak nya itu senang karena keberadaan Rey di sisinya.
"Nona." bisik Helen membuat key kaget mendengar itu.
"Ia.ada apa?." sahut key.
"Itu tuan muda tumben main kesini." ucap helen dengan pelan.
"Gak tahu." jawab key.
"Anda tahu saya kaget melihat di ada di sini." seru Helen dengan wajah panik nya.
__ADS_1
"Benarkah,hehehe." ejek key,Helen tersenyum mendengarnya.
"Apa cemilannya sudah masak?." tanya Rey tiba tiba,membuat Helen segera menunduk hormat padanya.
"Belum,ini Masi di goreng." seru key sambil menunjukan kentang yang tengah di goreng.
"Kenapa lama sekali?padahal kamu membuatnya dari tadi." protes Rey.
"Minta saja koki dirumah ini yang membuatnya,jika kamu ingin cepat." sungut key kesal sambil membalikan kentang goreng di wajan.
"Masakan koki di rumah ini sudah sering aku makan,jadi aku bosan.aku ingin makan masakan mu." ucap Rey.
"Dasar banyak alasan.?" cicit key.
"Aku tunggu cemilan itu,jika udah masak.kamu antarkan di luar." titah nya pada Helen.
"Baik tuan muda." ucap Helen Masi tertunduk hormat.
"Kenapa kamu kaku sekali jika di hadapan Rey itu,ekspresi mu lucu sekali." ledek key setelah kepergian Rey.
"Saya sudah terbiasa menghormati nya nona,jadi saya repleks melakukan hal itu jika bertemu tuan muda." key terkekeh kecil sambil memindahkan kentang goreng ke dalam piring.
"Ini kentang goreng nya,berikan ke tuan mu dan para bocil." pinta key sambil memberikan piring itu pada Helen.
"Siap nona." seru Helen.
Helen pergi sambil membawa cemilan itu,melihat Helen membawa makanan membuat Rey dan para bocil langsung duduk membentuk lingkaran.helen meletakan makanan itu di tengah tengah mereka dan di sambut antusias oleh mereka.belum sampai beberapa menit cemilan itu sudah habis di embat mereka.
Rey memberikan piring kosong itu pada helen,dan meminta Helen untuk membawa cemilan lagi.helen segera melakukan perintah tuannya,namun setiap cemilan itu datang mereka segera menghabiskannya.helen di pinta melakukan hal itu berulang kali,begitu pun key yang selalu menggoreng kentang itu terus menerus.
"Nona,tuan Rey meminta cemilan lagi." seru Helen dengan wajah letih nya.
"Sudah aku tak sanggup lagi menggoreng.ini sudah sepuluh kali nya dia memintanya." key terduduk lemas setelah mematikan kompor.
__ADS_1
"Pasti wanita itu kelelahan,emang enak gue kerjain." Rey diam diam tersenyum.