Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 51 ( Keluarga Baru )


__ADS_3

Karena mereka mandi hujan semalam,hari ini ayah dan anak itu demam dan terpaksa membuat Key memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mereka berdua.


"Bagaimana dengan keadaan mereka dok?." tanya key dengan cemas.


"Mereka hanya demam biasa,anda hanya perlu memberikan obat ini pada mereka,ingat nona jangan sampai salah kasi.karena obat ini ada untuk dewasa dan untuk anak anak." saran dokter mikel pada key.


"Baik dok dan terima kasih." ucap key menerima obat itu.


Setelah kepergian dokter mikel,key memasak di dapurnya.rencananya dia memasak bubur ayam untuk Reyhan dan Kelvin.


"Ayo kalian bangun dulu,bunda bikin bubur ayam ni." ujar key sambil meletakan bubur itu di meja.


"Tolong suap kan,kepalaku sangat pusing." adu Rey.


"Iya bunda kepala Kelvin juga sakit." sambung Kelvin mengadu padaku.


"Oke bunda akan suapkan kalian berdua." key mengambil mangkuk bubur itu dan menyuapi mereka secara bergantian.


"Minum obat dulu ya, baru kalian tidur lagi." ujar key.


"Tolong bantu aku bangun,aku tidak bisa bangun kepala ku berat rasanya." ucap Rey pelan.


Key membantu reyhan bangun untuk bersandar di sisi ranjang,dan membantu dia untuk meminum obat.


"Sekarang Kelvin lagi yang minum obat ya." ujar key mendudukkan kelvin di pangkuan nya dan menyuapinya sirup obat.


Setelah memberi makan dan mengasih obat,key menunggu mereka tidur untuk pergi dari sana.Key ingin membuat beberapa cemilan di dapur barunya.


"Bagaimana keadaan tuan muda dan tuan kecil?." tanya Hens yang baru datang.


"Lebih baik dari sebelumnya kamu tidak usah khawatir." ujar key pelan agar tidak menggangu tidur dua bocah yang beda usia itu.


"Saya harap anda sabar menghadapi tuan muda,karena tuan muda memang lebih susah dirawat dari pada tuan kecil." ucap Hens tanpa ekspresi.


"Alhamdulillah untuk hari ini tuan muda mu tidak membuat darah ku naik,dia anggun jika sedang sakit.hihi" ujar key cekikikan.


"Ini baru permulaan,mungkin akan anda rasakan esok hari." ujar Hens meninggalkan key yang terbengong mendengar ucapan nya.


"Dasar gak bos gak sekertaris sama aja sifatnya bikin aku gereget sendiri melihat ekspresi nya itu." mengomel sendiri.


******


Semenjak pengusiran waktu itu aku merasa kecewa pada tindakan abang ku,kenapa aku merasa tidak memiliki sandaran hidup untuk menumpahkan seluruh isi hati ku pada siapapun.rasanya aku hidup sebatang kara di dunia ini.


"Aku harus dapatkan bukti itu secepatnya,jika aku sudah menemukan jasad nino,aku ingin pergi jauh dari sini,untuk apa aku ada disini jika hanya untuk dimanfaatkan oleh banyak orang." gerutu Austin sambil bersandar di kursi kebesaran nya.


"Hallo,bisa kau menjalankan misi ku.jika kamu berhasil akan ku bayar berapa pun yang kau minta." ucap Austin menelpon seseorang.


"Apa yang harus kami lakukan untuk anda?." tanya pria di sebrang sana.


"Kau hanya perlu mengambil handphone seseorang dan memberi kan padaku,tanpa menyakiti atau membunuh target itu.mudah bukan?." ujar Austin sambil menggigit ujung pena.


"Sangat mudah,tolong kirimkan foto target kepadaku." ujar pria itu sambil mematikan handphone.


Austin mengirimkan gambar seseorang pada orang itu,dia berharap yang dia lakukan saat ini adalah hal benar.


"Tidak mungkin hanya Willy saja yang membunuh Nino waktu itu,pasti ada orang kuat di baliknya.apa yang membuat Willy ingin melenyapkan Nino?kenapa hati kecil ku menolak jika Willy adalah pelaku nya.HAAAA." teriak Austin frustasi.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan,apa yang membuat mu frustasi?." tanya Bimo yang baru datang.


"Huff tidak ada aku hanya stres bergulat dengan berkas seharian." balas austin sambil menghembus kan napas dengan kasar.


"Mungkin kamu sudah lama tidak bekerja Makanya kamu seperti itu,tapi lama lama kamu akan terbiasa sendiri." ujar Bimo duduk di hadapan anaknya.


"Hmm.ada apa papa kemari?." tanya Austin penasaran.


"Papa hanya ingin memberi berkas ini, isi berkas ini adalah rencana untuk memajukan perusahaan kita,papa harap kamu dapat menjaga berkas ini dan melakukan nya dengan baik." sambil menyerahkan berkas itu pada ku.


"Baiklah,ingat janji kalian padaku." ujar Austin sambil mengambil berkas itu.


"Hahaha kami akan selalu menepati janji kami.bekerja lah dengan baik.puk puk." memukul pelan bahu ku.


"Selalu dimanfaatkan seperti ini,semoga aku cepat mengakhiri ini semua." gumam Austin pelan.


"Pak meeting akan segera dimulai, bapak sudah ditunggu." ujar sekertaris itu.


"Baik saya akan kesana,kamu tolong persiapan segala keperluan selama meeting berlangsung." perintah Austin sambil membenahi pakaiannya.


Austin rapat membahas proyek yang ingin perusahaan Rajawali lakukan,setelah rapat beberapa jam akhirnya dia bisa pulang untuk melepas penat,dia pulang mengendarai mobil sendiri selama perjalanan hanya ada kesunyian dan Austin fokus menyetir hingga mata nya tidak sengaja melihat pasar malam.tanpa dia sadari dia menuju tempat itu.


"Kenapa aku bisa ada disini,pasti aku sangat merindukan Nino sehingga aku berhenti ditempat kesukaan nya." gumam Austin sambil turun dari mobil dan masuk kedalam.


Suasana ramai banyak orang yang berdatangan membawa anak atau pasangan,hal itu sangat berbeda dengan Austin dia datang sendiri tanpa di temani oleh siapapun.


"Abang mau nyanyi gak,bantu kami ngamen dong?." ujar anak remaja menghampiri Austin.


"Suara ku jelek dek gak secakep wajah ku." balas Austin.


"Abang gak bisa main alat musik,Abang duduk saja ya lihat kalian tampil." ujar Austin.


Austin di bawa oleh anak remaja ke geng nya,Austin duduk diam sambil melihat biduan tulang lunak sedang bernyanyi dan berjoget.


🎶Hey berdiri mak bulu roma ku


🎶Bila kudengar janji-janjinya


🎶katanya cintanya seteguh tugu monas


Seketika pengunjung ramai berdatangan melihat pengamen itu,banyak yang menonton itu para perempuan mungkin Austin alasan utama mereka datang melihat hiburan itu.


"Bang,ambil duit dari penonton dong.menggunakan mangkok ini." ujar anak itu sambil berbisik kepada Austin.


"Ok ini pertama dan terakhir gue bantuin Lo ya." ujar Austin sambil berdiri dari duduknya.


Austin berjalan menghampiri para penonton dengan mangkuk ditangan nya, banyak penonton terpesona oleh ketampanan Austin sehingga mereka suka rela memberi uang berwana biru di dalam mangkok itu Tanpa sadar karena asyik melihat keindahan didepan mereka.


"Wah banyak banget,terimakasih ya Abang ganteng bantu kami ngamen hari ini." ujar anak itu.


"Iya sama sama,nama kamu siapa?." tanya Austin pada anak itu.


"Nama ku tegar,ini biduan kami namanya Ani jika malam,tapi jika siang namanya Bani.yang anak kembar itu namanya bara dan bari.nama Abang siapa?." tanya balik tegar dengan menghitung uang.


"Namaku Austin,apa kalian memang suka mengamen?." tanya Austin penasaran.


"iya Abang Austin,ngamen adalah pekerjaan kami yang telah kami geluti dari dulu." sahut bari.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak bekerja yang lain aja gitu,misalnya kerja toko atau warung." ucap Austin.


"Gak ada yang mau Nerima kami,mereka takut dagangan nya tidak laku karena adanya kami." adu bara.


"Kenapa mereka berpikir seperti itu?." tanya lagi Austin.


"Mereka berpikir kami ini kotor karena tempat tinggal kami di kolong jembatan." jawab Bani membuat Austin mangut mangut mengerti.


"Kalian ini saudara kandung apa gimana?." tanya Austin.


"Ya enggak tapi kami terlalu dekat sehingga kayak saudara sendiri." ujar tegar membuat Austin langsung menghangat mendengar hal itu.


"Kalian udah makan apa belum?." tanya Austin untuk sekian kalinya.


"Belum bang karena beberapa hari ini pendapatan kami sedikit,sehingga kami hanya makan satu kali sehari saja." curhat bara yang paling bungsu di sana membuat Austin merasa iba pada mereka.


"Ayo kita makan biar Abang yang traktir!." ajak Austin yang di sambut mata berbinar oleh mereka.


Mereka makan di sebuah warung bakso di pasar malam itu,mereka tanpa sungkan menambah bakso karena mereka memang benar benar lapar.


"Bang boleh gak bungkus beberapa bakso untuk kami bawa pulang?." tanya tegar agak sungkan.


"Pesan saja nanti Abang yang bayar ok." sambil menikmati baksonya.


"Terimakasih bang." ucap tegar sambil memeluk Austin.


Pelukan hangat ini akhirnya dapat dirasakan oleh Austin dia merasa memiliki keluarga baru, walaupun tidak punya hubungan darah tapi setidaknya dia di anggap saudara oleh mereka.


"Udah kenyang belum?." tanya Austin sambil mengelap mulut nya dengan tisu.


"Sudah." ucap mereka serempak dengan memegang perut masing masing.


"Ayo Abang antar pulang,Abang ingin berkunjung ke tempat kalian." Austin berdiri sambil memegang kunci yang langsung di ikuti oleh mereka yang menjinjing bungkus an bakso.


Mereka mengikuti Austin menuju parkiran sampai di sana Austin menekan tombol pada kunci mobilnya sehingga menimbulkan suara.


"Ini beneran mobil Abang,keren pisan."ujar tegar mengelus bagian depan mobil itu.


"Biasa aja mungkin kalian akan sering naik mobil ini." ujar Austin tersenyum.


"Ayo masuk kita akan pergi ketempat tinggal kalian." ajak Austin sambil masuk di dalam mobil.


Mereka masuk kedalam mobil mewah itu,setelah masuk mereka sangat merasa nyaman hal ini tidak pernah terpikir oleh mereka,bahkan mereka ini semua adalah mimpi.


"Wah ini mobil enak betul,bahkan jika aku duduk di joknya sekalipun aku rela." ucap bari polos yang di sambut gelak tawa yang lainnya.


"Aduh maaf ya kami ini emang kampungan,gak pernah terbayang bisa naik mobil mewah ini,jadi kami lebay hehehe." ujar tegar cengengesan.


"Ya gak apa apa malah aku senang bisa kumpul dengan kalian." ujar Austin sambil fokus mengemudi.


Mobil itu berjalan diiringin Senda gurau mereka,tak terasa mereka sampai ketempat rumah mereka sesuai petunjuk tegar.


"Abang." teriak suara anak anak itu serentak.


"Hai adik adik kami membawa makanan untuk kalian." ujar tegar sambil mengangkat keatas keresek yang dia jinjing.


Anak anak itu tampak senang mendapat kan ole ole dari tegar,Austin merasa hatinya menghangat melihat itu semua.dia salut pada klub BBBT itu karena walaupun dia susah tapi masih bisa berbagi dengan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2