
Mobil melaju,kami dengan semangat menunggu hingga mobil itu berhenti di tempat tujuan.didalam perjalanan suara riuh di belakang akibat kelakuan tiga bocil,membuat kami semua terhibur mendengar tawa nya.
"Shut..kalian ribut banget sih,nanti om supir nya gak konsen mengemudi.nanti kita lama sampai nya." tegur key sambil menoleh mereka di belakang.
"Gak bisa bunda,jika diam nanti kami suntuk nunggu mobilnya dari tadi tidak berhenti,emangnya kita pergi jauh ya?." ujar Dira.
"Sebenarnya gak jauh,jika kita naik pesawat.tapi karena Kelvin Takut,ya terpaksa kita pergi pakai mobil jadi agak lama." jelas key.
"Loh Kelvin kamu takut naik pesawat,kenapa?." sahut Anton.
"Takut aja,aku gak suka.biasanya jika naik pesawat aku langsung mual,mabuk perjalanan gitu." jelas Kelvin.
"Wah jika kamu gak bisa naik pesawat,kamu nanti gak bisa pergi jauh loh?apalagi jika pergi luar negeri." seru Dira.
"Ya aku berusaha untuk ngilangin rasa takut ku,nanti jika kita pulang aku mau kok naik pesawat." jelas nya.
"Gitu dong Kelvin gak usah takut,kan ada kami." seru Dira menyemangati.
"Terimakasih teman baik ku." ucap Kelvin.
"Dasar anak anak,tadi aja ngakakan,sekarang lebay lebayan,entah nanti...pusing rasanya kepalaku." gumam key yang duduk di bangku tengah.
"Bunda,Daddy Kelvin mana?." tanya Dira.
"Daddy Kelvin pergi ke rumah oma Kelvin semalam,dia pergi pakai jet pribadi nya." jawab key.
"Oh ya,kok Kelvin baru tahu.daddy pergi dengan siapa?." sahut Kelvin.
"Daddy mu pergi dengan mommy mu." balas key.
"Huh...nenek kebayan lagi,awas nanti aku kerjain." gumam nya kesal.
"Sekarang lebih baik kalian tidur,nanti bunda bangunin jika udah sampai." titah key.
"Mana bisa tidur bunda,mobil nya goyang goyang jika berjalan,yang ada kepala Kelvin pusing." sanggah Kelvin.
"Jika begitu,ini makan lah cemilan.nanti jika pusing atau mual bilang ke bunda ya?." tutur key sambil menyodorkan beberapa cemilan.
"Terimakasih bunda." ujar mereka satu persatu setelah mengambil cemilan dari tangan key.
***
__ADS_1
"Loh kok kalian datang nya berdua,mana cucu ku?." tanya wanita paruh baya itu.
"Mereka belum sampai,mungkin nanti malam." balas Rey.
"Kalian tidak di izinkan masuk,sebelum Kelvin ada di sini,sana pulang bawa cucu ku kesini." titah ibu negara.
"Ma kami baru sampai,masa harus balik lagi.mama kira rumah ku dekat gitu,lima langkah dari sini, seenak nya aja nyuruh pulang." protes Rey.
"Mama begitu karena kamu gak bawa cucu ku kemari,aku ingin bertemu cucu ku,bukan kamu yang tengil ini." ujar nya kesal.
"Aku akan pulang dan tak akan kembali lagi ke mari." ujar Rey merajuk sambil berbalik membawa kopernya lagi.
"Sayang gak boleh ngomong gitu,mama hanya bercanda,iya kan ma?." sahut Willy.
"Tu Willy aja tahu jika mama bercanda,kamu baperan aja sih.ayo silahkan masuk." balas mama.
"Dasar ibu Megawati Susanti." gumam Rey masi kesal.
Rey dan Willy di persilahkan masuk,sedangkan barang bawaan nya di urus oleh para pelayan di rumah ini.Mama Wati mempersilahkan mereka duduk di ruang keluarga,dimana di sana sudah ada Abang dan kakak Rey serta ponakan nya.
"Makin cakep aja si bungsu,Lo kasi makan apa Wil?." seru Roy.
"Kasi makan nasi lah,masa pasir." balas Willy sambil duduk di samping Rey.
"Emangnya aku sesusah itu,sampai tidak mampu beli lauk." balas Rey kesal.
"Kalian denger gak,secara tak langsung dia ngakuin bahwa dia itu kaya.lalu apa ole ole untuk kita?." tanya Roy.
"Gak ada,gue tau semua keinginan kalian udah kalian capai,makanya aku tidak ada bawa ole ole." balas Rey.
"Beri tepuk tangan,atas jawaban si bungsu.si tengil sudah kembali." ujar Roy sambil bertepuk tangan.
"Ayo Wil kita ke kamar,ladenin mereka sampai subuh pun gak selesai." ajak Rey.
"Dasar adek tengil,sini Lo gue jitak." Roy berdiri tapi di tahan oleh istrinya.
"Apa an sih mas,gak malu di lihat sama anak anak." tutur Lisa menarik tangan Roy agar duduk kembali.
"Iya udah jadi bapak bapak juga,Masi juga ingin menjitak kepala ku.gak inget umur apa?." balas Rey.
"Kamu tu yang inget umur,sudah tua kurangi tengil nya." ucap Roy tidak terima.
__ADS_1
"Situ juga udah tua,tapi bibir nya Masi lemes aja kayak betina." balas Rey.
"Shut...apaan sih kalian,orang dimana mana ya,jika ketemu saudara tu saling pelukan,berbincang.ini tidak malah gaduh kayak kucing garong." ujar Wati.
"Berpelukan dengan dia,jijik gue." ejek Rey.
"Astaghfirullah adik tengil,pingin tak sentil rasa nya." Roy menahan kesal mendengar nya.
"Sentil aja Roy,jika tak berhasil nanti papa bantu." sahut papa Vian.
"Beraninya keroyokan,Cemen." seru Rey meremehkan.
Vian dan Roy gatal telinga nya mendengar ocehan Rey,memutus kan untuk menangkap Rey dan langsung menggelitik tubuhnya, Willy langsung menyingkir dari tempat duduknya katena aksi ayah dan anak itu.
"Hahaha...lepasin kalian curang berani keroyokan....Hens...Hens bantu... Haha." Rey memberontak dari tangan tangan nakal mereka.
"Ini namanya kerjasama,bukan curang.kamu aja yang lemah gak bisa melawan kami berdua." ujar Vian sambil menduduki kaki Rey yang menendang dirinya.
"Awas kalian... menyingkir dari ku...aku ingin pipis." titah Rey dengan wajah memerah.
"Rasakan,pipis lah disini.kami senang melihat nya." balas Roy Masi menggelitik ketiak Rey.
"MAMA...tolong...aku mau pipis." adu Rey.
"Sudah..kasihan Rey baru datang..kalian buat dia seperti ini." tutur Wati.
Rey lepas dari cengkraman ayah dan anak,sebelum dia meninggalkan tempat itu,Rey dengan sengaja buang angin di hadapan mereka,membuat Vian dan Roy kesal.
"Rasakan aroma nya,siapa suruh menggelitik ku hingga aku terkentut kentut.cium tu aromanya,semoga kalian tidak pingsan." ucap Rey sambil berlari ke kamar mandi.
"Astaga aroma bangkai,habislah bakteri bertebaran di wajah ku,pantatnya tadi sangat dekat dengan hidungku.dasar tengil... sialan." teriak Roy membuat semua orang tertawa.
"Asma papa rasanya kambuh,paru paru ku tercemar gara gara kentut si Rey,sudahlah datang tidak bawa apa apa,sekarang malah memberi ku aroma kentut ini." gerutu Vian.
"Salah kalian juga,ngapain gelitik dia segala,udah tau dia itu tengil, rasakan akibatnya." tutur Wati
"Ayo kita pergi,aku yakin aroma kentut Rey pasti melekat di tubuh mereka,aku tidak mau mencium nya." ajak Lisa.
"Sayang kok ngomong gitu sih,aku kan cinta kamu." seru Roy.
"Jangan ngebucin ya,sekarang kamu harus mandi baru boleh Deket dengan ku,jika gak mau silahkan malam ini tidur di luar." tutur Lisa membuat Roy langsung berdiri untuk mandi.
__ADS_1
"Dasar suami takut istri, Hahaha" gumam Willy membuat orang tertawa.
Begitulah suasana rumah utama setelah kehadiran Rey,tapi bagaimana reaksi mereka jika bertemu dengan keysha.apa mereka dapat menerima Keysha istri kedua Rey atau tidak,semua akan terjawab setelah kehadiran Keysha.