
Dua malam tiga hari Rey menginap disini,hal itu di sambut antusias oleh anak ku.kadang sifat Rey itu berubah rubah,kadang dia peduli pada anaknya kadang tidak.entah apa maksudnya Rey melakukan ini semua,hanya Rey yang tahu.
"Bunda ayo main ke taman belakang,sudah lama bunda tidak pergi kesana." ajak Kelvin bosan menemani bundanya di kamar.
"Gak ah,bunda males.kamu aja yang pergi,tapi nanti siang balik ke kamar ya?." titah key pada Kelvin.
"Ayolah bunda pergi ke taman temenin Kelvin bermain,emangnya bunda gak rindu dengan rombongan om Bayu." bujuk Kevin masi memaksa bundanya untuk pergi ke taman belakang.
"Bunda mager kesana nak,kamu aja ya." tolak key membuat Kelvin cemberut.
"Bunda takut ketemu nenek gayung lagi ya?bunda gak usah khawatir soal itu.jika nenek itu muncul nanti Kelvin tinju,biar dia gak ganggu bunda." balas anak itu Masi membujuk key
"Siapa bilang bunda takut.bunda males aja ke taman belakang,tidak ada sangkut pautnya dengan nenek gayung itu." sanggah key cepat.
"Oh ya,kalau begitu buktikan kalau bunda benar benar gak takut dengan nenek gayung itu.ayo kita ke taman sekarang,bunda berani gak?." tantang kelvin.
"Jelas berani lah,ayo kita pergi!." ucap key sambil memimpin tangan Kelvin.
Key tanpa sadar terjebak dengan mulut jenius Kelvin,anak seorang CEO tidak lagi di ragukan kepintaran nya.demi mengajak bunda nya keluar dari sarang,Kelvin rela bermain kata kata untuk membuat bundanya mau pergi ke taman belakang.
"Eh itu,nona key.rupanya masi punya urat malu dia untuk menampakan diri di rumah ini." bisikan halus,terdengar sejalan langkah kaki key menuju taman belakang.
"Ia cepet kunci pintu kamar kalian,siapa tahu dia ingin mencuri barang barang berharga kalian." usul Ika yang masi terdengar oleh key.
Key hanya menghembus napas pelan,untuk menahan gejolak emosi di dadanya.sakit rasanya jika kita di gosipin secara terang terangan,hal itu lah yang saat ini key rasakan.
Selang beberapa menit ekor mata key melihat Helen dan Angel,ingin rasanya menyapa mereka.tapi melihat gelagat mereka sedang menghindar dari key,membuat key mengurungkan niat nya untuk menyapa mereka.
"Sabar key ini ujian.keadaan seperti inilah yang bisa membuka mata kita untuk melihat siapa yang tulus dan siapa yang modus.aku yakin semua cobaan pasti ada hikmahnya." key melanjutkan langkahnya menuju taman belakang.
"Selamat siang nona." sapa pak man melihat kedatangan ku.
__ADS_1
"Selamat siang juga kakek." sapa balik kami serentak.
"Apa burung Upin Ipin sudah besar?." tanya key.
"Sudah dong.bunda jarang kesini makanya gak tahu sekarang burung Upin Ipin sudah besar." balas Kelvin menanggapi.
"Bunda kan masak untuk kamu nak,jadi bunda gak setiap waktu kesini." key memberi pengertian pada Kelvin.
"hehehe Kelvin lupa." balas anak itu cengengesan.
Pak man menghampiri mereka dengan menjinjing sangkar burung di tangan nya.
"Assalamualaikum Kelvin Kelvin." ucap burung itu membuat key takjub.
" Waalaikum salam.Masya Allah pintar nya,burung siapa ini?." tanya key antusias.
"Kelvin ganteng,Kelvin ganteng." balas burung itu membuat key tersenyum.
"Anton dan Dira lagi otw ke sini." balas anakku membuat aku tersenyum geli.entah dari mana Kelvin mendengar kata otw itu.
"Tuan kecil kami datang." Anton dan Dira berlari menghampiri Kelvin.
"Apa kabar nona key?." tanya Dira dengan canggung.
"Loh kok nona sih.panggil bunda aja ya?gak usah canggung gitu cantik,bunda gak galak kok." ujar key tersenyum tulus.
"Baik Bu..bunda." ucap Dira agak canggung membuat key tersenyum mendengar nya.
"Nah gitu dong,kan enak dengar nya.silahkan kalian main,jangan sungkan ya,karena ada bunda disini." ucap key membuat Anton dan Dira semakin tersenyum.
"Ayo kita main,tapi bantu aku kasi makan Upin Ipin dulu ya?." ucap Kelvin yang di angguki oleh Anton dan Dira.
__ADS_1
"Oke." balas mereka serentak.
Key melihat mereka dengan penuh syukur didalam hati,akhirnya Kelvin bisa sehat seperti saat ini dan bisa bermain menikmati masa kecilnya seperti anak anak sebaya nya.
Tiba tiba key merasa ingin pipis membuat dia beranjak pergi dari sana,tanpa diketahui oleh kelvin.
"Uh lengahnya." ucap key setelah menuntaskan hajat nya.
"Wah wah si pencuri Masi punya muka toh,untuk keluar dari kandangnya." ucap Willy tiba tiba membuat key menatap tidak suka.
"Seterah kamu ngomong apa,aku gak perduli." key malas menanggapi omongan Willy.
"Masi berani menentang ku,setelah mencuri benda berharga milik suami ku." ucap Willy mengungkit soal keris emas waktu itu.
"Anda dengar ya?aku tidak merasa mencuri tapi aku merasa bahwa aku di jebak.semoga orang yang menjebak ku segera mendapatkan hidayah." balas key sambil mengepalkan tangannya untuk menahan emosi di dadanya.
"Apa untungnya jika ada orang yang ingin menjebak mu,itu alasan kamu saja.pencuri mana ada yang ngaku,jika ada udah penuh noh penjara." Willy menatap key dengan wajah penuh kemenangan.
Pertengkaran di depan toilet itu Semakin memanas,membuat para pelayan diam diam mengintip,untuk melihat adu mulut itu,mereka penasaran siapa pemenang dalam pertengkaran itu.
"Untungnya dia dapat mengeluarkan aku dari rumah ini,karena dia merasa terancam dengan keberadaan ku di sini." balas key membuat Willy terbungkam dalam beberapa waktu.
"Terancam,hahaha.segitu PD nya kamu menganggap dirimu penting,asal kamu tahu kamu itu tidak berharga dirumah ini jadi jangan sok berharga,jika di nilai, tumpukan sampah lebih berharga dari pada kamu." ejek Willy.
"Oh ya." key menanggapi ucapan Willy dengan senyum mengejek.
"Asal kamu tahu wanita yang kamu pandang rendah ini adalah madu mu.jika memang aku serendah itu,bodoh sekali suami mu mau menikah dengan ku yang rendah ini.jika kamu menilai ku karena penampilan ku.hal ini harus kamu dengar,aku istri muda Reyhan alvian kusumadewa,dengan harta yang di miliki suamiku mustahil tidak bisa merubah penampilan ku.jika itu sampai terjadi jagalah suami mu agar tidak jatuh ke pelukan ku." key mengancam di akhir pembicaraan itu.
"Kamu pikir aku takut,kamu itu tidak ada apa apa nya di banding dengan ku." Willy Masi merendahkan key.
"Seterah kamu mau bilang apa.untuk saat ini biar saja aku di gosipi,di cemooh bahkan di tertawai.tapi aku yakin itu semua akan terhenti,setelah kebenaran yang sesungguhnya terkuak." balas key meninggalkan Willy yang mengepal kan tangannya.
__ADS_1
"Masi berani dia melawan ku.berarti dia telah mengibarkan bendera perang untuk melawan ku,lihat saja kejutan yang akan kamu terima dariku.kamu akan menyesal telah berurusan denganku." Willy menatap tajam kepergian key.