
"Sudah puas jalan jalan nya?." sindir Rey melihat key keluar dari mobil.
"Puas.aku dan anak anak baru keluar beberapa menit yang lalu,sudah kamu suruh pulang.puas dari mana nya cobak?." sungut key.
"Masuk,ambil barang barang mu." titah Rey membuat key terkejut,apakah Rey mengusir nya?.
"Apa maksu..**** malah di tinggalin,dasar Rey nyebelin." decak key melihat Rey meninggalkan nya.
"Bunda ayo masuk,kami sudah pegal berdiri dari tadi." pinta Kelvin.membuat key menoleh ke arah tiga bocil itu.
Key masuk kedalam rumah,sampai di dalam key kaget dengan tumpukan barang yang mengunung,entah kapan barang itu ada di rumah ini.
"Loh itu kan Leo dengan Upin ipin, kenapa bisa di sini?." tanya Kelvin langsung menghampiri dua hewan itu dan di ikuti oleh Anton dan Dira.
"Apa ini barang barang rumah Rey yang kebakaran itu?." tanya key melirik pak man.
"Ia nona,ini barang yang sempat di evaluasi dari kebakaran.mohon anda mencari barang kepunyaan anda." seru pak man.
"Sebanyak ini,bagaimana aku bisa menemukan barang barang ku?." cicit key lemas melihat tumpukan barang itu.
"Bunda lihat,Leo semakin tampan ya?" celetuk Kelvin sambil mengendong Leo.
"Enggak kok,Leo dari kita tinggal emang seperti itu." bantah key membuat Kelvin mencebikan bibir nya.
"Bunda ah gak asyik." cetus nya cemberut membuat key terkekeh.
"Kurung Leo sana,bantu bunda cari barang barang bunda dan kamu." pinta key membuat Kelvin menurutinya.
Butuh waktu hampir satu jam untuk key mencari barang barang miliknya,untung tiga bocil membantu nya sehingga dia tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengumpulkan barang miliknya.
"Aku rasa hanya ini barang milik ku." tutur key.
"Bawa masuk barang milik mu ke kamar mu,mulai hari ini dan seterusnya kita akan tinggal di sini." cetus Rey membuat key terperangah mendengar nya.
"Tinggal di sini." pekik key.
"Aku tidak mau,apa kamu sudah bangkrut sehingga tidak dapat membeli rumah?." bantah key menolak saran Rey.
"Pokoknya mau tidak mau kamu harus Tinggal di sini,keputusan ku sudah bulat.tidak seorang pun yang dapat merubahnya." ujar rey dengan tegas membuat key tersenyum masam mendengar nya.
__ADS_1
"Ok aku mau tinggal di sini,asal kamu dapat mendesain kamar ku persis di rumah lama." celetuk key melakukan penawaran.
"Jika aku tidak mau,apa yang ingin kamu lakukan?." tantang Rey.
"Aku akan membawa anak anak pergi jauh darimu,bahkan kamu tidak akan bisa menemukan kami,sekalipun kamu mencarinya di lubang semut." ancam key penuh penekanan.
"Berani kamu mengancam anak ku?." sahut wanita paruh baya yang baru datang.
"Kenapa kamu seakan akan takut tinggal di sini?Takut kami makan,tenang kami tidak doyan makan daging wanita jelek seperti mu." seru putri.
"Kak apa yang kamu bicara kan." sanggah Rey sambil melotot tajam ke arah kakak nya.
"UPS.. maaf aku keceplosan." ujarnya sengaja menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
"Apa mereka siluman,jika ia makin bertambah masalah ku,mereka tidak menyukai ku pasti akan mencelakai ku." key mengerutkan kening.
"Aku akan memenuhi keinginan mu,sekarang pergilah ke kamar mu." titah Rey.
"Oh ya selama kamu di sini,kamu tidak ku ijinkan untuk keluar rumah." sambung nya lagi membuat key melotot tak suka.
"Aku tidak setuju,aku bisa mati jika harus berada di rumah terus,kamu pikir kami burung yang harus diam di sangkar terus." protes key.
"Kenapa kami tidak boleh keluar rumah?Beri aku satu alasan." pinta key.
"Diluar berbahaya,aku tidak mau Kelvin sampai kenapa napa,jadi kalian harus diam dirumah." jawab Rey membuat key menggeleng tak percaya.
"Lalu menurutmu di rumah ini aman untuk Kelvin,tidak kah kamu berpikir bahwa Kelvin akan bosan jika harus di rumah terus.aku tidak ingin dia di kekang di usianya yang masi kecil." protes key.
"Anak ku tidak bosan,karena di rumah ibu ada taman kanak kanak dan Masi banyak lagi,rumah ini lengkap dengan fasilitas.aku yakin Kelvin tidak akan bosan." ucap Rey dengan yakin.
"Ia memang banyak fasilitas di rumah ini, masalah nya jika mama mu tidak mengijinkan kami menggunakan nya,percuma juga." gerutu key dalam batin.
"Kenapa harus tinggal di sini?bukan kah perusahan mu ada di kota A.Lebih baik kita beli rumah di sana saja." terang key Masi mencoba membujuk Rey.
"Perusahaan pusat ada di sini,lagi pula kota ini sangat dekat dengan pulau Dewata,Rey bisa mengurus proyek barunya dengan mudah tanpa harus bolak balik." sahut Oma Wati.
"Besok aku tunggu renovasi itu,aku ingin secepat mungkin di selesai kan." pinta key dengan pasrah.
"Baik,besok aku akan minta pak man mengurus itu semua." balas Rey.
__ADS_1
"Pak man tolong bawakan barang ku ke kamar?." pinta key sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
"Bunda Dira gak mau tinggal disini?." ujar Dira bersuara setelah lama membisu di ruang tamu.
"Kita semua juga gak mau nak,untuk saat ini kita sabar dulu,siapa tahu Daddy kelvin merubah keputusannya." tutur key setelah duduk di pinggir ranjang.
"Pak man." panggil key melihat kedatangan pak man.
"Ia nona." jawab pak man sambil meletakan barang bawaan nya.
"Bayu dan pelayan lainnya apa dia di pecat?." tanya key.
"Tidak nona." jawab pak man membuat hati key lega.
"Apa mereka bekerja di sini?." tanya key.
"Ia nona,semoga anda terhibur dengan kehadiran mereka di sini." ucap pak man.
"Kamu benar,tapi apa mereka Masi marah dengan ku?." gumam key dengan pikiran berkecamuk.
"Coba anda menemui mereka,barang kali respon mereka tidak sesuai perkiraan anda." usul pak man.
"Besok aku akan menemui mereka." ujar key dengan semangat.
"Kalau begitu saya pamit dulu,selamat beristirahat nona." pak man pamit undur diri.
Key melihat anak anak nya sedang bersenda gurau,key menatap mereka dengan dalam, entah apa yang sedang dia pikirkan.
"Bunda ayo sini main ular tangga?Jangan bengong terus." seru Anton membuat key kaget.
"Dimana kalian dapat ular tangga?." tanya key setelah duduk di dekat mereka.
"Ini tu punya Anton bawaan dari panti Bun." sahut kelvin.
"Oh pantesan bunda asing,kalian denger ya saran bunda?." pinta key menatap mereka satu persatu.
"Apapun yang terjadi bunda minta kalian harus sama sama terus,mau dalam keadaan apa pun.jangan sampai berkelahi." saran key membuat anak anak mengganguk mengerti.
"Bunda gak usah khawatir soal itu,insyaallah kami akan selalu bersama." seru Kelvin dengan penuh keyakinan.membuat hati key lega mendengar nya.
__ADS_1
Mereka bermain ular tangga hingga sore hari, sebenarnya permainan itu membosankan,tapi karena mereka saling bercanda ria membuat permainan itu menjadi mengasyikkan.