
Tak lama Rey menghampiri ku mengajak ku pulang,sebelum pulang kami berpamitan terlebih dahulu ke pada keluarga Rey.
"Hati hati anak ku yang ganteng, Titip salam untuk cucuku,jika ada waktu luang datang lah kemari bersama Kelvin." ucap mama Rey sambil cipika cipiki.
"Ok mam,jaga kesehatan mama dan papa. ingat umur jangan sering sering olahraga malam." ucap ku dengan santai.
"Ini anak kalau di baiki bisa ngelunjak." omel papa.
"Orang cuma kasi saran aja kok pa,baper banget sih udah tua juga." ucapku sok cool.
"Astaghfirullah ini anak siapa ma,mama waktu hamil dia ngidam apa sih,mulutnya itu Lo ingin kuremet sangking geramnya." cerocos papa.
"Mama ngidam nyium ketek kambing makanya kalau dia ngomong bikin asem lambung naik." ucap mama dengan sembarang.
"Dasar orang tua sensitif amat,giliran Rey datang aja dimarahin,sekali ngilang dicariin.jadi mumet kan aku." ucap ku.
"Yaudah mendingan kamu cepat pulang bikin emosi aja." sambil mendorong tubuh Rey.
"Jadi ceritanya aku diusir ni,habis manis sepah dibuang." ucapku pura pura merajuk.
"kamu itu gak ada manis manisnya,yang ada kecut,udah sana pulang enek mama lihatnya." ucap mama pura pura mengusir ku.
"Kecut kecut gini banyak anak gadis orang terpicut sama karisma ku." sambil memeringkan rambutku.
"Astaghfirullah tingkat kepedean nya sama dengan papa,pa lihat kelakuan anakmu." mengadu dengan papa.
"Kekalahan makanya cari pertolongan.gak seru amat." ucapnya.
"Kamu apakan istri ku?." sambil memegang pinggang mama.
"Papa mau tau banget atau mau tau aja?." sambil senyum tengil kearah mereka.
"Mau tau aja." ucapnya malas.
"Udah tua tapi keponya gak hilang hilang,istrimu itu ku giniin.cup cup cup." sambil mencium kedua pipi serta kening mama Ku.
"Dasar bocah tengil." ucapnya sambil melempar sepatunya kearah ku,aku mengelak untuk menghindarinya.dan berbalik kearah mereka sambil menjulurkan lidah ku.
Makin emosi saja papaku,ku lihat dia ingin mengejar ku tapi ditahan oleh mama.sedangakan Willy hanya menyaksikan saja didalam mobil.
"Kamu gak boleh gitu Rey dengan mama papa!." ucapnya menasehati ku.
"Aku kalau gak jahili mereka rasa gak puas,kayak ada yang kurang gitu.udah jadi kebiasaan Ku suka menjahili mereka,kamu jangan heran." sambil merapikan pakaiannya.
"Sayang boleh gak besok aku keluar,bentar aja aku bosan dirumah." ucapnya.
"Memangnya mau kemana?." tanya Rey penasaran.
"Mau ke acara ulang tahunnya Mona Gak sendiri kok,aku pergi dengan Laura serta Amel." ucapnya menjelaskan.
"Oke pergilah tapi kalau keluar ingat pulang jangan sampai lupa waktu." ucap ku menasehati.
__ADS_1
"Boleh gak aku pergi tanpa bodyguard,bukan apa apa aku tu sering di ejek istri manja oleh temanku,bisa sayang ya." ucap nya.
"Kamu tahukan kalau melakukan penawaran dari ku harus ada yang kamu hadiahkan untuk ku.baru bisa aku menuruti kemauan mu." ucapku dengan tegas.
"Bagaimana menambah jatahku menjadi dua ronde gimana?." ucapnya melakukan penawaran.
"Lima ronde atau tidak sama sekali." ancam ku.
"Baiklah." ucapnya penuh semangat.
"Lihatlah akan ku buat kamu kelelahan hingga tak sanggup turun dari ranjang dan tak jadi pergi ke acara teman mu itu." ucapnya dalam batin.
Seperti nya apa yang rencanakan Rey gagal,
karena wanita yang dibuatnya kelelahan malam tadi.bisa bangkit dari tidurnya untuk menemui seseorang yang ingin ditaklukan nya,berkat semangat yang ia miliki bisa menghilangkan lelah yang ia alami.dia sekarang sedang memoles makeup tipis diwajahnya untuk menambah daya tarik yang dia miliki,di padukan dengan dres bunga bunga berwarna merah maron semakin membuat tampilannya sempurna.
Tak lama dia pun keluar rumah dengan menggunakan kaca mata hitamnya sebelum masuk kedalam mobil miliknya.sungguh hari ini mood nya sedang bagus karena dibebaskan oleh Rey apalagi menemui pemuda tampan yang hadir didalam mimpinya tadi malam, sungguh ia tak merasa rugi untuk menukar Rey dengan pemuda itu.
"Rey Rey bodoh sekali dirimu mau membebaskan istri mu untuk berselingkuh hahahaha." ucapnya sambil mengemudi mobil.
Tak lama mobil itu terpakir disebuah pekarangan rumah yang tidak terlalu mewah.rumah itu adalah milik Amel temannya.
"Amel gue datang,lama ya kalian nunggu gue?." sambil minum jeruk peras entah milik siapa.
"Lo lama banget sih,kita kan penasaran cepat hubungin Austin itu,kami mau denger." ucap amel antusias.
"Sabar,gue ketik no nya dulu deh tapi pakai handphone Lo Laura biar Rey gak curiga." ucapku.
"Nih cepatan gue kepo banget soalnya." sambil menyerahkan handphone nya.
"Speaker biar kami denger." ucap Amel.
"Halo ini siapa ya?." ucap pemuda itu di sebrang sana.
"Ini dengan Willy Wilona Wijaya,apa kamu Masi ingat." ucapku setengah gugup.
"Oh ternyata kamu baby eh maksudnya Willy,kenapa mau traktir aku makan ya." sedikit canggung.
"Kamu suka bener kalau nebak,ia sih gue ngajak Lo makan.itupun kalau gak ganggu kerjaan Lo?." memecahkan kecanggungan nya.
"Gue gak akan terganggu oleh gadis secantik kamu,kamu maunya kapan?." ucapnya sambil sambil menggombal dan teman teman ku melotot kearah ku.
"Kalau siang ini kamu bisa gak?." ucapku
"Bisa kamu kirim aja alamat nya di mana ,aku pasti datang kok." ucapnya.
"Ya udah gitu aja ya,sampai jumpa nanti siang." sambil malu Malu.
"Ok sampai jumpa lagi." sambil mematikan sambungan telpon.
Setelah sambungan telpon itu terputus aku pun langsung melompat lompat di kursi yang ku duduki sangking senangnya.
__ADS_1
"Willy kayak anak gadis jatuh cinta saja,gak perlu sampe lompat lompat juga kali." ucap Amel.
"Gue tu seneng banget Amel mau ketemu babang ganteng." ucapku sambil mencubit kedua pipi Amel.
"Seneng sih seneng gak harus nyubit pipi gue aja kali." ucap Amel sedikit kesal.
"Uluh uluh anak gadis yang satu ini sensitif amat,lagi datang bulan neng." sambil mencolek dagunya.
"Ternyata tuan Austin itu dengan cepat tertarik dengan Lo,gue salut dengan pesona yang Lo punya Wil." ucap Laura memuji.
"Ia ini namanya usaha tidak akan mengkhianati hasil.oh ya kalian ikut gue ya nanti, please." ucapku setengah memohon.
"Maksud Lo kami mau Lo jadi in obat nyamuk gitu,ogah gue Masi banyak kerjaan." ucap Amel judes.
"Kan ini tantangan dari kalian,kalian itu harus lihat dengan mata kalian bahwa kalian itu kalah dan harus memberikan butik dan club itu padaku." sambil melipat kedua tangan ku di dada.
"Oke kami akan ikut." ucap Amel.
Kami pun pergi disalah satu restoran ternama di kota ini sebelumnya aku telah memesan ruang VVIP untuk makan siang kami dan juga telah mengirimkan lokasi restoran itu kepada Austin,kami mulai masuk ruangan itu tapi aku terkejut ternya Austin telah menunggu ku,dari sisi wajah nya dapat kulihat sedikit gurat kekecewaan karena aku membawa dua temanku.
"Maaf ya membuat mu menunggu,kamu udah pesan makanan apa belum?." ucapku basa basi.
"Oh tidak apa apa demi menunggu gadis secantik kamu,aku belum memesan makanan." ucapnya menggombali ku.
"kamu bisa aja baperin anak orang,kamu mau pesan apa?." tanyaku.
"Samain aja dengan punya mu." ucapnya.
"Oh ya kenalin ini teman teman ku Laura dan Amel." sambil menunjuk teman ku itu.
"Gue Austin senang berteman dengan kalian." sambil menjabat tangan Amel dan Laura.
Tak lama kami pun menikmati makanan setelah selesai Laura dan Amel berpamitan pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu yang harus mereka kerjakan.dan sekarang tinggal lah aku dan Austin.
"Kamu makan siang sama aku emang gak ada yang marah,pacar kamu misalnya." tanyaku.
"Tentu saja tidak ada,ku beri tahu kamu nona cantik.aku ini gak ada yang punya." ucapnya santai.
"Wah sungguh sayang cowok setampan anda belum punya pasangan." ucapku sambil meminum jus mangga.
"Aku ini lagi Pdkt Dengan seseorang." ucapnya sambil merokok.
"Emangnya siapa gadis beruntung itu,kalau boleh tau?." ucapku penasaran.
"Ini didepan mataku." terlihat seperti menggombal.
"Anda bisa saja,aku ini udah punya suami loh masa doyan dengan istri orang." bercanda untuk menutupi ke gugupan ku.
"Aku tau kamu itu istrinya Reyhan alvian kusumadewa itu kan,bahkan aku tau mantan mantan mu serta kehidupan masa lalu mu,asal kau tau nona manis aku Adytia Austin Abraham siap menanti jandamu." ucapnya dengan sungguh sungguh yang sangat terdengar romantis ditelinga Willy.
"Buat aku jatuh cinta padamu maka akan ku lepaskan Rey untuk lari ke pelukan mu." tersenyum malu malu.
__ADS_1
"Baik akan ku buat kamu mencintai ku sedalam lautan dan seluas samudera." sambil berlutut mencium punggung tangan ku.
Sungguh aku merasa di perlakukan layaknya seorang ratu yang dicintai oleh rajanya.apa yang dilakukan oleh Austin tidak pernah kudapatkan dari seorang Reyhan.Reyhan itu orang yang terlalu menjunjung tinggi harga dirinya dia pria yang datar tidak pandai bersikap romantis pada pasanganya sehingga cinta yang ku miliki sedikit memudar karena hidupnya yang datar saja.aku berani bermain api dibelakang Reyhan untuk mencari kesenangan yang ku kehendaki.