
"Gimana,apa kamu menemukan Mimin?." tanya key seterah menghampiri suaminya,dia Baru saja mengelilingi tempat bermain itu namun Mimin tidak di temukan.
"Gak ada key,aku udah mencari nya di sekitar sini namun Mimin tidak ada.bahkan aku tadi menanyakan pada beberapa orang,tapi sayangnya mereka juga tidak melihat mimin." jelas Rey membuat wajah istrinya semakin pucat karena cemas.
"Terus kita harus kemana lagi mencari mimin.oh ya anak anak,dimana?." key menanyakan para bocil nya,dia takut anak anak ikut menghilang seperti Mimin.
"Mereka aku suruh duduk di dekat satpam dan aku melarang mereka kemana mana hingga kita kembali." jelas Rey membuat key lega mendengar nya.
"Baguslah jika anak anak kamu suruh begitu." ucap key.
Tak lama banyak para pengunjung berlari kesuatu arah,mereka berlari di salah satu tempat bermain bola itu.dari kejauhan key melihat orang orang berkerumunan seperti ada sesuatu yang menarik yang mereka lihat, seketika itu key penasaran dan dia takut bahwa ada Mimin di sana.
"Key kamu mau kemana?." pekik Rey melihat istrinya tiba tiba berlari dan tak lama di pun ikut menyusul istri nya itu.
"Permisi." ucap key sambil menerobos kerumunan itu.
Saat sampai di ujung kerumunan,betapa kagetnya key melihat seorang anak kecil terrbaring lemah di pangkuan seorang pria paru Bayah,key langsung memekik melihat semua itu.
"Mimin." pekik key mengundang perhatian para pengunjung.
"Apa ibu keluarganya,anak ini saya temukan di toilet dia lemas buk." adu pria itu membuat key langsung menangis.
"Mimin kamu kenapa,nak?bertahan nak ya bunda akan bawa kamu kerumah sakit." ucap key dengan air mata mulai membasahi pipi nya.
"Bun...da...bilangin....ke mama...mi..min..sa-yang d-i-a." ucap nya tergagap dengan suara lemah nya.
"Key apa yang terjadi dengan Mimin?." tanya Rey setelah berhasil menyusul istrinya.
"Aku gak tahu hiks hiks,kita harus cepat bawa Mimin kerumah sakit rey.aku gak mau Mimin sampai kenapa napa hiks hiks." pinta key dengan menangis sedang kan Mimin langsung di gendong.
"Pak terimakasih sudah menolong ponakan saya,mohon beri kami jalan,kami mau pergi kerumah sakit." ucap Rey tergesa gesa dia ikut cemas melihat keadaan Mimin yang memperhatikan.
Key langsung pergi ke parkiran sedangkan Rey menjemput anak anak,setelah Rey membawa anak anak masuk ke mobil dia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan satu pun semua nya menghawatirkan keadaan Mimin.
__ADS_1
"Target sudah keluar." ucap seorang pria melalui panggil telpon.
"Bagus,jalankan rencana berikutnya." titah orang itu sambil memutuskan panggilan.
Rey mengambil jalan pintas yang dapat membawanya cepat sampai di rumah sakit,jalan itu memang sepi sering terjadi kejahatan di sana.namun Rey tidak peduli,yang di pikirkan saat ini keselamatan Mimin yang harus segera tiba di rumah sakit untuk di obati.
Saat melaju di jalan itu tiba tiba ada beberapa mobil yang menghimpit mobil Rey,membuat Rey langsung menghentikan mobilnya dan memukul kemudi karena dia kesal di saat seperti ini ada saja yang ingin mencari masalah dengan nya.
"Turun." bentak seorang pria sambil mengetuk kaca mobil itu.
"Rey mereka siapa?." tanya key sambil mendekap erat Mimin.
"Aku tidak tahu.kalian semua jangan turun dan jangan buka pintu mobil ini,apa pun yang terjadi nanti.jika bisa key bawa pergi anak anak jauh dari sini.ingat jangan pikirkan aku karena aku bisa menjaga diriku sendiri." pesan Rey dan langsung turun dari mobil itu.
Tampak dari kejauhan Rey berbicara dengan beberapa pria bertubuh kekar itu,setelahnya mereka langsung berkelahi.anak anak yang melihat kejadian itu langsung histeris ketakutan key bingung menenangkan mereka.
"Bunda Dira takut." adu Dira sambil mendekati key.
"Tenang nak ya,sebentar lagi polisi datang untuk menyelamatkan kita." dusta key agar anak anak nya tenang.
Karena sibuk memperhatikan anak anak,ketika key melihat ke depan tidak ada lagi Rey dan para pereman itu.entah kemana mereka perginya?.
"Turun." titah seorang pria paru baya sambil menodongkan pistol kearah kaca mobil, anak anak yang melihat hal itu langsung menangis.
"Ya Allah aku harus bagaimana,apa aku turun atau tidak? kenapa semua ini bisa terjadi ketika Mimin seperti ini.ya Allah semoga ada mukjizat yang kau berikan agar kami bisa terbebas dari situasi seperti ini." doa key tanpa menghiraukan pria itu.
Key memeriksa denyut nadi milik Mimin dengan tangan bergetar,dia dapat merasakan bahwa denyut nadi ponakan nya itu mulai melemah.key terus memanjatkan doa untuk keselamatan Mimin.
Tak lama ada mobil yang tiba tiba berhenti di depan mereka,seorang pria turun dengan beberapa bodyguard di belakang nya.key tersenyum melihat hal itu.
"Sayang lihat,om Hens menolong kita." ujar key membuat anak anak keluar dari persembunyian nya.
"Kalian gak usah takut ya,sebentar lagi Daddy datang dan membawa kita pergi dari sini." ucap key penuh keyakinan.
__ADS_1
"Apa kabar sekertaris gila?." ujar seorang perempuan membuat Hens langsung menatap tajam kearah wanita itu.
"Oh ternyata kamu dalang dibalik semua ini,aku tidak akan membiarkan kamu lolos dari tangan ku." ucap Hens dingin membuat Willy hanya terdapat mengejek.
"Aku yang tidak akan membiarkan mu lolos dari ku,karena kalian adik ku meninggal.lihat bagaimana aku membalas dendam pada kalian." ucap Willy lalu menyerang Hens.
Perkelahian itu sangat seimbang mereka berdua sama sama memiliki kemampuan yang hebat,Hens tidak menyadari bahwa Willy membawanya jauh dari tempat key.
"Waktunya kita bereaksi." ucap Datuk Waga mendekati mobil milik Rey.
"Keluar!!." ucapnya sambil menggedor pintu mobil itu.
"Awas Burhan,sepertinya mereka tidak akan keluar jika kita,tidak membuat mereka takut." titah Datuk Waga sambil berdiri tepat di mobil itu.
"Andai aku bisa menjalankan mobil ini,sudah ku tabrak dua pria itu." gumam key sambil melihat Datuk Waga yang mengarahkan salah satu tangan nya kearah mobil ini.
Tak lama key dapat merasakan mobil ini terangkat dan tiba tiba terhempas begitu saja,membuat key dan para bocil kaget dan ketakutan.mobil terangkat dan terhempas itu terus terjadi,key dapat melihat Datuk Waga tersenyum penuh kemenangan kearahnya.
"Apa pria tua itu siluman,dia bisa mengangkat mobil ini dengan kekuatan nya." gumam key dan dua pria itu mulai mendekati mobil key lagi.
"Keluar atau aku akan menghancurkan mobil ini." pekiknya dengan ancaman yang mengerikan di telinga key.
"Ya Allah aku harus bagaimana." tanya key lirih.
Key mengambil keputusan untuk turun. sebelum dia turun dari mobil ,dia membaringkan Mimin di kursi belakang kemudi tak lupa dia memberi pesan pada anak anak selama dia turun.
Key mulai membuka pintu mobil,tanpa key sadari Burhan langsung memanfaatkan hal itu untuk membuka pintu mobil belakang dan ingin mengambil Kelvin.
"Apa yang kamu lakukan? jangan ganggu anak anak ku." key menarik tangan Burhan yang ingin menjahati para bocil sedangkan anak anak histeris karena mereka tahu bahwa Burhan ingin menculik mereka.
"Dasar penganggu,bugh." Burhan menghempaskan tangan key sehingga membuat key terpental dan kepalanya membentur kaca spion mobil seketika itu pandangan key gelap dan ia tidak sadarkan diri.
Datuk Waga hanya menyunggingkan senyum sambil mengelus janggut nya dia menikmati tontonan itu dari kejauhan.
__ADS_1