
Kring kring kring bunyi alarm diatas nakas, menandakan hari mulai subuh,aku membuka mata ku perlahan untuk melawan rasa kantuk dan juga malas ku,setelah kesadaran ku penuh aku langsung mematikan alarm tersebut agar tidak menganggu tidurnya Kelvin.
Aktivitas ku dimulai subuh hari.beda dengan orang lain mungkin Masi bobo syantik di kasur empuk mereka,sedangkan aku sudah berkutat dengan dapurku setelah melaksanakan sholat subuh.
"Pak man tolong adon kan adonan itu Sampai sedikit kental,kamu Angel potong sosis itu agak tebal,sedangkan kamu Helen tolong bawakan panci kemari." begitulah keributan yang ku buat di pagi hari.
Aku memang suka memasak makanan lokal, apalagi dibuat dengan tangan ku sendiri rasanya tambah nikmat.
Ketika dulu aku tinggal dirumah paman.aku harus bangun subuh buta untuk melakukan pekerjaan rumah,dari memasak hingga mengepel lantai.aku menjadikan itu semua sebagai hobiku agar lelah yang ku dapat tidak terasa,karena aku senang melakukan itu semua.semua itu menjadi kebiasaan Ku yang tidak bisa aku tinggalkan meskipun tidak tinggal lagi dengan pamanku.
Aku dirumah Rey juga melakukan itu tapi dengan pelayan yang lain.kadang pak man menegur ku jika melakukan hal yang berat seperti mengepel,mencuci piring,bersih bersih itu semua dilarang oleh pak man,aku hanya di ijinkan untuk memasak dan mencuci baju ku sendiri.
"Anda akan memasak apa nona?." pak man bertanya padaku.
"Aku ingin memasak nasi goreng dan bolu pandan.hanya itu pak man." sambil mengoseng nasi goreng dengan kekuatan penuh.
"Ini adonan nya,mau di apakan lagi nona?." ucap pak man bingung.
"Dicium pak man hehehh,bercanda.tolong pak man panggang ya menggunakan anglo." ucapku sedikit bercanda.
"Baik nona saya mengerti." sambil pergi membawa adonan tersebut.
"Angel tolong nasi gorengnya disalin ya,baru ditata di atas meja,aku ingin membuatkan susu untuk Kelvin?." ucapku.
"Siap nyonya komandan." sambil memberi hormat padaku.
Setelah membuat susu untuk Kelvin aku pergi ke kamar untuk membangunkannya,sesampai disana aku langsung membuka korden agar cahaya mentari masuk kedalam kamar.
"Kelvin...Kelvin..bangun hari sudah pagi nak." mengelus rambutnya tapi tidak ada respon darinya,Kelvin Masi tidur nyenyak di peluk Daddy nya.
__ADS_1
Sejenak aku beranjak dari ranjang mengambil handphone ku dan membuka aplikasi kamera,aku memotret momen tersebut karena aku sangat yakin ini momen langka yang jarang terjadi.
"Hihihi mereka imut sekali,lihatlah iler Kelvin meleleh di dada bidang Daddy nya hahaha." ucapku cekikikan melihat Poto mereka.
"Kamu ngapain gila disitu,ngomong sendiri lagi nganggu orang tidur aja,kalau mau gila sana di kolong jembatan biar orang gak ke ganggu." ucap Rey dengan ketus jangan lupa kan suaranya yang serak karena bangun tidur.
"Ye siapa juga yang gila anda salah lihat mungkin karena mata anda tertutup oleh kotoran mata anda." ucapku membalasnya.
Dia pun langsung mengucek matanya,mencari keberadaan kotoran yang ku maksud,lihatlah betapa malunya dia saat ini,aku sangat senang melihat hal aneh ini,akan ku buat dia lebih malu lagi.
"Ternyata anda sangat jelek jika mata anda banyak kotoran.mana tadi malam tidur ngorok lagi saya jadi gak bisa tidur karena anda ngorok.kalau mau ngorok tu sana di kolong jembatan biar orang gak ke ganggu." membalikan kata kata dia tadi.
"Jangan Ngada Ngada ya,saya tu kalau tidur anteng kayak anak ayam di kekepin induknya.mana ada ngorok kamu yang ngorok." ucapnya menutupi urat malunya.
"Tuan kan gak tau tuan aja tidur,tu bantal mau ku cuci dengan bunga tujuh warna biar bau liur walet nya hilang." sambil menunjuk bantal di pakainya.
Dia pun langsung terduduk sambil meraih bantalnya dan melihat jejak liur nya ada disana,kalian lihat tuan Rey yang tampan dan di kagumi kaum hawa itu,sedang ku buat malu hingga wajah nya memerah,tak sanggup membantah ucapan ku dia pun memutuskan pergi ke kamar mandi dengan langkah seribu kaki.
Cukup lama Rey berdiam diri di kamar mandi membuat key harus memandikan Kelvin di kamar mandi dapur,sudah selesai memandikan Kelvin.kamar mandi tersebut nampaknya belum ada tanda tanda Manusia di dalam nya ingin keluar.
"Bun kenapa Daddy gak keluar keluar dari kamar mandi, Daddy lama banget mandinya?." ucap Kelvin.
"Mungkin Daddy mu lagi ngeram disana." ucapku asal.
"Memang Daddy punya telur?." tanyanya.
"Punya malah dua, hihihi." ucap ku cekikikan.
"Nanti Kelvin mau tanya Daddy,Kelvin mau lihat telurnya?." ucapnya dengan polosnya.
__ADS_1
"Gak ada sayang bunda hanya bercanda,manusia mana bisa bertelur nak,mungkin Daddy mu lagi berendam makanya lama." balasku cepat.
"Kita tunggu Daddy di meja makan saja ya,bunda udah masak nasi goreng ke sukaan mu." sambil menggendong nya menuju dapur.
Pelan tapi pasti pintu kamar mandi terbuka lebar setelah kepergian key dan Kelvin.dengan seseorang keluar dengan cara mengendap ngedap layaknya pencuri.
"Huuuu untung gak ada key.eh tunggu dulu,emangnya kalau ada dia kenapa?jangan bilang seorang Reyhan alvian kusumadewa takut kepada seorang key.kenapa aku melakukan hal bodoh lagi,jika seperti ini key pasti merasa dirinya telah menang.aku harus pergi sarapan untuk menunjukan bahwa aku tak takut bertemu dengannya karena hal memalukan itu." berbicara sendiri.
Dengan penampilan yang sangat gagah dan tampan ditambah kepercayaan dirinya menambah aura dari dalam dirinya muncul. sehingga mata kaum hawa dapat silau karena pesona yang dia pancarkan,akan tapi itu tidak berlaku untuk wanita di depannya ini yang sedang menyuapi anaknya tanpa menoleh sama sekali.mungkin dia juga tidak sadar ada manusia di hadapannya.
Tanpa peduli dengan key yang cuek,Rey mulai memakan bolu pandan di depan nya dengan pak man yang menuangkan susu hangat di gelasnya.
"Saya sangka anda akan menginap di kamar mandi tuan." ucap key setelah sadar kehadirannya.
"Untuk apa aku menginap disana sedangkan di kamar ku sudah ada ranjang empuk yang menanti untuk ku tiduri." ucapnya santai.
"Oh baguslah kalau begitu,Hai Hens kamu baru datang,mari sarapan bersama!." ucapku menyapa Hens yang baru datang.
"Terimakasih nona saya sudah sarapan." ucap nya dengan sopan.
"Lain kali kamu sarapan di sini ya,mencoba masakan buatan saya." ucapku dengan ramah.
"Akan saya usahakan." balasnya.
"Anak Daddy di rumah yang pintar ya, Daddy mau kerja dulu!." ucap Rey sambil mencium pipi anaknya.
"Bunda gak di cium juga dad." ucap Kelvin yang membuat semua orang terkejut.
"Gak sayang bunda mu itu bau kecut,bisa bisa Daddy pingsang setelah menciumnya." dengan tatapan mengejek.
__ADS_1
"Anda sungguh keterlaluan tuan,anda mempermalukan saya di depan umum seperti ini,awas saja nanti ku balas." ucap key membatin dengan menahan malu,wajah key sekarang merah padam karena ucapan Rey yang menolak mentah-mentah mencium pipinya.
"Gimana!malu gak tu,reyhan mau di lawan.satu sama.tidak seorang pun akan ku buatkan menang melawan ku." ucap Rey membatin.