Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Season 2 Telah di mulai


__ADS_3

Judul \= bujang tenar


Cuplikan!


Hari ini adalah hari yang di nanti oleh Austin, beberapa hari lalu Nesya berjanji padanya untuk menemani ia jalan-jalan dan ia akan menagih janji itu.


"Kamu dimana?aku udah nunggu kamu di tempat biasa." Dengan secepat itu Austin sudah berada di lokasi,tanpa menghubungi Nesya dari awal.


"Kenapa kamu baru memberi tahu ku sekarang?seharusnya kamu mengabari aku sejak tadi.aku belum siap-siap sama sekali,jadi terpaksa kamu menunggu cukup lama disana." omel Nesya.


"Tanpa aku beritahu seharusnya kamu ingat sendiri,soalnya kamu yang membuat janji pada ku," protes kembali Austin.


"Maafkan aku,Austin.aku benar-benar lupa,tunggu aku disana aku akan segera datang." Pinta nya sambil memutuskan panggilan.


"Selalu mematikan panggilan sepihak.untung cinta kalau tidak sudah ku gigit dia." Gerutu Austin sambil memasukan ponselnya kedalam saku.


Setengah jam Austin menanti kedatangan Nesya.sampai-sampai Austin bosan duduk di motornya,kini dia memutuskan untuk duduk di sebuah kursi dibawah pohon mangga.


"Nunggu siapa,Dek?" tanya pria paruh baya dengan kresek ditangan nya mungkin pria itu habis dari warung.


"Lagi nunggu pacar saya,Pak." Tadi Austin melamun tapi karena mendengar sapaan seseorang sehingga dia tersadar.


"Anak muda kamu romantis sekali,bapak jadi ingat masa muda bapak." Pria itu duduk di samping Austin.


"Emang masa muda,Bapak romantis juga?" tanya Austin dan ia mencium bauk busuk yang entah berasal dari mana.


"Jelas dong.bapak waktu muda gak kalah romantis dengan anak sekarang," ucap nya sedikit bangga.


"Tapi kan dulu gak ada handphone,motor dan mobil.terus bapak melakukan hal romantis seperti apa?" tanya Austin penasaran.


"Karena tidak ada itu makanya kami romantis,malah bapak bersyukur karena tidak ada barang modern uang bapak aman dan terjauh dari perselingkuhan." Austin sedikit membenarkan ucapan Bapak itu.


"Waktu dulu,Bapak sama Mona istri bapak gak di restuin dengan kedua orang tua kami.kami berdua berjuang demi cinta kami sehingga nekat nikah di bawah tangan." Bapak itu sedikit cerita.


"Loh,emangnya bapak kenapa bisa tidak direstui?" tanya Austin tidak menyangka kisah cinta bapak ini berujung di tentang.


"Bapak orang tak mampu sedangkan istri bapak anak juragan beras.ya,jelas tak di restui.tapi karena cinta bapak sudah telanjur besar bapak nekat nikah dibawah tangan dengan modal cincin doang."

__ADS_1


"Menurutmu istri bapak bodoh atau gimana?karena mau menerima bapak yang bermodal cincin dan mental doang."


"Itu sangat beresiko sekali,Pak.apalagi istri bapak tidak tahu dengan kehidupan nya kedepan,apa dia bisa makan,punya rumah atau malah di tinggalkan.seharusnya dia berpikir seperti itu," jelas Austin.


"Tapi sayang nya istri bapak tidak berpikir begitu karena sudah di buta kan oleh cinta.tapi setelah kami menikah bapak punya prinsip,"pokoknya istri ku harus bahagia hidup denegan ku".Bapak selalu berusaha membuat dia bahagia walaupun waktu itu kami makan sepiring,tidur di perumahan kumuh." Austin salut dengan perjuangan cinta bapak ini dalam hati ia berharap Nesya mau berjuang dengan nya.


"Pasti sangat sulit mengahadapi masa-masa itu.jika saya di posisi bapak saya tidak tahu apa saya sanggup atau tidak," puji Austin.


"Sangat sulit menghadapi tantangan yang datang terus menerus dari bapak yang miskin hingga mampu sekarang pun tetap di uji," ujar Bapak itu.


"Benarkah?memangnya bapak di uji apa lagi?" tanya Austin.


"Kami belum di kasi amanah pada yang kuasa,hingga sampai saat ini kami belum di karuniai anak.kami sudah mengecek semua nya ke dokter dan ia bilang bahwa istri bapak mandul,tapi bapak tidak masalah soal itu." Bangga itulah yang Austin rasakan saat ini.


"Bapak benar-benar pria sejati." Puji Austin menepuk bahu Bapak itu.


"Dimana sekarang istri bapak?" tanya Austin.


"Di alam mimpi karena dia memilih menikah sama orang lain dan sekarang bapak gak nikah-nikah hingga di ejek sekampung sebagai bujang tua." Mulut Austin terbuka lebar ternyata semuanya bohong dan untuk apa dia mendengar semua ucapan pria ini.


"Maksud Bapak semua cerita tadi cuma karangan Bapak?" tanya Austin namun bapak itu membuka keresek di tangan nya dan memakan gorengan tanpa menghiraukan Austin.


"Kenapa lama sekali?" Omel Austin setelah Nesya berada di dekatnya.


"Tadi air di kosan ku mati jadi aku lama mandinya.kamu kenapa duduk dengan orang itu?" Nesya menunjuk bapak yang sudah pergi itu.


"Lah emangnya kenapa? orang dia baik ngajak aku ngobrol dan kami satu pemikiran." Protes Austin udah lama datang,malah ngomel ngomel gak jelas.


"Maksudmu kamu mau mengobrol dan hingga sampai satu pemikiran dengan orang gila itu?" tanya Nesya membuat Austin ngebug sesaat.


"Orang gila,maksud mu bapak itu orang gila?" Austin memastikan pendengaran nya.


"Ia.Dia itu suka mencuri gorengan dan jemuran warga sini.bisa-bisanya kamu mengobrol dengan dia saat menunggu ku?" Nesya menggeleng tak percaya dengan Austin yang mengobrol dengan orang gila.


"Aku gak tahu,Nesya.tapi dia tadi cerita seperti orang normal,mana dia cerita soal percintaan ya aku tertarik lah denger nya." Austin membela diri.


"Wajar dia cerita soal percintaan,soalnya dia gila karena di tinggal nikah dengan orang yang dia cintai," ucap Nesya.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Austin.


"Ia.dia suka dengan mpok Ramlah tapi di tolak dan di tinggal nikah.empok Ramlah pindah rumah dari sini karena di datangi dia terus,setelah empok Ramlah pergi dia makin stress.bisa ngamuk dan mengejar anak-anak tanpa sebab," jelas Nesya.


"Apa dia bisa mengigit orang?"


"Bisa.Bang Andres di gigit dia hingga struk karena bang Andres mengejek dia terus." Austin memegang lehernya yang mulus mendengar cerita Nesya.


"Orang gila yang mengerikan,seharusnya dia di amankan di rumah sakit." Tutur Austin.


"Warga sini lelah mengurusnya karena dia selalu kabur dari rumah sakit dan kembali lagi kesini.aku heran dia itu sangat bau,apa saat dia duduk di samping mu kamu tidak mencium nya?"


"Aku mencium bau busuk itu,aku kira bau ta*i kucing jadi aku mengabaikan nya," runtuk Austin yang menyesali ke bodo*han nya.


"Kamu tidak menyadari nya karena keasyikan mendengar cerita ngawur yang ia dia bicarakan," terang Nesya membuat Austin tersenyum malu.


"Aku masi tidak menyangka kamu bisa duduk santai dan mendengar cerita orang gila,seperti tidak ada orang waras saja." Nesya Masi mengomeli Austin.


"Berhenti membahas soal itu,itu terjadi juga karena aku bosan menunggu mu," Austin membela diri.


"Alasan mu saja," ledek Nesya.


"Berhenti bahas soal itu," Austin mendekati Nesya dan langsung menggelitik perutnya.


"Hahaha,hentikan Austin." pinta Nesya yang telah berada di pelukan Austin.


"Jangan mengejek aku lagi," ujar austin sambil memeluk Nesya dari belakang.


Keadaan disana sangat sepi itu karena banyak warga yang berkerja dan melakukan aktifitas,sehingga tidak ada yang melihat Austin yang memeluk Nesya***.


Hallo semuanya 🙋


Saya kembali lagi dengan cerita terbaru✌️


Buruan kepoin cerita Austin,semoga kalian syuka ya🤗


Jangan lupa dukung terus cerita saya👉👈

__ADS_1


Sampai jumpa di Bujang Tenar,saya tunggu kehadiran kalian😘


__ADS_2