
Willy menunggu dengan gelisah kedatangan Ika,yang menjanjikan akan membawakan daging untuknya,namun sudah berapa jam sejak kepergian nya Ika tidak kunjung kembali.
"Dimana perginya Ika?aku cemas menunggu nya,perasaan aku Tidak enak memikirkan dia.apa sesuatu telah terjadi pada Ika?." Willy mengigit bibir bawahnya.
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu dengan segera dia membukanya,dia yakin Ika telah datang.
Willy membuka pintu.betapa kagetnya ia saat melihat Ika tergeletak di depan pintu dengan wajah pucat nya.
"Ika...bangun dek,hiks hiks.apa yang terjadi pada mu?siapa yang tega melakukan ini padamu?.JAWAB IKA,hiks hiks huhuhuhu." Willy mencoba membangunkan Ika di pelukannya namun tidak ada reaksi apapun dari Ika,Willy merasa tangannya basah saat memegang bagian belakang Ika.
"Da...rah.apa kamu sudah meninggal Ika,hiks hiks.jangan tinggal kan aku, huhuhuhu." ujar Willy sambil melihat darah di tangan nya.
"Dia di bunuh oleh Rey." celetuk seseorang membuat Willy langsung mendongak melihat pria asing itu.
"Da...tuk Waga." ujar Willy tergagap.
"Aku tadi melihat anak buah Rey ingin membuang jasad Ika kedalam laut,karena aku tahu dia adik mu.maka aku segera merampas jasad Ika dari tangan mereka dan membawa nya kemari." jelasnya,membuat Willy murka mendengar nya.
"Hiks hiks Ika huhuhuhu,jangan tinggalkan aku dek." Willy menangisi jasad adik nya itu.
"Ini semua salah ku,hiks hiks.jika saja aku tidak memintamu membunuh wanita itu,semua ini tidak akan terjadi,huhuhu." seru Willy sambil menangis pilu.
"Bukan salah mu,nak.yang salah itu Rey yang tega membunuhnya." ujar Datuk Waga membuat Willy diam diam membenarkan ucapan Datuk itu.
"Adik mu pasti tak tenang disana,jika kamu belum membalas dendam pada Rey atas kematian nya." seru Datuk Waga lagi.
"Lalu menurutmu,apa aku harus balas dendam?." tanya Willy,membuat Datuk Waga mengangguk.
"Bergabung lah dengan ku,aku akan membantumu balas dendam dengan siluman harimau itu." ajak Datuk membuat Willy terdiam sejenak.
"Aku akan bergabung dengan mu.REY TUNGGU PEMBALASAN KU." teriak Willy murka.
"Bagus.aku harus memanfaatkan wanita ini untuk mencapai tujuan ku yang sebenarnya." Datuk Waga tersenyum tipis.
__ADS_1
Malam itu jasad Ika di makamkan,Willy Masi tidak percaya akan semua hal yang di alaminya beberapa hari ini,satu persatu orang yang dia sayangi mulai pergi meninggalkan nya.
"Tenanglah di sana,kakak janji akan membalas kan dendam mu.doakan kakak berhasil melakukan semua itu." gumam Willy lirih dengan air mata mulai jatuh kembali di pipi.
***
"Dimana wanita itu di makam kan?." tanya key yang ikut nimbrung pembicaraan Rey dan Hens di meja makan itu.
"Jasad wanita itu diculik?jadi Hens tidak jadi menguburkan nya tadi malam." terang Rey membuat key langsung duduk mendekati Rey,mungkin dia ingin mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
"Bagaimana bisa di culik?apa kamu cuma menguburkan nya sendiri,tanpa pengawal?." tanya key mengintrogasi Hens terlebih dahulu.
"Tidak nona,malam itu ada saya dan sembilan orang bodyguard." balas Hens sambil melanjutkan memakan sandwich.
"Padahal kalian rame,kok bisa kecolongan sih." omel key membuat Hens tersedak.
"Jangan menyalahkan Hens,mungkin sudah takdirnya bahwa jasad itu tidak kita kuburkan.mungkin ada orang yang berhak menguburkan nya." Rey menengahi agar key berhenti mengomeli Hens.
"Kejadian itu tidak terjadi,jika kamu tidak mengajak ku beristirahat." cetus key kesal, membuat Rey terkejut karena istrinya itu menyalahkan nya.
"Pokoknya kamu salah,coba aja kita bantu memakamkan jasad itu.pasti yang menculik jasad itu akan berpikir dua kali menculik jasad wanita itu,karena adanya kamu di sana." cerocos key membuat Rey mendengus kesal.
"Astaghfirullah.semuanya sudah terjadi,kenapa kamu terus memperdebatkan hal itu?." omel Rey.
"Aku takut jasad itu di apa apakan oleh penculik itu,jasad itu harus segera di makam kan,kasihan."
"Aku sih sempat berpikir bagaimana jika jasad wanita itu di jadikan tumbal,secara kan dia itu siluman." jelas key membuat rey langsung menjitak keningnya,key langsung merintih kesakitan.
"Dia sudah mati mana bisa di jadikan tumbal,jangan Ngada Ngada." protes Rey.
"Ya kan aku cuma menerka saja." key membela diri sambil mengelus kening nya.
"Lagi pula kamu ini aneh,setalah kejadian semalam apa kamu tidak merasa takut?." tanya Rey sambil menatap intens wanita di hadapan nya ini.
"Ya gak takutlah,ngapain juga harus takut." balas key sambil menutupi kegugupannya karena di tatap lekat oleh Rey.
__ADS_1
"Dasar wanita aneh.dengan ku tidak takut dengan siluman apa lagi,terus kamu takut nya apa sih?Heran aku jadinya." sungut Rey.
"Aku takut sama Allah,cuma dia yang aku takuti.kamu tahu Tuhan ku bisa membuat siang dan malam,apalagi cuma hati manusia.misalnya bisa jadi dia membuat kamu mencintai ku esok hari atau malam nanti." ucap key menggoda Rey sambil tercengir.
"Aku tak mengerti ucapan mu,dasar aneh huh." sorak nya langsung meninggalkan key.
"Dasar salting,huh." sorak balik key,membuat Rey diam diam tersenyum.
"Hens tuan mu itu malu malu ya?sepeti anak gadis baru laku." ucap key berbisik membuat Hens menahan tawa nya.
"Hens jika mau tertawa tertawalah,jangan di tahan tahan seperti nahan kentut saja." tegur key sambil mengolesi selai di roti tawar milik nya.
"Ehm ehm." Hens berdehem untuk menghilangkan keinginan untuk tertawa.
"Aku menyuruhmu tertawa Hens bukan menyuruh mu berdehem." tegur key lagi sambil menatap pria yang mulai beranjak dari duduk nya itu.
"Saya permisi dulu nona,selamat sarapan." pamit nya melenggang pergi tanpa mendengar persetujuan dari key.
"Dasar ya?gak majikan gak sekertaris sama sama bikin aku kesel.untung cakep kalau gak? mungkin gak ada perempuan yang mau sama mereka." gerutu key sambil memakan roti tawar.
"Kenapa anda berbicara sendiri nona?apa anda sedang terkena virus cinta?." celetuk angel tiba tiba membuat key langsung menoleh ke arahnya.
"Virus cinta,mual aku mendengarnya." angel langsung Cengengesan mendengar tanggapan dari nona nya itu.
"Ya siapa tahu?soalnya kan tuan muda sering menginap di kamar anda,bisa jadi anda mulai menaruh rasa cinta padanya." seru angel membuat key tersenyum sinis.
"Bukan rasa cinta tapi rasa kecut." celetuk key membuat angel tersenyum mendapat jawaban tak terduga dari nona nya itu.
"Rasa kecut itu emangnya seperti apa?." tanya Angel lagi.
"Seperti aku yang di buat kesal tiap hari oleh dia." balas Key membuat angel tertawa mendengar nya.
"Mungkin kesel jadi sayang kali,maksud dari rasa kecut itu." celetuk angel setelah menghentikan tawa nya.
"Mana ada seperti itu." kilah key semakin membuat angel tergelak tertawa.
__ADS_1