
Sore telah tiba menandakan waktu aktivitas bagi pekerja kantor telah usai, hal ini telah di nantikan oleh seseorang yang ingin bertemu dengan suaminya yang tak lain adalah Willy.
deru mobil masuk ke pekarangan rumah membuat wanita cantik itu berinisiatif menyambut suaminya dihalaman rumah dengan tampilan yang memukau.
"Selamat datang sayang." ucap Willy dengan anggun nya.
"Hmm." Rey menjawab langsung berlalu meninggalkan istri nya.
"Sudah capek nunggu dia pulang malah di jawab kayak gitu doang,gak ada romantis nya sama sekali." gerutu Willy Dengan wajah cemberut.
"Kamu ingin makan atau mandi dulu?." tanya Willy sambil membantu melepaskan dasi Rey.
"Mandi." Rey menjawab singkat.
"Kalau begitu aku panggil kan pak man untuk menyiapkan semuanya,aku tunggu kamu di meja makan ok." ujar Willy sambil tersenyum manis.
"Hmm." jawab Rey.
Willy berlalu meninggalkan kamar itu untuk pergi kedapur memanggil pak man,sampai disana dari kejauhan dia melihat anak tirinya sedang bermain dengan dua anak kecil yang asing di mata Willy.
"Kelvin apa kamu melihat pak man?." tanya Willy.
"Kakek ada di kamar yang di renovasi itu." ujar Kelvin sambil memainkan rubik.
"Coba kamu panggil kan sebentar,bilang Daddy mu minta di siapkan air untuk mandi." perintah Willy pada Kelvin.
"Ok.tapi tidak boleh marahin temen nya Kelvin ya,jaga mereka." saran Kelvin sebelum pergi.
"Ok tenang saja mommy tidak akan marahin mereka." ujar Willy meyakinkan Kelvin.
Kelvin bergegas pergi menuju kamar yang sedang di renovasi itu,sampai disana dia melihat Kakek dan bundanya sedang berbicara.
"Kakek.daddy memangil kakek dikamar nya?." panggil Kelvin pada pak man.
"Kenapa Daddy mu memanggil pak man,bilang pak man sedang sibuk tidak bisa di ganggu." protes key.
__ADS_1
"Kata nenek kebayan,kakek di suruh siapkan air untuk mandi Daddy.pokoknya Kelvin udah sampaikan amanat dari nenek kebayan dan daddy.jika kakek mau atau tidak pergi kesana, tidak ada urusan nya dengan kelvin.kelvin pergi dulu ya bay bay." ujar Kelvin berlari meninggalkan Key dan pak man.
"Anak itu semenjak ada teman,bawaannya main terus." gumam Key.
"Nona saya tinggal dulu,saya mau ke kamar tuan muda." pamit pak man.
"Tidak usah pak man.biar aku saja yang kesana,pak man disini saja bantu para pekerja disini." ucap key sambil bergegas pergi ke kamar Rey.
"Aku kerjain Rey ah, hihihi." key cekikikan didepan pintu kamar Rey.
Perlahan dia membuka pintu kamar itu,setelah masuk dia bisa melihat Rey yang tidak berpakaian sedang duduk menghadap balkon dan membelakangi nya.
"Pak man siapkan air hangat,aku ingin mandi." perintah Rey sambil matanya tetap melihat kearah balkon.
"𝐷𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑏𝑎𝑦𝑖 𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑑𝑖 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑖𝑟,𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑎𝑝𝑎 𝑔𝑢𝑛𝑎 𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑢𝑎 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛,𝑐𝑘 𝑐𝑘 𝑐𝑘." 𝑑𝑒𝑠𝑖𝑠 𝑘𝑒𝑦 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑎𝑚𝑎𝑟 𝑚𝑎𝑛𝑑𝑖.
Setelah menemukan kamar mandi key langsung mengisi air hangat didalam bathtub dan memberi beberapa sabun.setelah selesai dia memutuskan untuk ke luar kamar mandi,tapi ketika dia membuka pintu sudah ada Rey didepan nya dengan wajah terkejut melihat key ada disana.
"Ngapain kamu ada disini?." tanya Rey dengan wajah terkejut.
"Ingin melihat burung mu." jawab Key dengan wajah tengil nya.
"Ada perempuan disini kenapa tuan cari laki laki,jangan belok kayak Bayu tuan inget dosa." protes Key mendengar Rey mencari pak man.
"Jangan menuduh ku yang tidak tidak,kamu keluar dari kamar ku.aku tidak mau melihat mu." usir Rey sambil menatap tajam kearah wanita didepannya.
"Gak mau,saya sudah bilang ingin melihat burung tuan,baru keluar dari kamar mu." key kekeh dengan tujuan awalnya.
"Kamu kira aku mau melihat kan nya padamu,gadis jelek." Rey menjawab dengan ketus.
"Kamu kira aku akan diam saja,jika kamu tidak mau melihat kan nya pada ku.kamu dengar ya aku akan paksa kamu untuk melihat kan burung itu." Key menantang Rey yang wajahnya sudah merah padam mendengar ancaman Key.
"Kamu berani mengancam ku ha,akan kulihat kan apa yang kamu mau." Rey sambil melorotkan handuk kecil di pinggang nya dan terlihat lah Rey junior disana.
"Ahhhhh apa yang tuan lakukan,mata suci ku ternodai." key teriak kencang sambil menutup kedua matanya dengan tangan nya.
__ADS_1
"Bukan kah kamu memaksa ingin melihat burung ku.lalu kenapa kamu teriak seperti di lecehkan oleh ku." tanya key sambil memakai handuk nya kembali.
"Tuan pikiran mu sungguh jorok,aku ingin melihat burung yang baru kamu beli itu,bukan burung yang itu." ucap key yang membuat Rey merasa malu dengan apa yang dia lakukan barusan.
"Kenapa kamu tidak bilang burung yang hewan bukan burung pribadi ku sih,kamu nya saja yang salah bukan aku." Rey menyalahkan key agar urat malunya terselamatkan kan.
"Tuan aja tu pikiran nya selalu ke arah sana, makanya menyalah arti kan maksud perkataan ku.tuan kurang belalai bilang,jangan lakukan hal itu tiba-tiba." ucap Key kesal.
"Emangnya jika aku butuh belaian kamu ingin membantu ku." tanya Rey.
"Enggak tuh,minta aja Sono sama istri tua tuan.saya gak sanggup melayani tuan." tolak Key Jual mahal.
"Jika tuan ingin mandi sudah saya siapkan air nya, saya pergi dulu.lama lama disini pikiran saya gak polos lagi karena di polos in oleh anda." bergegas pergi dari kamar Rey.
"Mana Sudi aku molosin tubuhnya,melihat dari luar saja sudah begitu apa lagi didalam pasti aku akan muntah melihat nya." gerutu Rey setelah kepergian Keysha.
"Emangnya enak aku kerjain,pasti dia malu telanjang di depan ku.tapi aku tadi lihat sekilas punya nya ternyata cukup besar,tak terbayang jika benda itu masuk ke punyaku bisa pingsan aku merasakan nya.membayangkan itu semua membuat aku sudah bergedik ngeri." gumam key setelah keluar dari kamar Rey.
Tanpa di sadari mereka berdua ternyata Willy melihat kejadian itu semua,dia melihat key yang keluar kamar itu dengan wajah senang.dia curiga jika Rey tergoda oleh rayuan key.untuk memastikan itu semua Willy memutuskan untuk masuk kedalam kamar.
"Rey tadi kenapa wanita jelek itu masuk ke kamar kita?." tanya Willy.
"Dia hanya menyiapkan keperluan mandi ku, emangnya kenapa?." tanya balik Rey pada Willy.
"Kamu tidak berbuat mesum kan dengan nya?." tanya Willy menatap curiga pada Rey.
"Tidak." Rey membantah ucapan Willy.
"Rey jawab dengan jujur.apakah si jelek itu istri mu?semalam dia bilang begitu padaku."tanya Willy penasaran.
"Ia dia memang istri ku." jawab Rey yang membuat Willy kaget.
"Kenapa kamu bisa menikah lagi,apa kurang nya aku dibanding kan wanita jelek itu." Willy mulai tersulut emosi.
"Itu semua kamu yang menginginkan nya. wanita itu aku nikahi untuk menjadi ibu sambung Kelvin,kata mu untuk kepentingan bersama makanya aku menuruti nya." jelas Rey sambil bersandar di bathtub.
__ADS_1
"Aku tidak percaya kenyataan ini.si jelek itu ternyata madu ku." Willy berucap dengan air mata yang mengalir ke dua pipinya.
"Seterah kamu ingin percaya atau tidak." Rey tidak peduli dan mulai memejamkan mata.