Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 81 ( Suasana Baru )


__ADS_3

Capek rasanya seluruh tubuhku akibat perjalanan beberapa waktu lalu,membuat aku tertidur lelap tanpa gangguan nenek mustika atau pun yang lainnya,saking lelapnya aku baru bangun waktu subuh,hal itu karena cacing di perutku memberontak minta di isi.


"Astaghfirullah lelap sekali aku tidur,sampai lupa makan." gumam key mendudukkan diri sambil mengucek mata.


"Mandi dulu,baru makan." ucap key mulai beranjak dari tempat tidur.


Tidak butuh waktu lama key melakukan ritual mandinya,karena dia sudah kelaparan.setelah mandi dia keluar kamar untuk menuju dapur,dia agak kebingungan karena dia baru ingat bahwa ini rumah mertuanya bukan rumah suaminya.


"Aduh ini kearah mana ya,kok banyak banget sih belokan nya,Sampai simpang empat.mana rumah nya gede lagi,bisa pingsan duluan aku baru Sampai ke dapur." gumam key,sambil berdiam diri cukup lama.


"Nona anda sedang apa di sini?." tanya pria asing yang mengagetkan key.


"Astaghfirullah,kamu ngagetin saya saja." ujar key sambil mengelus dada nya.


"Maaf atas ketidak sopanan saya nona." pelayan itu meminta maaf.


"Lupakan soal itu,kamu bisa bawa saya ke dapur,soalnya saya ingin makan." ujar key langsung to the points.


"Baik nona,mari ikut saya." balas pelayan itu.


Key mengikuti pelayan itu, ternyata pelayan itu membawanya di dalam sebuah lift untuk menuju lantai dasar.


"Megah sekali rumah ini,tapi suasana nya mencekam,bisa takut Kelvin jika seperti ini." gumam key sambil terus mengikuti pelayan.


"Silahkan duduk nona,kami akan menyiapkan makanan untuk anda." ujar pelayan itu.


"Aku ingin makan makanan lokal,jangan hidangkan makanan barat karena aku kurang menyukai nya." pinta key setelah duduk di salah satu bangku.


"Baik nona." balas pelayan itu lalu meninggalkan key.


Key dengan sabar menunggu,dia tahu saat ini para pelayan sedang memasak makanan untuknya,meski saat ini perut nya benar benar lapar tapi key akan berusaha menahan nya.


"Akhirnya makanan nya datang,mari makan." ujar key bertepuk tangan Karena kegirangan melihat para pelayan membawa makanan.


Key dengan lahap memakan makanan itu,meski lauk yang mereka masak lebih dominan daging di banding sayur,tapi key tetap memakan nya karena dia sudah kelaparan,entah apa rasa yang masuk kedalam mulutnya,key tidak peduli.

__ADS_1


"Wah wah..si rakus yang tidak tahu malu,sudah berani makan mendahului tuan rumah,dimana etika yang kamu punya ha?." ujar Willy tiba tiba yang langsung menghentikan makan key.


"Seterah kamu ingin bilang apa,aku tidak peduli." balas key acuh sambil mencuci tangan menyudahi acara makan nya karena nafsu makan nya mendadak menghilang.


"Sudah salah tidak mengaku lagi,kamu tahu peraturan di rumah ini'tidak ada yang boleh makan sebelum waktunya' jadi jangan berbuat sesuka hati karena ini bukan rumah mu." ucap Willy.


"Oh terimakasih telah memberitahu ku,aku ingin kembali ke kamar." jawab key mulai berdiri dari duduknya.


"Dasar jelek,berhati hati lah selama berada di sini.karena semua orang yang ada di rumah ini berpihak padaku." gumam Willy Masi terdengar di telinga key.


Setelah mendengar ucapan Willy,key menjadi kepikiran.ada sedikit rasa takut dalam hatinya, jika sampai Willy berbuat jahat padanya dan Kelvin,lalu keluarga rey juga ikut campur tangan,bisa bisa dia memang tersingkir dari hidup Kelvin.


"Ya Allah lindungilah hamba dari orang orang jahat,bantu lah hamba menghadapi segala cobaan yang akan datang,hamba mohon bantu hamba agar tetap berada di sisi Kelvin." gumam key berdoa sambil melangkah kakinya menuju kamar.


"Bunda dari mana?." tanya Kelvin melihat key membuka pintu kamar.


"Astaghfirullah,Kelvin ngagetin aja.bunda dari dapur habis makan." balas key menghampiri Kelvin.


"Pasti bunda lapar,soalnya semalam bunda gak ada makan." tebak Kelvin.


"Nanti aja Bun,dira Masi ngantuk." balas Dira.


"Ihhh anak gadis gak boleh mandi siang,apa lagi bobo molor.ayo Dira mandi." ujar key melihat Dira yang kembali memejamkan mata.


"Males ah Bun,di sini gak asyik.di luar banyak sepupu Kelvin,dari cara dia lihat kami nampaknya dia tidak menyukai kami." adu Dira.


"Ia Bun,mereka itu nakal.kelvin males ketemu mereka." lanjut Kelvin.


"Anton juga males,kemaren si rambut mie itu sempet julurin lidah nya kepada Anton,dia secara terbuka mengatakan tidak menyukai Anton." lanjut Anton.


"Sebenarnya bunda juga sama seperti kalian,tapi ini kan rumah orang nak gak enak tauk kalau kita seharian ngurung di kamar,apa kata tuan rumah nanti?." tutur key sambil melihat mereka satu persatu.


"Nanti Kelvin bilang ke kakek,Kelvin ingin pulang aja." seru Kelvin.


"Gak bisa gitu Kelvin,kita baru dua hari di sini,masa langsung pulang.pasti Oma opa mu sedih." cegah key.

__ADS_1


"Tapi Kelvin gak betah di sini Bun,apalagi ada si Mimin,Dandi,dan juga rogi.mereka itu suka nakalin kelvin." sanggah Kelvin.


"Kan ada Dira,Anton dan bunda di sisi Kelvin, insyaallah kami akan berusaha melindungi mu." ucap key mencoba menenangkan ke khawatir an kelvin.


"Ayo sekarang kalian mandi,tak lama lagi pak man akan datang memanggil kalian untuk sarapan." titah key.


Tiga bocil itu dengan lesu menuju kamar mandi,mereka gantian melakukan ritual mandi, walaupun mereka Masi kecil tapi key sudah memberi pengajaran tentang aurat,jadi mereka sedikit mengetahui tentang hal itu.


Selesai mandi,pak man datang memanggil kami untuk sarapan,kami mengikuti langkah pak man hingga sampai di meja makan,yang telah ramai seperti nya mereka sedang menunggu kami.


"Hallo Kelvin..Masi ingat dengan paman?." tanya pria mapan itu.


"Anak ku tidak ingat dengan mu,karena wajah mu sudah berkerut karena usia mu." sahut Rey.


"Sembarangan,orang Masi tampan gini.mata mu aja tu yang rabun." bantah Roy.


"Kalian apaan sih,Masi pagi udah berantem.nanti Kelvin takut lagi,ayo cucu Oma duduk." ujar mama Wati menengahi pertengkaran itu.


Kelvin diam membisu,tidak mengucapkan apa pun.key bingung melihat perubahan sikap Kelvin,key rasa ada alasan tersendiri Kelvin melakukan hal itu.


"Kelvin mau makan sendiri atau bunda suapkan?." tanya key sambil mengisi beberapa piring untuk Anton dan Dira.


"Suapkan." jawab Kelvin dengan suara kecil namun Masi bisa key dengar.


Sarapan di meja makan dengan suasana berbeda,sebenarnya key merasa canggung dengan semua ini.dia tahu bahwa Kelvin merasa risih karena rata rata semua orang melirik ke arahnya,apalagi Dira dan anton.pasti ada yang ingin mengetahui siapa mereka?sehingga dapat makan dengan keluarga terhormat seperti mereka.


"Mau tambah?." tanya key lembut.


"Kenapa Kelvin terus yang makan?Bunda dari tadi belum makan?." celetuk kelvin membuat key tersenyum.


"Bunda tadi udah sarapan,jadi Masi kenyang." jawab key.


"Loh Dira,anton.cepet banget makan nya,kalian enggak nambah?." tanya key melihat piring kosong di hadapan dua bocil itu.


"Udah Bun,kami udah kenyang." balas Dira tersenyum canggung.

__ADS_1


"Kasihan anak anak pasti dia tertekan dengan tatapan dan lirikan orang orang di rumah ini,padahal banyak rencana yang telah mereka susun untuk mereka lakukan,melihat perlakuan tuan rumah seperti ini pasti mereka melupakan rencana yang telah mereka susun.aku akan berusaha untuk menghibur mereka agar mereka tidak merasa bosan selama berada di sini." key menghembuskan nafas pelan.


__ADS_2