Teka Teki Cinta Siburuk Rupa

Teka Teki Cinta Siburuk Rupa
Part 134


__ADS_3

"Apa aku boleh pulang hari ini?." tanya key melihat suaminya yang baru datang itu,entah kemana perginya dia semalaman.


"Belum,dokter tidak mengijinkan kamu pulang."dusta Rey,sebenarnya istrinya sudah di ijinkan pulang namun Rey mencegahnya agar istrinya tidak mengetahui soal penculikan itu.


"Aku udah sehat,bahkan tadi pagi aku udah bisa mandi dan berjalan sendiri,lalu kenapa dokter mencegahku untuk pulang?." ucap key kesal.


"Aku juga tidak tahu,mungkin kamu belum di nyatakan pulih oleh dokter.jadi belum bisa pulang." balas Rey membuat key mendengus kesal.


"Kenapa aku tidak boleh pulang dan kenapa Rey tidak berani menatap ku saat berbicara,apa dia berbohong?.dia yang menahan ku agar tak pulang,tapi apa alasan Rey melakukan semua ini?." key bertanya tanya dalam benaknya.


"Tadi malam kamu tidur dimana?." tanya key membuat Rey mendudukkan diri di dekat istrinya.


"Aku pulang,ada urusan yang harus ku selesai kan." jawabnya membuat key mengerti.


Keadaan hening di ruangan itu,kedua insan itu sibuk dengan pikiran masing masing keduanya bingung ingin memulai obrolan apa?alhasil tidak ada pembicaraan.


"Ya Tuhan apa aku harus jujur pada key soal Kelvin?tapi aku takut key kecewa dan sedih kembali."


"Rey."


"Key."


Panggil kedua serentak membuat mereka salah tingkah "kamu saja duluan,hehehe." pinta key cengengesan membuat Rey kelabakan.


"Kamu aja,aku lupa ingin menanyakan apa?." kilah Rey sebenarnya tadi dia ingin menceritakan soal Kelvin.


"Aku hanya ingin tahu kabar anak anak,apa mereka mencemaskan ku?." tanya key membuat Rey sedikit terkejut.


"Tentu saja mereka mencemaskan mu,mereka baik baik saja.mama dan papa yang menemani mereka selama kamu di rawat." jelas Rey membuat key langsung terperangah.


"Mama...apa dia sudah berubah?." ucap key dengan senyum senang.


"Ia dia berubah,waktu kamu sakit dia sangat menghawatirkan mu.karena kepergian Mimin membuat mama semakin posesif terhadap anak anak,mungkin dia takut mereka akan meninggalkan dia seperti Mimin." jelas Rey membuat key sedih.


"Baguslah mama berubah.aku sangat rindu Mimin dan anak anak yang lain." adu key sedih membuat Rey tak tega melihatnya.


"Key sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan." ucap Rey dengan dada berdebar kencang.


"Bicara soal apa?." tanya key penasaran.


"Soal...Kelvin." ucap Rey dia ingin jujur pada istrinya agar hatinya tidak gelisah lagi.

__ADS_1


"Kelvin,apa dia di culik?." tebak key membuat Rey terkejut.


"Darimana kamu tahu Kelvin di culik?." tanya Rey balik.


"Jadi mimpi itu benar." gumam key memelas.


"Mimpi apa?." Rey benar benar ingin tahu.


"Aku bermimpi Kelvin di culik,dia ingin di jadikan tumbal oleh Datuk Waga." adu key membuat Rey langsung termenung.


"Tidak mungkin.datuk Waga itu sudah cidera parah,walaupun seandainya dia hidup.dia lumpuh dan tak bisa kemana mana." Rey tersenyum meremehkan.


"Tapi memang Datuk Waga yang menculik kelvin,dia sudah pulih dari masa cindera nya." balas key meyakinkan suaminya.


"Kenapa kamu begitu yakin,padahal kamu tahu semua itu dari mimpi." taya Rey curiga.


"Karena mimpi itu seperti kenyataan dan aku yakin dengan mimpi ku,kamu harus selamat kan Kelvin Rey." key memegang lengan suaminya untuk meyakinkan perkataan nya.


"Apa benar yang dikatakan key,jika benar berarti bukan Willy dalang di balik penyerangan itu tapi Datuk Waga.berarti selama ini aku salah sasaran." Rey memijit pelipisnya.


Dret dret dret.


"Ada apa Hens?." ucap Rey setelah berada di luar ruangan.


"Saya sudah menculik wanita itu.bisa anda datang ke markas sekarang!."


"Aku akan segera kesana,perketat penjagaan untuk wanita itu agar dia tidak bisa kabur." titah Rey.


"Baik tuan."


Rey mematikan panggilan telpon nya lalu masuk kembali keruangan istri nya.


"Sayang aku keluar sebentar,kamu gak apa apa kan aku tinggal." ijin Rey membuat key tersipu dengan panggilan itu.


"Mau pergi kemana?." tanya key sambil menahan gejolak di dadanya.


"Ke markas." jawab Rey jujur.


"Pergilah,tapi cepat kembali.aku bosan sendirian disini." pinta key membuat Rey mengangguk.


***

__ADS_1


"Dasar sekertaris si*lan.lepaskan aku, beraninya kamu menculik ku." umpat wanita itu meronta dari penjara besi itu.


"Diam wanita ular,jika kamu tidak mencari masalah dengan tuan ku,mungkin semua ini tidak terjadi pada mu." seru Hens sambil duduk di kursi dan mengangkat kaki nya layaknya bos.


"Kalian yang mencari masalah denganku,berani nya kalian membunuh adik ku." teriak nya memekakkan telinga yang mendengar nya.


"Kamu itu tidak punya adik,adik yang mana yang kamu maksud?." ucap Hens tidak mengerti ucapan Willy.


"Adik perempuan ku,kalian membunuhnya hanya demi wanita ja*ang itu." umpat nya seandainya di jeruji ini tidak di beri penangkal mungkin Willy sudah bisa kabur dari tadi.


"Maksudmu ika.dia itu pantas di bunuh karena dia telah berani ingin membunuh nyonya key." ucap Hens membuat hati Willy panas mendengar nya.


"Key gila,aku bersumpah akan membunuhnya." umpat nya kesal sedangkan hens hanya tersenyum menanggapi nya.


"Apa kau yakin kau Masi hidup?ingat hidup dan mati mu sekarang ada di tangan tuan ku." ujar Hens dingin.


"Jika pun aku mati,aku tetap menghantui wanita itu.aku tidak akan tenang jika dia belum musnah dari muka bumi ini." mata Willy saat ini memancarkan dendam dan kemarahan yang luar biasa.


"Kau tidak bisa melakukan itu.karena saat kau mati,kau akan langsung di masukan ke neraka jahanam.terlalu banyak dosa yang kamu lakukan hingga tuhan tidak bisa mengampuni mu." ceramah Hens membuat Willy sakit hati mendengar nya.


"Jangan menceramahi ku,kau juga banyak dosa.kau siluman,kau membunuh adik ku.aku sangat membenci mu." cetusnya kesal.


"Hens kenapa kamu berdebat dengan wanita ini,mau aku nikahkan?." sahut Rey tiba tiba membuat keduanya tidak senang mendengar nya.


"Saya tidak Sudi menikah dengan nya tuan,lebih baik saya jomblo seumur hidup." tolak Hens cepat Willy melotot mendengar nya.


"Hey perjaka tua,aku juga tidak sudi menikah dengan mu." pekik Willy tak terima.


"Sudah jangan bertengkar,mari kita mulai interogasi nya." Rey menyudahi dan duduk di bangku kebesaran nya.


"Apa kamu menculik anak ku?." tanya Rey to the points.


"Aku tidak akan Sudi memberi informasi apa pun padamu." tolak nya membuat Rey langsung memicingkan matanya.


"Aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehmu,jadi sebelum kesabaran ku habis.maka jawablah pertanyaan ku." ancam Rey dengan suara mengerikan.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu.lakukan apa yang ingin kamu lakukan." tantang nya membuat Rey tersenyum jahat.


"Baiklah jika itu mau mu,Hens ambil kotak biru di bagasi mobil ku." titah Rey membuat Hens bingung namun tetap melakukan perintah tuannya.


"Sebenarnya apa yang ingin tuan lakukan?Kok aku jadi penasaran ya." ucap Hens membatin.

__ADS_1


__ADS_2