
Setelah acara berakhir,kini tertinggal rasa lelah di tubuh ani.rasanya ia tidak memiliki tenaga hingga hanya pasrah saat perias membersihkan makeup nya.
"Capek,ya," ujar perias itu tersenyum manis.
"Capek banget,malah.bayangkan aku harus lima kali berganti baju ketat itu,tubuh kecil ku rasanya sesak di apit oleh kebaya ketat," protes nya kesal.
"Namanya gaun pernikahan pasti ketat,itu agar lekuk tubuhmu bagus saat mengunakan nya," balas perias itu.
"Bagus tapi menyiksa untuk apa?kalian enak yang cuma melihat bisa menikmati kecantikan ku.lah,aku tersiksa mana pernak pernik yang berat ini,belum lagi mahkota.aduh,puyeng kepala ku." Perias itu hanya tertawa mendengar keluhan Ani.
"Ternyata kamu tidak menikmati momen pernikahan ini,padahal ini sangat berarti buatmu.kenangan saat pernikahan,hanya berlaku sekali seumur hidup," balas perias itu membuat Ani terdiam.
"Sudah selesai,wajahmu sudah kembali seperti semula.kamu boleh lepas kebaya itu,lalu mandi." Ani menepuk pelan pipinya memastikan tidak ada lagi bedak tebal di pipinya.
"Akhirnya ringan lagi,aku bisa tersenyum lebar dengan mudah.tidak seperti tadi,rasanya bibir ku kebas tersenyum terus.itu karena makeup yang tebal yang kamu poles ke wajah ku," ucap Ani sambil tersenyum pepsodent.
"Memang semua makeup pengantin polesan nya begitu,nyonya Wirajaya!" ucap perias itu.
"Dari pada kamu mengomel terus,lebih baik kamu mandi," usul perias mulai mengemasi perlengkapan barang nya.
"Nanti saja,aku masi malas." Nesya meluruskan tangan nya dan memutar badan ke kiri dan ke kanan.mungkin dia mencoba merilekskan tubuhnya.
"Oh,kamu sedang menunggu juragan,ya.kamu ingin mandi bareng dengan nya," bisik nya membuat mata Ani langsung melotot.
"Ih,enak aja.aku mana ada niat seperti itu," sanggah Ani cepat.
"Ah,masa.aku gak percaya,tuh,tahu lah yang pengantin anyar.apa-apa selalu mau nempel dengan suami," ledek nya membuat Ani langsung memanyunkan bibir.
"Emang aku cicak bisa nempel,udah ah,jangan menggoda ku terus!" sungut Ani kesal.
"Aku pergi ya,ingat malam ini malam pertama mu.lakukan dengan baik karena ini hanya terjadi sekali seumur hidup." Padahal perias itu ingin pergi tapi sempat-sempatnya memberi petuah pada Ani.
"Udah,pergi sana.apa kamu ingin melihat siaran langsung yang akan kami lakukan?" usir Ani ikut meladeni tema malam pertama itu.
"Argesif ya,biar juragan tidak bisa melupakan adegan malam ini," ucapnya membuat Ani tersenyum lebar.
"Ah,itu keahlian ku.tidak perlu mengajari ku tentang itu," canda nya tampa tahu juragan mendengarnya.
__ADS_1
"Wah,kamu memang istri terbaik." Puji perias itu.
"Ehm ... " baja sengaja berdehem agar dua wanita itu menyadari kehadirannya.
"Eh,juragan.saya permisi dulu," pamit perias itu segera meninggalkan kamar itu.
"Apa dia mendengar ucapan ku tadi?"
Ani memperhatikan baja,dia melihat baja yang mengunci pintu dan sedang membuka pakaian nya.Baja meletakan jasnya di atas ranjang,sedangkan Ani hanya melihat apa yang di lakukan juragan,tanpa niat untuk membantunya.
"Apa kamu sedang menunggu aku telan*Jang?" tegur baja membuat Ani gelagapan sendiri.
"Tidak!" tegas Ani tanpa mengalihkan pandangan nya dari baja.
"lalu,kenapa kamu melihat ku terus sejak tadi?" tanya baja mulai membuka tali pinggang nya.
"Aku ingin bertemu nenek," ucap nya membuat baja langsung memicingkan mata.
"Oh,jadi kamu melihat ku terus-menerus karena ingin meminta sesuatu dari ku," balas baja.
Bukannya menjawab,Baja malah mendekati ani.Ani melihat baja mendekatinya membuat dia langsung ketar-ketir ingin melarikan diri.
"Kenapa?jangan takut padaku," ucap baja yang telah mengunci pergerakan Ani.
Saat ini Ani Masi duduk di kursi rias,dia ingin lari namun tidak bisa karena tangan baja yang menghalanginya,baja sengaja mengurung Ani untuk menatap wajah perempuan yang selalu di banggakan oleh engkong nya.
"Ternyata wanita ini cantik juga,jika di lihat sedekat ini."
"Ka-kamu mau apa?" tanya Ani gugup.
"Menurut mu,apa yang ingin aku lakukan?" bukan nya menjawab.baja malah melontarkan pertanyaan balik pada Ani.
"Apa yang harus aku lakukan?oh,ya aku harus mengunakan jurus jitu ku."
Ani tersenyum manis di hadapan baja,itu karena dia baru saja menemukan ide untuk mengerjai balik baja.
"Kamu tidak usah melakukan apa-apa?biarkan aku yang memimpin permainan ini," ucapnya membuat baja langsung mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Baja memperhatikan tangan Ani yang bergerak ke arah bawah pusar nya,belum sempat baja menghindar.tangan Ani telah meleset mencengkram burung nya sehingga membuat dia terkejut.
"Ternyata sangat besar," puji Ani setelah tangan nya terlepas karena baja menjauh dari nya.
"Kenapa kamu menyentuhnya?" protes baja tidak terima burungnya di sentuh oleh Ani.
"Kan,aku istrimu jadi aku berhak menyentuhnya.jangankan menyentuhnya memakan nya saja aku sangat berhak." Ani berdiri mendekati baja.
"Mau apa lagi kamu?" baja berjalan mundur saat Ani mulai mendekati nya.
"Ah,dia sangat tidak suka dengan sifat agresif ku.aku akan melakukan hal yang lebih agresif lagi,agar dia tidak berani menyakitiku.akulah pemimpin sebenarnya disini bukan dia.jadi dia yang harus menuruti keinginan ku,bukan aku yang menuruti keinginan nya."
"Menurutmu?" tanya Ani sambil menaikan sebelah alisnya,tidak lupa dia membuka kancing bajunya.
"Jangan berani menyentuhku atau aku akan memukul mu," geretak nya membuat Ani hanya tersenyum.
"Shut ... jangan berisik,nanti ada yang dengar," ucap Ani pelan dan menolak tubuh baja sehingga terbaring di atas ranjang yang di penuhi bunga mawar itu.
Tubuh baja terbaring kaku dengan wajah yang panik,tanpa di persilahkan Ani duduk di atas tubuhnya.tidak lupa dia sengaja menggesek burung baja,sehingga baja melenguh tertahan kan.
"Mau susu yang manis dan sangat menggoda," tawar Ani mulai menurunkan gaunnya sehingga terlihat belahan da*Danya.
"Aku tidak mau!" Baja segera menaikan baju Ani agar da*da putih itu terbungkus kembali.
"Kenapa? ini rasanya sangat nikmat,tuan." Ani mengelus roti sobek baja yang tertutup kaus putih itu.
"Jangan menyentuhnya!" baja menghempaskan tangan Ani yang tengah menggerayangi tubuhnya.
"Pelit sekali," balas Ani dengan tersenyum nakal.
"Mau apa lagi?" baja menahan tangan Ani yang ingin menurunkan reselting nya.baja saat ini benar-benar seperti anak gadis yang tengah ingin di perkosa.
"Mau melihat harta Karun mu,jauhkan tangan mu.biarkan aku mencuci otak polos mu itu." Senang rasanya melihat kepanikan baja,jika saat memukul orang dia akan terlihat menyeramkan,namun wajah itu hilang saat Ani melecehkan nya.
"Menjauh dari ku,wanita gila!" pekik nya mendorongnya Ani dan segera melarikan diri.
"Hahaha ... dia sangat lucu," tawa Ani pecah melihat kepergian baja.
__ADS_1