
Terbelenggu cinta di Negeri Jiran 21
Haizan comeback
"Datang juga kamu shifa!" Ayu, salah satu karyawan toko baju dan pakaian wanita menyapa ku.
"Iya, banyak drama di pagi ini."
"Ku kira kamu semalam di tangkap." Oh, iya. Semalam sedang razia. Police berpatroli memeriksa wilayah kota ini dengan ketat, mengunjungi setiap tempat untung aku dan indri selamat. Mereka tidak masuk ke ke kos kami yang berada jauh di desa.
"Alhamdulillah, tidak. Mana karyawan yang lain?"
"Mereka sudah di bui."
"Astagfirullah. Kok, kalian tidak?"
"Masih nasip baik. Oh, ya, drama apa pagi tadi?"
"Ada ibu-ibu yang nangis karena tidak memiliki pekerjaan sedangkan di rumah ada suami, mertua dan anak yang sedang menunggu kirimannya. Adalagi yang kecelakaan, tidak ada satupun orang yang mau menolongnya. Aku lah yang menolongnya sampai di membawanya ke RS.
Hari ini pikiran ku melayang pada Haizan di rumah sakit, bagimaan keadaannya sekarang? Apa karina menjenguknya? Apa orangtuanya tau keadaan anaknya saat ini? Bagaimana perasaan nya, akulah yang membawanya ke rumah sakit?
Sedangkan.
"Sayang! Kamu kecelakaan di jalan****"
__ADS_1
"Iya. Siapa, ya! Yang membawaku ke sini? Aku ingin bilang terimakasih padanya."
"Aku sendiri yang membawamu ke sini. Tadi, orang menghubungi ku memakai ponselmu. Aku kaget tidak tau harus be buat apa. Aku putuskan tidak jadi pergi kerja demi membawamu ke rumah sakit."
"Oh, gitu, ya! Terima kasih bangat, ya!"
"Kena kau, Zan!" Batin karina.
Karina dengan percaya dirinya mengatakan dia yang membantu Haizan dan membawanya ke rumah sakit. Karina memang tidak tau siapa yang membawa kekasihnya ke sini. Tapi, mendengar suara wanita, hatinya bergejolak cemburu takut Haizan selingkuh dan kecelakaan.
Cek lek
Banyak teman-teman Haizan datang membawa bingkisan. Karina menulis status di whatsapp Haizan kecelakaan di jalan**** dan di rawat di RS***Baik teman pria maupun wanita.
"Bro! Gimana ceritanya kok bisa kecelakaan?"
"Mobil yang menabrak mu pergi gitu aja?"
"Iya, gitu lah."
"Sudah hubungi orangtua, lo?"
"Belum. Untuk saat ini, gue tidak mau menghubungi nya. Takut mereka khawatir berlebihan nanti nyokab sama bokab gue langsung terbang ke sini lagi.
Tiga hari Haizan di rumah sakit pertama kali memeriksa ponselnya. Netranya memandang ada sebuah berita yang menyeret nama akun yang dia kenal di masa lalu. Haizan telah memblokir akun itu sejak peristiwa itu. Tapi, jejak digital itu kejam tidak bisa di hapus.
Wanita itu pergi dengan sejuta luka dan air mata. Membawa kekecewaan sebesar benua. Membawa penderitaan sedalam samudra. Membawa janin yang dia yakini benih Haizan. Selama kepergiannya tampa jejak, Haizan sama sekali tidak bahagia mendapatkan pacar yang matre menguras uang tabungan dan ATM nya untuk berfoya-foya.
__ADS_1
Sekarang dia merasa berhutang budi pada karina yang telah membawanya ke rumah sakit dan menjenguknya sampai sekarang. Dari lubuk hati yang paling dalam, Haizan sudah gerah dengan hubungan yang tidak sehat ini. Karina suka berbicara sembarangan pada orangtua Haizan, orangtuanya percaya bahwa karina gadis polos dan baik untuk Haizan. Orangtua nya tidak tau Haizan telah di peralatan karina ingin menikah secepatnya agar bisa menumpang di mendapatkan IC Malaysia.
"Shifa ... Jejak digital begitu kejam. Aku sudah memblokir kontakmu ternyata kamu memiliki kontak yang lain yang ternyata juga memblokir ku. Foto-fotomu menunjukkan kamu semakin cantik dan bahagia.
Dulu, kamu bilang kamu hamil benihku. Apa janinmu masih selamat sampai sekarang? Apa kamu tidak menggugurkan kandunganmu? Aku hitung dari sekarang seharusnya bayi itu sudah lahir, di mana bayi itu? Kenapa tidak ada fotonya?" Batin Haizan.
Ceklek
Tiba-tiba seseorang membuka pintu, di lihat dari ujung kaki sampai kepala ternyata seorang wanita yang memakai dres hitam, dan rok pendek. Memakai tas dan sepatu yang senada dengan baju. Rambut panjang aroma semerbak parfum bunga mawar. Dialah karina.
"Sayang ... Kamu sudah mendingan? Padahal dokter menyuruh mu untuk tidak main ponsel dulu." Karina datang membawa bingkisan entah apa isinya.
"Sayang ... Ibumu menyuruh kamu pulang setelah ini. Berobat di rumah aja. Sekalian meresmikan hubungan kita. Kalau sudah sembuh baru ke Malaysia lagi." Melihat Haizan yang diam aja karina jadi kesal merampas ponselnya dan.
"Karina ... Sudah cukup gaji dan ATM ku kamu kuasai ponselku jangan. Kamu harus jaga sopan santun mu, jangan selalu buat aku muak dengan kelakuan mu."
"Loh... Kenapa memangnya? Kita kan sebentar lagi menikah jadi apa salahnya aku menguasai gajimu toh ujungnya untukku juga. Jangan pelit jadi orang dari pada kamu gunakan untuk wanita lain mending aku tabung untuk biaya pernikahan kita."
Apa ini...? Kamu menstalking kontak perempuan itu? Ada apa denganmu? Bukannya perempuan ini pernah hamil dan menuduhmu lah yang menghamilinya?"
"Karina ...! Berikan ponselku! Itu bukan urusanmu."
"Kenapa ... Kamu merindukan dia? Dia ku lihat sedang mencari perhatian publik agar simpati pada orang yang dia tulis entah benar entah tidak. Lalu kamu ingin mencarinya? Gila kamu ya?"
"KARINA ...! BERIKAN PONSELKU SEKARANG JUGA!" Haizan sudah lelah di bodohi oleh karina. Karina suka menguras uang Haizan di berikan pada ibunya ternyata uang itu di pakai lagi oleh kakak dan adik tirinya. Kakaknya suka meminta uang untuk kuliah dan adik tirinya untuk jajan. Uang orang yang dia ambil tidak pernah berkah.
__ADS_1
BUG