
Terbelenggu Cinta di Negeri Jiran 67
POV Author
Setelah bertempur dengan karina, shifa kembali ke kos merebahkan diri sambil membaca buku. Jantungnya deg degan seperti habis marathon 3KM. Dia tidak menyangka akan berbicara dengan karina lagi yang biasanya hanya melihatnya sekilas di suatu tempat dan hanya mendengar namanya aja.
Karina orangnya cantik, kulit putih bersih seperti ciri khas orang asia timur. Sayangnya kecantikannya di salah gunakan dan tidak bisa membuat Khaizan jatuh cinta kedua kalinya pada dia.
Indri yang kepo terhadap masalah mereka setelah di ceritakan indri mengerti karina lah wanita masa lalu Khaizan yang membuat shifa kehilangan harga diri sebagai sesama perempuan.
"Shifa! Siapa karina? Apa dia wanita masa lalu nya Khaizan yang kamu bicarakan itu?"
"Iya."
"Cantik banget. Padahal di luar sana banyak laki-laki yang mau sama wanita good looking loh. Kok dia ngejar-ngejar Khaizan."
"Ada udang di balik bakwan."
"Ada maunya?"
"Iya."
"Walaupun Khaizan ganteng masih aja ada wanita yang mengejar hartanya."
"Karina itu sama seperti kita sama-sama tulang punggung keluarga."
"Kok kalian sampai berantem gitu. Aku tidak habis pikir sama kamu, Fa. Sejak kapan kamu pandai bela diri?"
"Sejak peristiwa itu aku langsung belajar bela diri secara otodidak."
"Wah, aku tidak tau."
Semenjak peristiwa itu shifa memilih mengabaikan perhatian dari Khaizan dan hanya fokus sama pekerjaannya.
POV Author
Setelah bertemuan karina sama shifa tadi pagi, Khaizan murka pada karina. Karina meneteskan air mata dan memohon-mohon untuk memaafkan nya kembali. Laki-laki mana yang suka meliahat wanitanya berantam.
"Kamu ini apa-apaan sih? Berapa kali aku suruh kamu menjauh dulu dari ku dan segalanya yang berhubungan denganku tapi kamu langgar lagi kali ini kelakuan kamu membuat aku muak."
"Maaf, zan! Aku reflek karena terlalu sayang padamu membuatku menemui shifa dan menyuruhnya menjauhi mu."
__ADS_1
"Lalu sampai kalian jambak-jambakan?"
"Itu dia yang duluan yang tidak bisa mengontrol emosi. Dia juga yang menjambakku."
"Kalian berdua ini sama aja sama-sama tidak bisa mengontrol emosi."
Khaizan tau kedua gadis itu yang sama-sama tempremental. Bedanya shifa tidak suka berbicara kasar, mengeluarkan sumpah serapah segala isi kebun binatang dan lainnya sedangkan karina kebalikannya.
Semenjak Kejadian itu khaizan jadi kesusahan menghubungi shifa termasuk indri. Khaizan berpikir shifa memikirkan perasaan karina hingga membuat shifa menjauh.
Ingin membicarakannya pada karina tapi Khaizan harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap malam Khaizan berpikir dia tidak bisa mencintai salah satu dari gadis itu karena menurut dia karina dan Shifa bukan selera dia.
Perasaannya pada shifa hanya perasaan biasa karena menurut Khaizan shifa itu cantik dan pekerja keras. Khaizan berpikir untuk menjauh dulu dari shifa tanpa batas waktu.
Sedangkan shifa sudah resah menahan rindu pada Khaizan kenapa Khaizan tidak menghubungi dia lagi? Kenapa Khaizan tidak menjemput dia lagi? Kenapa Khaizan tidak mengajak liburan lagi?
Ingin menghubungi nya terlebih dahulu tapi gengsi. Lihat sosial media tidak banyak aktifitas yang Khaizan bagikan ke barandanya. Tapi, ada postingan yang kemungkinan belum di lihat oleh Khaizan ada dua gadis yang menandai dirinya mengatakan dia depresi karena pacarnya menghilang tanpa pesan.
Itu di baca sama ribuan orang dan ribuan komentar juga. Pas aku cek profil gadis itu ternyata anak SMA.
Duluan waktu sekolah banyak pemuda para pengangguran datang untuk mencari pacar dan calon istri anak SMA. Mereka semakin berumur semakin menyukai daun muda. Entah apa yang membuat gadis muda tertarik sama pria dewasa dari pada lelaki seumuran dia.
***
Indri melihat temannya stres dia ikutan stres. Sebab rizki juga menghilang seperti Khaizan. Indri merasa di permainkan oleh rizki.
Selain kedua gadis itu yang depresi sekarang shifa dan indri yang depresi di tinggal menghilang oleh Khaizan. Untuk menghilangkan stres, Shifa suka mengajak indri pergi malam minggu bersama.
Satu bulan lewat tidak ada tanda-tanda akan bertemu kembali dengan Khaizan. Shifa berpikir apa Khaizan sudah melupakan nya dan hutang nya juga?
Menghubungi royan membahas perkembangan pekerjaannya alhamdulillah lancar. Royan bilang Khaizan sempat mengutarakan pendapatnya untuk tidak terburu-buru membayar hutang itu. Mulut boleh berkata tidak tapi hati sebenarnya jengkel.
Tidak mungkin aku menghubungi royan untuk membahas Khaizan.
***
Ini sudah 6 bulan berlalu tidak ada tanda-tanda Khaizan datang lagi. Kemana Khaizan?
Minggu aku keluar sendiri untuk mencari Khaizan sampai ke kuala lumpur, aku perhatikan dari jauh tidak ada tanda-tanda dia kembali. Aku cari ke kos dia tidak ada sama sekali. Aku pulang dengan tangan kosong.
__ADS_1
Khaizan pergi pada saat benih-benih cinta sudah tumbuh membentuk tunas lalu besar dalam keadaan layu tidak ada yang memupuknya.
"Indri! Kamu merasa kita di phpkan gak?"
"Aku juga merasa, Fa. Khaizan sering membantu kita membuat kita jatuh cinta pada dia ternyata dia membantu kita karena naluri hati nurani aja bukan karena dia menyukai salah satu di antara kita."
"Salah kita sendiri terbawa perasaan. Tapi, dulu dia pernah mengungkapkan perasaannya katanya dia mencintaiku Apa adanya, tapi aku anggap itu hanya gurauan semata. Dia berusaha untuk mendapatkan maaf dan cinta dari ku setelah dia mendapatkan semuanya dia pergi."
"Kitanya yang bodoh terlalu terbawa perasaan. Coba lihat ini."
"Apa ini?"
"Catatan hariannya Khaizan gak sengaja aku tinggal di sini pas nginap." Aku baca isinya Astagfirullahalazim. Oh, jadi itu ceritanya.
Di dalam catatan itu Khaizan tulis dia tidak yakin dengan perasaannya entah karena kangum karena aku cantik dan pekerja keras entah karena naluri dari hati.
Dia menulis memiliki tipe sendiri untuk di jadikan calon istri. Berpendidikan tinggi, berprestasi, dari universitas bergengsi, berasal dari keluarga yang baik-baik tentunya memiliki pengetahuan ilmu agama yang luas agar lengkap bisa menjadi istri, menatu dan ibu yang baik dan bisa di jadikan teman berbisnis.
Semua itu tidak ada di dalam diriku sekarang aku sadar aku sudah bukan siapa-apa dia hanya gadis malang yang dia pungut dan di ajarkan mandiri.
Sekarang di mana kamu Khaizan? Apa kamu merasakan rindu padaku juga?
"Apa kamu menyerah, Fa?"
"Untuk menjadi pasangannya ku lihat dari cerita kami yang sudah seperti di novel, aku menyerah, ndri. Tapi, kalau untuk berpendidikan tinggi seperti yang dia tulis aku sudah merencanakannya dari dulu. Pantesan aja Khaizan mendukung penuh untuk kita berpendidikan tinggi ternyata itu alasannya."
Aku akan kuliah di universitas bergengsi tahun depan."
"Biayanya? umurnya juga."
"Aku cari biayanya nanti. Umurnya aku usahakan juga mencari universitas terbaik."
"Baiklah semoga sukses hingga kamu sebelum mendapatkan semuanya Khaizan sudah menikah."
"Biarkan saja tidak ada sedikit pun niatku untuk mendapatkan dia. Khaizan pergi dalam keadaan sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Sudah membantu kita dalam suka dan duka, sudah mendapatkan maaf dari ku, sudah mengeluarkan aku dari jurang hitam walupun awalnya dia sendiri yang menjerumuskannya. Tapi, malam itu kami sama sekali tidak melakukannya, sudah membantu kita mendapatkan pekerjaan dan membantu kita ketika di incar oleh police."
Dulu Khaizan bilang perempuan harus mandiri tidak boleh mengadahkan tangan pada siapapun. Sekarang aku mengerti kita harus mandiri. Akan aku kejar mimpiku."
"Iya, Fa. Kali ini apapun yang terjadi kita harus mandiri dan menyelesaikannya sendiri."
Bersambung...
__ADS_1