TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Cinta lama bersemi kembali


__ADS_3

Terbelenggu cinta di Negeri Jiran 28


Shifa


Belum 24 jam pindah kos, aku sudah di buat risih sama penghuni kos yang lama. Bisa-bisanya indri mencari kos yang penghuninya ibu-ibu. Sudah di bayar full selama sebulan penuh. Dalam bulan ini mungkin kami harus sabar menghadapi sifat ibu-ibu itu, kalau dalam bulan ini bukan dia yang pindah, biar aku yang pindah.


Dari pada pusing di kos, mending pergi mencari kesibukan. Tubuh ini butuh refresing biar tetap waras. Malam ini indri mengajak keluar arah bukit kapur ada kuil hindu yang jadi tempat pariwisata pelancong. Tempat itu mengingat malam kedua aku di Malaysia. Di mana lelaki yang mengajakku ke Malaysia, mengajakku ke tempat itu.


Pulangnya Khaizan membawaku ke tempat karaoke, seumur hidup tidak pernah pergi karaoke. Aku di suguhi minuman berwarna rasanya asing bangat, kepala sakit berat. Khaizan meninggalkan aku satu jam lamanya untuk membeli obat ternyata obat tidur. Dalam keadaan setengah sadar, aku di bawa ke sebuah kamar dan malam petaka itu terjadi begitu saja tanpa perlawanan.


Selama ini aku berusaha melupakan semua masa lalu tapi ada aja hal yang membuat aku ingat kembali membuat kepalaku sakit


"Indri! Kamu yakin kita ke sini? Apa tidak ada tempat lain gitu?"


"Memangnya kenapa kita ke sini? Di sini bagus loh, kamu belum pernah ke sini kan?"


"Belum sih. Cuma, kepalaku sakit hanya, terkena angin malam."


"Ada apa denganmu? Biasanya pulang malam mulu tidak pernah kena angin malam. Jangan takut, ada aku di sisimu."


Indri mutar-mutar kiri kanan, depan belakang seperti ada seseorang yang ingin dia cari. Aku menundukkan pandangan dan tiba di belakang kuil. Tidak jauh melihat ada seseorang lelaki yang sepertinya pernah ku lihat. Tapi, siapa?

__ADS_1


Ku perhatikan baik-baik, kami beradu pandang sepertinya itu Khaizan. Deg, iya itu Haizan. Jantungku berdetak tak karuan. Peristiwa malam itu kembali terbayang di pelupuk mata. Indri membawa ku ke sini untuk bertemu Khaizan. Apa maksud indri dengan semua ini. Apa indri tau, khaizanlah laki-laki yang membawa ku ke sini dan menghamiliku.


Apa indri dan khaizan berkerja sama untuk mempertemukan kami? Tega kamu indri menjebak teman sendiri. Ini alasanya akua tidsk mau percaya 100 persen pada teman.


"Indri! Kita cari makan aja, yuk!" Menarik tangan indri dan berhenti di depan kuil.


Indri menoleh "Bukannya sebelum ke sini kita sudah makan?"


Melihat kiri kanan banyak orang yang mengabdikan momen mereka sepertinya mereka bahagia tampa beban. "Indri! Ada apa kamu mengajakku ke sini?"


"Kita kan mau piknik. Enggak bosan kerja mulu? Aku stress tauk butuh piknik untuk menjernihkan pikiran. Kamu gak usah takut, santai aja."


"Kamu tidak menjebakku kan?" Aku menarik tangan indri menjauh dari kuil. "Kamu tidak janjian sama seseorang di sini kan? Jujur aja!" Indri diam melihat kiri kanan, depan belakang. Sepertinya dia bingung mau membilang apa.


"Iya, aku janji sama seseorang di sini. Laki-laki yang kamu lihat itu, dia mau bertemu denganmu tapi susah bangat. Makanya dia nyuruh aku membawamu ke sini. Ada apa emangnya? Kok, kelihatannya kamu takut sama dia? Siapa dia sebenarnya?"


Aku tidak mau bertemu dengannya lagi susah payah aku melupakannya dengan mudah temanku sendiri mempertemukan kami berdua. Aku pikir ini bukan waktu yang pas membicarakan semuanya. Aku harus ya aku kan indri teman itu punya privasi tidak semuanya masalah harus di ceritakan sama teman. Tapi, mau tidak mau aku harus membicarakan semuanya sama Indri.


Membawa indri jauh dari keramaian agar pembicaraan kami tidak di ketahui orang walaupun, yang mendengar nya belum tentu peduli aku akan tetap menjaga privasi kami berdua.


"Indri! Jujur, ya! Sejak kapan kalian kenal?"

__ADS_1


"Kenal baru sore tadi, katanya dia saudaramu dari kampung kesusahan mencarimu di sini. Orangtuamu sudah kalang kabut kamu tidak kunjung menghubungi mereka."


"Dia bilang gitu. Apa kamu percaya omongannya?"


"Kurang sih, selama ini aku dengar ceritamu 11 12 sama kisah aku. Lalu kenal orang asing membilang dia saudaramu. Tentu aku lebih percaya kamu dari pada dia. Aku tidak tau apa masalah kalian, dia ngotot ngajak aku membawamu ke sini makanya kita ke sini. Ada apa emangnya?"


"Fix, berarti dia bohong lagi. Orang kalau sekali bohong tetap bohong."


Asal kamu tau, ind. Dia itu Khaizan laki-laki yang mengajakku ke Malaysia yang ku ceritakan dulu. Di rumah sakit aku sudah menceritakan semua padamu mungkin kamu lupa, aku bilang sekali lagi."


Dulu, susah payah aku bekerja menabung agar bisa sampai ke Malaysia dengan keyakinan yang kuat demi masa depan yang cerah. Dia memberikan janji-janji manis untuk bertanggung jawab penuh terhadap aku di sini, Menyediakan tempat tinggal dan pekerjaan. Dia sudah berbicara juga sama teman-teman sekaligus guruku. Karena aku yang keras, teman ku menyerah."


Setelah sampai di sini, ternyata dia sama sekali tidak membantuku mencari kerja. Malam kedua dia mengajakku jalan-jalan salah satu ke bukit kapur ini. Malamnya dia membawa ku ka karoke, di sana dia menodaiku. Setelah itu, aku hancur bangat pulang ke kos, ternyata aku di kunci dari luar, padahal Khaizan mengaku sudah membayar kos satu bulan penuh. Aku luntang lantung di jalanan."


Minta bantu tetangga untuk membuka pintu susah bangat untung ada tetangga yang baik yang mau memberiku tumpangan. Setelah itu kami bertemu lagi dia mengajakku nginap di rumahnya, ternyata dalam keadaan setengah sadar dia menodaiku kembali sampai hamil, aku minta tanggung jawab, dia ragu janin yang ku kandung anak dia apa bukan. Dia juga tidak percaya pertama kali dia menyentuh ku, aku dalam keadaan masih perawan jejaknya aja ada di sprei."


"Sudah-sudah. Aku ingat kok, kamu pernah membicarakan itu dulu. Aku tidak lupa. Hanya saja aku tidak tau laki-laki yang kamu maksud itu dia. Maafin aku. Aku salah, aku yang terlalu polos mau aja di ajak ketemuan sama Pria seganteng dia. Kalau gitu, ayo kita pulang!"


"Kalau kamu mau bertemu dengan dia, silahkan. Aku mau pulang aja."


"Ayok lah. Kita pulang bareng." Keluar dari gang sempit biarkan saja lelaki itu sendiri di sana sampai kapanpun yang dia mau. Aku tidak akan mau bertemunya lagi.

__ADS_1


"Shifa ... Akhirnya kita bertemu lagi. Susah payah aku mencarimu ternyata kamu masih berada di Malaysia. Sekarang ngapain kalian berada di gang sempit ini?" Terdengar suara seseorang dari samping sepertinya aku mengenali suara itu. Menoleh ke sumber suara ternyata, Khaizan sudah berada di antara kami. Sejak kapan Khaizan berdiri di situ.


__ADS_2