TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Hitam di atas putih 2 dan Qutbah pernikahan


__ADS_3

Terbelenggu cinta di Negeri Jiran 81


"Apakah omonganmu itu bisa di percaya? Awalnya omongan orang itu wuih seperti pidatao calon presiden ujungnya hanya hoax," Ujar ayahku.


"Ayah," ucap ibu.


"Insyaallah, ini ada suratnya. Kalau saya tidak menepati janji, shifa boleh menggugat ku ke pengadilan kok."


"Apa gunanya menikah ujungnya ujungnya ke pengadilan?"


"Ayah. Sudahlah jangan dari masalah malu sama calon menantu kita. Lihat orang di luar mengintip kita."


"Tidak apa-apa, tante."


"Kalau omongan kami bisa saya percaya, saya minta mahar 800 juta rupiah."


"Astagfirullahalazim, ayah. Tidak baik meminta mahar untuk anak perempuan sebanyak itu. Itu sama saja mengusir. Biarlah calon menantu memberikan mahar semampunya dari pada shifa di cap perempuan yang tidak baik menyulitkan calon pasangannya untuk meminangnya. Bersyukur sudah ada yang mau kalau tidak nanti gimana? Orang mau beribadah kok di persulit. Ayah juga tidak pernah menafkahi shifa selama ini."


"Maaf om! maaf tante! Saya siap memberikan mahar sebanyak yang om bilang."


"Zan...! Ucapku tidak enak sama sifat ayah yang dari dulu sampai sekarang selalu menyusahkan.


"Gitu dong." ujar ayah semringah. Entah berapa banyak dosanya ayah dari kecil tidak pernah beribadah sudah menikah tidak pula bertanggung jawab pada kami.


"Tidak usah, Zan.


"Saya mengerti tante. Wanita yang baik tidak akan menyulitkan calon imam nya. Sebaik-baiknya wanita yang paling murah maharnya. Tapi, Nabi dulu melamar Sayidina Khadijah dengan mahar yang sangat mahal loh, walaupun ujungnya beliau menyedekahkan semua kekayaannya pada orang yang membutuhkannya itu harta juga ketika beliau belum memeluk agama islam. Setelah Sayidina Khadijah wafat beliau melamar sayidina Aisyah dengan mahar yang jauh lebih besar lagi karena membesar kan anak perempuan itu juga sama seperti membesarkan anak laki-laki butuh perjuangan dan pengorbanan yang beradarah-darah."


Anak perempuan di kandung, di lahirkan, di rawat, di sekolah kan sampai menempuh pendidikan yang tinggi hingga menikah. Setelah menikah banyak anak perempuan yang kecewa sama suami dan keluarganya."


Maka dari itu sebagai laki-laki yang baik, saya bersedia membayar mahar sesuai dengan yang om minta. Sebagai ungkapan terimakasih ku pada om dan tante yang sudah membesarkan Shifa sampai menjadi wanita terpelajar dan mandiri."

__ADS_1


"Kalau kamu serius mau sama anakku, apa kamu bersedia pulang minimal sekali setahun? jangan seperti orang yang berpikiran kolot di luar sana. Sekarang zaman sudah modern bukan di zaman jahiliyah lagi yang pemikirannya masih sempit karena minim ilmu dunia akhirat."


Kalau gak mau pulang gak usah mau sama anak aku. Kalau suatu saat nanti kamu hanya mau sama shifa tapi tidak mau sama keluarganya berarti kamu pembohong terbesar sepanjang sejarah keluarga saya.."


"Baiklah tant, aku ikuti saran-saran tante."


"Ajak orangtua mu ke sini juga agar kita bicarakan ini baik-baik." ujar ibu.


"Kapan tante?"


"Kapan sempat? Biar langsung kita tentukan tanggalnya. Tidak perlu lama-lama takutnya nanti ada godaan di luar yang membuat kalian tidak jadi menikah."


"Baiklah." Perasaan aku ibu sudah jauh lebih banyak berubah dari pada dulu. Ah, ibuku surga ku yang tidak akan tergantikan.


***


"Gimana perasaan mu, Zan?" selesai berbicara sama ayah dan ibu kami mengelilingi tempat di sekitar ini. Banyak PT sarang burung yang berdiri di sekitar ini tapi susah bangat merekrut rakyat pribumi.


"Gerah, Fa." Cuaca jambi memang lebih panas dari pada cuaca di jakarta, batam atau di Malaysia. Tapi, bukan jawaban seperti itu yang aku inginkan.


"Sudah banyak aku berhadapan dengan orang seperti mereka. Jadi, aku santai aja menganggapinya anggap saja hiburan."


"Apa hatimu tidak berkata lain?"


"Insya allah tidak."


***


Qutbah pernikahan


Qutbah pernikahan

__ADS_1


Di mesjid dekat perumahan warga di sini kami melangsungkan ucapan janji suci pernikahan. Tidak banyak orang yang datang karena kami tidak menyebarkan undangan.


Aku menolak ayah menjadi wali nikahku tidak sudi tangan Khaizan harus berjabat tangan dengannya. Maafkan calon istrimu ini Khaizan yang belum bisa memaafkan perlakuan ayah. Aku ingin mencari wali hakim untuk pernikahan ku. Tapi, ibu melarang takut tetangga berpikir macam-macam padahal nasabnya bagus.


Ayah sangat kecewa, khaizan hanya diam melihat kami sebelum SAH, khaizan tidak mau ikut campur urusan keluarga. Jadilah royan menjadi waliku untung dia pulang.


Sebelum ijab kabul, ustadz banyak memberi qutbah pernikahan. Aku kira seperti yang di sinetron itu tinggal nyebut SAH langsung sudah menjadi suami istri. Ternyata banyak banget ceramah yang kami dengar.


"Yang pertama, perempuan dari kecil di lahirkan, di rawat, di besarkan dan, di sekolahkan sampai dia menempuh pendidikan yang lebih tinggi oleh orangtuanya nya. Perempuan sebelum menikah menjadi tanggung jawab ayahnya sampai menikah. Setelah menikah tanggung jawabnya dari sandang, pangan dan papan di alihkan ke suaminya."


Apa yang di bilang oleh ustadz hatiku menjerit ayahku tidak pernah menafkahiku apalagi bertanggung jawab penuh sama hak-hak ku sebagai seorang anak sampai umur 27 ini.


"Yang kedua, ketika anak perempuan sudah menikah taat dan baktinya pada suami lebih utama dari pada orangtuanya. Mau ke mana pun dia termasuk menjenguk orangtua yang sedang sakit atau meninggal harus izin dari suaminya. Lalu, apakah suaminya tidak mengizinkan istrinya lalu apakah istri harus manut? Allah, memberikan kita akal dan pikiran untuk berpikir mana yang baik mana yang benar."


Sering terjadi seperti ini di dunia pernikahan kebanyakan suami dan egois hanya tau satu dalil terpotong pula lalu seenak hati dia memperlakukan istrinya. Di zaman modern ini aku anggap manusia seperti itu sedang sakit mental. Berlenggak lenggok di depan kamera aja boleh masa berbakti pada orangtua saja di larang.


"Seorang suami yang baik dia tidak melarang istrinya berbakti pada orangtua nya. Menikah itu sejatinya menyatukan dua orang asing dalam sebuah janji suci menjadi satu pasang dan menyatukan kedua keluarga juga bukan memisahkan istri sama keluarganya. Jadi, menikah termasuk menambah keluarga ya!"


Bakti ke mertua untuk menantu laki-laki itu juga wajib. Ada yang bilang tidak, ada yang salah dirinya itu. Karena orangtua, istrinya ada. Banyangkan 27 tahun umur anak perempuan nya sekarang kalau tidak bekerja berarti orang tuanya sudah memberinya kehidupannya yang layak sampai umur 27 tahun. Sekarang umur 18 tahun anak-anak baik lelaki maupun perempuan seharusnya sudah bisa mandiri."


Sebagai suami jangan egois hanya karena salah satu dalil kalian jadi memperlakukan istri dan orangtua nya seenak hati kalian itu termasuk pelecehan terhadap agama islam.


Yang ketiga Hak-hak istri:


"Suami wajib memberikan hak-hak istri seperti menyediakan ...!


Sandang, itu berupa pendidikannya istri, uang belanja kebutuhan pribadinya istri dan lainnya,"


Pangan, itu berupa kebutuhan dapur dan gizinya istri dan anak-anak."


Papan, itu beruba tempat tinggal yang layak seperti rumah. Nah, ini masalah yang paling sering terjadi dalam rumah tangga. Suami tidak memberikan tempat tinggal yang layak untuk istrinya. Sudah menikah menumpang di rumah mertua, di musuhi sama mertua dan ipar. Suami tidak peduli sama istrinya, di hasut sama ibu dan saudaranya, suami percaya aja, istri menahan, lapar, sakit perut dan makan hati naik ke lambung."

__ADS_1


Tidak bisa bertanggung jawab penuh pada istri sesuai kemampuan membiarkan istri meratapi hidup terjajah di rumah mertua nya kan suami sepeti itu bengak."


Hahaha


__ADS_2