TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Luka batin masa lalu


__ADS_3


"Karena aku bukan tuhan yang maha pemaaf, aku hanyalah manusia biasa yang keberadaannya. Aku tidak punya waktu lagi untuk meladenimu." Ku tinggalkan dia yang membeku seperti patung. Biarlah kami sama-sama introspeksi diri sampai emosi ini reda.


***


"Shifa...tunggu." Tidak ku hiraukan panggilannya, tetap pergi tapi sepertinya dia mengikutiku.


"Shifa... Hari sudah malam, biar antar kamu pulang." Dulu dia tega mengusirku tengah malam tapi sekarang dia ingin mengantarkan aku pulang karena dengan alasan sudah malam. Nampak bangat bejatnya.


"Kamu pulang aja sendiri, dulu aku bisa bertahan hidup pada saat kamu mengusirku tengah malam, hujan deras lagi."


"Biar aku tebus kesalahan, aku ingin bertanggung jawab penuh pada kalian."


"Tidak usah, aku tidak butuh perlindungan dari siapapun."


"Shifa!" Lekas berlari tapi sepertinya dia mengejar ku, aku masuk ke jalan tikus entah jalan apa yang aku tempuh untuk menghindari dia. Astaga aku nyasar.


Aku lihat ke belakang ternyata dia tau keberadaan ku. Kami seperti police untuk Menangkap pendatang haram. Masuk ke pusat perbelanjaan yang hampir tutup dan gabung dengan sekelompok pengunjung. Karena tubuhku lebih mungil dari mereka, aku seperti hilang di keramaian ini dan keluar dan menyetop taksi ternyata ada dia di sampingku.


"Shifa...! Dalam taksi itu ada penumpangnya"


"Huh, kamu ternyata di sini. Kalau gitu biar aku tunggu angkutan umum aja."


"Angkutan umumnya sudah tidak ada." Tidak ku hiraukan Khaizan lekas melanjutkan perjalanan. Dia lagi-lagi mengikutiku. Sampai aku tidak mendengar langkahnya lagi gara-gara dia aku tidak tau jalan pulang.


Hingga bertemu sekelompok pria yang nongkrong di kedai. Perasaan aku mereka sedang mabuk. Jantungku dag dig dug tak karuan, perasaan trauma masih menghantuiku. Kemana aku harus mencari jalan pulang? Andaikan punya motor mungkin sudah tiba di kos dari tadi.


Aku berlari tak tau arah memasuki gang sempit tapi tak kunjung menemukan ujungnya. Lagi-lagi gara-gara Khaizan. Tapi...


"Wah, sepertinya ada cewek cantik tuh, dia sedang jalan sendirian."

__ADS_1


Astagfirullah mereka ada di sini. Aku harus kemana? Mundur pelan-pelan dan berlari dengan kencang. Mengejar ku, Tidak. Riwayatku tidak boleh tamat di sini saja. Masa depanku masih panjang.


"TOLONG! TOLONG! SIAPAPUN KALIAN TOLONG AKU!"


Aku lempar apapun yang aku lihat hingga mereka terkena dan jatuh. Aku fokus berlari dengan kencang mencari tempat sembunyi. Tapi, mereka semakin dekat dan..


BUGH


"TOLONG LEPASKAN AKU, AKU TIDAK ADA MASALAH APAPUN SAMA KALIAN." Tiba-tiba Seseorang menarik tanganku. Jantungku makin berpacu dengan cepat, keringat dingin bercucuran membasahi pipiku. Ku perhatikan dari ujung kaki sampai ujung rambut ternyata...


"Khaizan!" Orangnya Khaizan. Syukurlah.


"Ups, jangan berisik nanti mereka dengar." Khaizan. Aku manut aja kami ngumpet di septitenk rumah warga. Di Malaysia ini masih ada yang memakai septiteng.


Mereka berlari kesana kemari, kami mencari jalan keluar hingga tiba di jalan raya.


"Makanya terima aja tawaran orang gak usah memelihara gengsi." Ujat Khaizan


"Ini semua gara-gara kamu."


"Seandainya kamu tidak mengejar aku, aku tidak nyasar seperti ini."


"Ayolah aku antar kamu pulang ini sudah dini hari."


Entah kemana Khaizan membawaku putar sana putar sini katanya mau pulang. Capek yang tadi aja belum hilang di tambah capek yang baru.


"Tunggu, ya! Cari motor dulu. Lupa di mana parkirnya." Bisa-bisanya lupa tempat parkir.


"Itu angkutan umum, aku pulang dulu." Pergi memasuki angkutan umum tanganku di tarik lagi.


"Di sana sudah tidak ada orang, dengarin omongan saya jangan membantah mulu. Mau kejadian tadi terulang lagi? Itu dia motornya."

__ADS_1


Dengan terpaksa aku mengikuti kata-katanya. Indri pasti khawatir menungguku di kos. Batrai hp ku lowbat lagi.


"Simpan hpnya nanti jatuh!" Ku masukkan hp ke tas ternyata...


BRAAK


"HP ku jatuh."


"Itu kan apa saya bilang."


"Hpnya jatuh pada saat saya memasukkan hp ke dalam tas kalau di pegang aja mungkin gak akan jatuh."


"Ngelak lagi." Putar lagi untuk mengambil hp, ternyata hpnya sudah hancur lebur padahal banyak ceritaku yang di simpan di sini belum aku salin ke buku. Aduh, ceritaku hilang semua mau di tulis ulang gak mungkin ceritanya sama.


"Duh, hp ku hancur banget. Padahal banyak cerita yang belum ku salin ke buku."


"Cerita apa? Beli aja yang baru."


"Gak ada cerita apa-apa. Beli yang baru agak percuma, banyak aset rahasia tersimpan di hp ini gak bisa ku ambil lagi."


"Aset apa?"


"Udahlah, lanjut aja." Lanjut perjalanan sampai ke kos. Semua cerita yang sudah ku susun rapi hilang begitu saja duh.


"Aku masuk dulu."


"Iya." Tidak ada salam perpisahan yang kami ucapkan seperti yang di film-film itu. Untung kami memiliki kunci masing-masing hingga pulang lebih awal dan terlambat pun tidak masalah.


Ceklek


Indri sudah terbuai ke alam mimpi. Tidurnya nyenyak banget kayak kebo. Capeknya kerja tenaga kita yang masih muda ini di kuras habis. Sering baca curhatan orang di grub aplikasi logo biru kalau di ikuti kata orang kita gak akan maju.

__ADS_1


Kalau mau maju jangan pernah hiraukan omongan orang-orang yang pikirannya masih primitif yang hanya bisa menjelekkan pilihan kita dan melarang kita melakukan sesuatu yang kita mau dengan dalih sesama muslim harus saling mengingatkan padahal tujuan utama mereka untuk menjatuhkan. Huh, aku tidak sebodoh pikiran kalian ferguso.


Next


__ADS_2