TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Wanita karir dan Ibu Rumah Tangga Biasa sama-sama bagus dan berprestasi


__ADS_3

Terbelenggu Cinta di Negeri Jiran 70


"Maksudnya?"


Khaizan membilang aku tidak laku? Mungkin benar karena aku tidak mau menjalani hubungan yang tidak ada kepastian. Aku berpikir panjang kalau seandainya terjadi sesuatu lagi padaku nanti, aku juga yang salah dan yang paling rugi. Biarlah aku di cap tidak laku dari pada laku ujungnya aku rugi.


"Apa tidak kunjung punya pacar?"


"Aku sih tidak memikirkan soal pacar."


"Jadi, masih ada kesempatan dong?"


"Kesempatan apanya?"


"Kesempatan aku buat jadi yang pertama dan terakhir untuk kamu? Aku mungkin bukan cinta pertamamu tapi akan menjadi cinta terakhirmu." Cinta terakhirku? Apa maksud Khaizan? Bukan ka dia sudah menikah dan memiliki istri?


"Apa kamu belum menikah?"


"Sama sekali belum. Aku selama 5 tahun ini mencari kamu. Menurut cerita dari Daffa dan royan kamu berada di Jakarta sedang kuliah di universitas Esa unggul. Aku stalking sosial mediamu sama sekali tidak ada kabar."


"Lalu kenapa kamu menghilang lalu ujungnya mencariku?"


"Aku menghilang untuk sementara waktu. Pulang ke Jakarta dan sumatra untuk mengurus bisnis yang sudah ku rintis dari nol masa di bengkalai begitu saja. Setelah itu aku kembali ke Malaysia dan mendapatkan kalian sudah tidak ada lagi."


"Apa kamu kehilangan kami?"


"Awalnya iya tapi setelah itu aku berusaha untuk berbisnis akhirnya lupa begitu saja dan akhirnya kita bertemu lagi."


"Lalu siapa wanita hamil yang bersamamu di bandara itu?"


"Wanita hamil yang mana?"


"Dulu, waktu aku mengantar indri ke bandara mendapatkan kamu bersama dia sedang menyebrang bareng romantis baget kayak pasangan suami istri."


"Kamu lihat aku dulu? Kenapa tidak menyapaku? Dia istri temanku yang aku antarkan ke bandara mau pulang ke Indonesia."


"Aku kira kalian suami istri. Jadi, dia Bukan istrimu? Lalu di mana suaminya?"

__ADS_1


"Suaminya sedang lembur."


"Lalu apa hubungan mu yang sebenarnya sama Haura dan siapa pacar aslinya kalian? Sepertinya kalian punya rahasia."


"Dulu, Aku dan Haura di jodohkan oleh orangtua kami waktu itu Haura masih kelas 3 SMA. Dia menolak pas melihat fotoku ternyata dia mau. Kami chat dan aku merasa dia itu tidak sepemikiran denganku. Kami lost kontak selama beberapa bulan teryata dia depresi karena aku hilang tampa kabar."


Oh, berarti cewek yang menandai Khaizan di aplikasi logo birunya itu Haura. Kok, aku tidak ngeh ya?


"Oh, berarti gadis yang menandai kamu di beranda Facebook kamu itu dia? Lalu, siapa gadis yang satu lagi?"


"Itu temannya yang terobsesi padaku."


"Apa kamu tidak menyukai gadis itu? Dia cantik banget dan masih muda lagi."


"Cantik atau tidak bukan berarti aku sebagai lelaki menyukainya. Aku merasa dia tidak sepemikiran dan tidak pula sejalan denganku. Aku hanya menganggapnya teman biasa."


Apa omongannya Khaizan bisa di percaya atas apa yang dia lakukan padaku dulu?


***


Seharian ini aku berkutat dengan komputer menulis barang-barang yang keluar dan masuk. Salah catat aja sedikit bisa panjang urusannya.


Selesai mengerjakan tugas lanjut rebahan. Pikiran ku melayang apakah Khaizan sudah melihatku di Jakarta ini? Apa Haura yang menceritakan tentangku? Haura tidak tau aku pernah memiliki hubungan sama Khaizan walaupun tidak berteman di sosial media manapun.


"Shifa! Coba lihat fotonya pacarku, menurut kamu dia orangnya bagaimana?" Haura menunjukkan foto Khaizan padaku sukses membuat dadaku sesak padahal hanya melihat fotonya.


"Ini pacarmu? Ganteng, dewasa, sepertinya dia pekerja keras dan mandiri."


"Yang lainnya? Maksudnya karakternya bagaimana?"


"Kamu pacarnya kok gak tau?"


"Yang namanya pasangan kata ibuku itu sesudah menikah nanti nampak sifat aslinya."


"Berarti kamu sudah paham ya? Ok, kalau menurut aku sebenarnya dia baik, tapi ambisiusnya tinggi, dia harus mendapatkan apa yang dia mau. Misalnya dia mau ke korea dia harus berusaha agar sampai ke korea gitu."


"Kalau tipe cewek yang dia suka?"

__ADS_1


"Dia sepertinya menyukai wanita yang bersih, pandai merawat diri, nyambung dalam berbicara dan mandiri. Dia sepertinya tidak suka dengan wanita rumahan karena dia berharap kalau dia meninggalkan kalian lebih dulu, istrinya bisa hidup dengan tenang bersama anak-anaknya."


"Wanita karir dong? Menurutku tipe seperti yang kamu bilang tidak ada di diriku. Bukankah lelaki itu maunya sama wanita rumahan yang hanya menjadi ibu rumah tangga biasa?"


"Tergantung. Tidak semua lelaki suka sama wanita rumahan, tidak semua lelaki suka wanita karir juga semuanya ada alasannya sendiri. Tapi, semua alasan itu bagus kok. Lelaki yang hanya ingin istrinya hanya menjadi ibu rumah tangga berarti lelaki itu ingin istrinya fokus mengurus suami, rumah dan anak-anak."


Kalau suami menyukai wanita karir berarti lelaki itu ingin istrinya terlalu bergantung pada dia. Kalau mau beli apapun bisa memakai uang sendiri sesuka hati, bisa memberi orangtua juga apalagi orangtua sudah susah payah melahirkan, membesarkan dan menyekolahkan kita sampai sarjana pasti kita ingin orangtua kita mencicipi jerih payah kita."


Nah, yang terakhir seandainya suami kita meninggal terlebih dahulu, kita wanita tidak luntang lantung nanti. Berharap pada saudara? Mereka hanya ada ketika ada maunya dan jarang ada wali yang bertanggung jawab sesuai syari'at.


Walaupun Allah sudah menjamin rezeki untuk umatnya. Itu semua butuh usaha dan perjuangan yang berdarah-darah. Kalau hanya berdo'a tanpa usaha akan sia-sia. Allah juga tidak menyukai umatnya yang pemalas. Masa muda menentukan masa tua, apa yang kita lakukan di masa muda kita tinggal memanennya di masa tua."


"Khaizan sering bilang dia menyukai wanita yang berpendidikan tinggi, berprestasi, dari universitas bergengsi dan juga berasal dari keluarga yang baik-baik. Tinggi banget standarnya. Itu kadang membuat aku minder dan apa yang kamu bilang benar semuanya Khaizan juga menyukai wanita yang berkarir. Aku minder, Fa."


"Standarnya tidak salah kok. Dia berharap bisa mendapatkan istri, ibu dan menatu yang baik untuk keluarganya. Kenapa harus minder? Tidak usah melakukan apa yang orang mau. Lakukanlah sesuatu yang yang kita bisa aja."


"Kakakku pernah bilang. Kalau ada suami gak usah kerja. Kerja itu kewajibannya suami untuk mencari nafkah. Lelaki yang mencari istri yang bisa kerja sekaligus menjadi IRT itu lelaki yang pemalas dan tidak bertanggung jawab. Bisa jadi kita jadi sapi perah dia dan keluarganya nanti. Lelaki yang baik dia akan berusaha membahagiakan istri dan anaknya."


"Gak usah kerja biarkan dia bertanggung jawab penuh pada kewajibannya. Kita perempuan ini serba salah. Kerja salah tidak kerja lebih salah. Orang hanya menjadi penonton dan tukang kritik yang tidak masuk akal."


"Satu lagi, kalau kita melihat ada kejanggalan seandainya kita tidak ikhlas komunikasikan baik-baik. Kalau dia tidak mengerti lepaskan orang seperti itu. Diri kita terlalu berharga di jadikan sapi perah suami dan mertua."


"Kalau istri kerja lalu anak gimana? Apa di urus mertua atau orangtua?"


"Sering-seringlah bergaul dengan wanita yang bekerja di mana mereka menitipkan anaknya? Banyak yang janda menghidupkan anak sendiri tanpa bantuan wali juga di mana mereka menitipkan anaknya? Dan lihat orang-orang di luar negeri suami istri bekerja di mana mereka menitipkan anaknya?"


Untuk menjadi ibu yang cerdas semua ibu pasti ingin menjadi ibu yang cerdas. Tapi, ibu-ibu cerdas di luar sana memiliki cara sendiri untuk mentransfer ilmu pada anaknya."


Tapi, ingat! Uang istri milik istri, uang suami uang bersama. Pisahkan harta istri sama harta suami lindungi milik kita agar tidak di kuasai orang yang tidak bertanggung jawab."


"Ok, aku mengeti sekarang."


"Semangat, perjuangkan cintamu. Jangan pernah menyerah."


Aku menyuruhnya semangat. Mulut berkata seperti itu dalam hati ingin mendoakan agar mereka tidak bersatu.


"Aku akan melakukannya semampuku saja."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2