TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Maafkanlah semua atas kesalahanku


__ADS_3

Shifa



Setelah adegan pengeroyokan tadi, malam ini kami di panggil pihak HRD. Kedua gadis itu membela diri dan menuduh aku yang salah. Rambut acak-acakan, bibir berdarah dan perut masih sakit belum di obati.


"Kenapa kalian berantam?" Ujar pihak HRD


"Ini, pak cik. Shifa duluan yang salah, bekerja tidak becus suka merepotkan kami."Ujar Marga


"Benar, pak. Sudah berulang kali saya bilang tapi dia maunya benar sendiri," ujar Lisa


"Salah pak, mereka yang suka membuat saya sebagai babunya. Gara-gara mereka, kemaren aku di panggil pihak HRD karena bekerja tidak becus padahal mereka suka memerintah saya setiap hari nya."


"Salah pak, kami menyuruhnya bekerja dengan baik bukan menjadikannya babu. Shifa bohong pak," Ujar marga."


"Stop! Saya tidak mau tau apa masalah kalian. Kalau masih mau bekerja di sini bekerja dengan benar. Di luar sana masih banyak orang yang mau bekerja di sini." Ujar pihak HRD.


Keluar dari ruangan HRD kami di hukum membersihkan perusahaan ini. Kami di awas oleh kolina/Office girl lainnya. Kami mengganti mereka. Gara-gara kedua gadis itu aku jadi telat pulang.


Setiap menit kolina selalu memerintahkan kami katanya kurang bersih di ulangi lagi, di injak lagi. Kerja seperti ini jauh lebih capek dari pada kerja di pabrik. Bagaimana menjadi IRT biasa nanti. Huh.


Keringat bercucuran di mana-mana. Lihat ke bawah, karyawan lainnya sudah pulang dan di ganti karyawan shift malam.


Pengen kabur tapi harus disiplin kalau tidak, besok sudah tidak di izinkan bekerja lagi. Kedua gadis itu entah kemana, aku cari kesana-kemari tidak ada. Apa mereka kabur?


Lihat di jendela ternyata tinggi banget nampak dua gadis yang sedang berlari. Aku yakin mereka pasti kabur. Tak peduli dengan hari esok, aku lekas kabur dan berhenti di sebuah toilet umum, mandi sekilat dan mengganti baju. Untung kemanapun pergi selalu membawa baju ganti. Tapi...


Seseorang menarik tanganku. "Astagfirullah, siapa ini?" Dengan cepat dia membawa ku ke gang sempit pas ku perhatikan dari ujung kaki sampai ujung rambut ternyata...


"Khaizan! Ngapain kamu ke sini?" Ternyata Khaizan, entah sudah berapa bulan kami tidak pernah bertemu. Aku sengaja pindah kerja untuk menghindarinya. Ternyata bertemu lagi.


"Akhirnya kita bertemu lagi. Kenapa kamu pindah kerja? Apa pekerjaan lama tidak cocok buatmu?"


"Aku pindah karena ingin mencari suasana baru. Ada apa membawa ku ke sini?"


"Mencari suasana baru? Benar itu apa ada hal lain yang membuat mu pindah?"

__ADS_1


"Tidak ada. Khaizan! Hari sudah malam, aku mau pulang dulu."


"Tunggu dulu. Masih siang untuk waktu di Malaysia. Aku minta waktumu sebentar, kita duduk dulu di sana."


"Aku tidak punya waktu aku mau pulang."


"Tunggu sebentar," Khaizan menarik ku duduk di sebuah kursi rumah warga. Shifa ... Mumpung kita bertemu lagi, sebelum itu aku minta maaf padaku karena sudah membawa mu ke tempat ini."


Aku mohon sama kamu tolong jawab dengan jujur, apa benar kamu pergi dari rumahku dalam keadaan hamil? Sekarang sudah satu tahun lamanya, kemana bayi itu? Seharusnya sudah lahir. Apa keguguran atau di gugur kan? Mustahil kamu bisa melahirkan sendirian di Negara ini."


"Menurutmu?"


"Aku harap kamu jawab jujur."


"Aku tidak pernah hamil sama sekali karena aku belum menikah. Terus apa lagi?"


"Shifa...! Jujurlah jangan membuat aku mati penasaran seperti ini."


"Benar kok. Aku tidak pernah hamil sama sekali. suami aja gak punya gimana mau hamil. Sudah lah aku mau pulang dulu."


"Tunggu dulu biar aku yang ngantar kamu pulang. Kenapa kamu tidak mau jujur? Ok, aku akui aku salah waktu itu sudah menyia-nyiakan kamu dan membiarkan kamu sendirian di Negara ini. Tapi, aku sudah minta maaf dan kamu sepertinya belum mau memaafkan aku dengan ikhlas. Apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkan maaf dari mu?"


"Kamu mau tau? Pertama, aku ingin melihat mu mandiri tanpa tergantung pada siapapun. Yang kedua, aku sebagai lelaki normal ingin menyalurkan hasrat biologis ku pada lawan jenis itu aja. Aku akui aku lelaki bajingan dan sekarang kamu sudah tau aku sudah mendapat karma nya."


Kakakku yang perempuan juga di perlakukan sama oleh calon suaminya di Singapura sampai bunuh diri dalam keadaan hamil. Keuangan ku selama bekerja juga di ambil oleh karina dan dia juga selingkuh dan hamil sama pria lain sekarang kami sudah putus."


"Hahaha, Mampus aja sudah seharusnya kalian merasakan apa yang kamu lakukan padaku dulu. kamu bilang ingin melihatku mandiri melakukan apapun sendiri di Negara ini? Kamu tau gak? Aku ini perempuan yang seharusnya tanggung jawab terhadap ku masih berada di atas waliku?"


Kamu ingin menyalurkan hasrat biologismu. Kenapa kamu tidak menikah aja? Atau salurkan ke pacarmu? Atau sewa Psk di sini banyak bertebaran di mana-mana. Hal yang biasa di ucapkan oleh pria cacat mental seperti mu."


"Shifa...! Kok, kamu kasar sekarang? Dulu kamu tidak begini."


"Kasar karena kamu."


"Apakah begitu besar luka yang aku toreh hingga tidak kunjung sembuh sampai sekarang?"


"Lukanya tidak besar tapi melupakannya itu yang susah."

__ADS_1


"Shifa...! Jangan bertele-tele. Sekali lagi aku harap kamu jujur. Kemana bayi kamu?"


"Aku tidak punya bayi."


"Jangan bohong. Aku sudah tau semuanya dari indri. Apa benar kamu keguguran karena memakan roti bakar waktu malam tahun baru?"


"Aku tidak pernah keguguran. Jangan bertanya yang tidak-tidak aku tidak suka."


"Ayo jujurlah. Mustahil orang bisa keguguran karena hanya memakan itu. Apa bayi itu sudah lahir lalu di mana bayi itu? Aku ingin menemuinya dan tes DNA. Kalau benar bayi itu anak aku, aku mau memberikannya pada kakak pertama ku yang tidak mungkin lagi bisa melahirkan keturunan."


PLAK PLAK PLAK


Tiga tamparan mendarat di pipi Khaizan. Dirinya terlempar jauh dari arahku. Khaizan memegang pipinya. Sejak kapan kekuatan ini muncul di tubuhku? Khaizan berdiri dan mendekat, aku menjauh. Ku perhatikan wajahnya Warna merah muda tergambar jelas di pipi Khaizan. Khaizan, Dia merintis kesakitan, matanya nyalang menatapku seperti ingin menelanku hidup-hidup.


"Shifa...! Kamu menamparku?"


"Iya. Tamparan itu tidak cukup untuk memberimu pelajaran. Kamu ingin memberikan bayiku pada kakakmu yang mandul itu? Asal kamu tau! Dulu, kamu melecehkan aku dan menuduh aku sudah tidak perawan lagi padahal ada jejaknya di sprei, kamu bilang itu darah haid dan menelantarkan aku begitu saja di mana hati kamu? Salah satu tempat aku berteduh ternyata orang di dalam kos itu tidak mau membuka pintu katanya kamu hanya membayarnya hanya untuk satu malam kamu kira itu hotel?"


Yang kedua kamu membiarkan aku sendiri luntang lantung di jalan padahal janji mu sama aku dan temanku dulu kamu mau membantuku sampai mendapatkan pekerjaan di sini. Kamu ambil aku lagi dan kamu mengulangi hal itu lagi sampai aku hamil. Aku minta tanggung jawab kamu, kamu dengan tegas bilang aku hamil benih pria lain."


Lalu ketahuan oleh karina, karina marah besar mencaci maki ku melacur di sini dan kamu sama sekali tidak mau membelaku dan dalam keadaan sakit dan hujan lebat kalian mengusir aku tengah malam. Kalian ini manusia berhati iblis tau gak."


Dan sekarang kamu mati-matian mendekatiku melakukan apapun untuk meluluhkan hatiku, menanyakan kemana bayiku yang dulu tidak pernah kamu akui, kamu ingin memberikan kepada kakakmu yang mandul itu? Syukurnya bayi itu sudah tidak ada, kalau masih ada, tidak akan aku biarkan dia berada di tangan orang yang salah. Aku yang mengandungnya, aku yang melahirkannya. Kalian bukan siapa-siapanya nasabnya ikut aku sampai mati."


"Shifa...! Selain kata-katamu kasar teryata sangat tajam juga. Apa seperti ini sifat aslimu?"


"Kalau iya, lalu kamu mau apa lagi? Sudah cukup kamu menyusahku dulu sekarang aku tidak mau lagi melihatmu sebagai manusia biasa lagi. Enyahlah dari hidupku."


"Jangan lupakan awal kamu tiba di sini. Kalau tidak ada aku kamu tidak akan sampai kesini dan masih menjadi pengangguran di kampung mu sana."


"Lalu, apa ada harga yang harus aku bayar untuk kamu yang telah membawaku ke sini? Kamu sudah minta bayarannya dengan harga diriku yang jauh lebih tinggi harganya dari pada tiket ke klang dan kos satu malam. Tidak ada hutang budiku lagi padamu."


Setelah mengeluarkan unek-unek yang terpendam hatiku menjadi lega. Mendengar itu Khaizan termenung dan ku tinggalkan dia sendirian di sini.


"Shifa ... Apa kamu masih tidak mau memaafkan aku? Aku mohon padamu, maafkan lah aku setidaknya hatiku sudah lega dan tidak di hantui rasa berdosa lagi. Tuhan aja mau memaafkan kesalahan umatnya walupun dosanya sebanyak buih di lautan masa manusia tidak."


Baru aja melangkah lelaki ini sudah menarik ku kembali duduk ke tempat semula.

__ADS_1


"Karena aku bukan tuhan yang maha pemaaf, aku hanyalah manusia biasa yang keberadaannya. Aku tidak punya waktu lagi untuk meladenimu." Ku tinggalkan dia yang membeku seperti patung. Biarlah kami sama-sama introspeksi diri sampai emosi ini reda.


Next


__ADS_2