TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Cinta seluas Samudra


__ADS_3

Terbelenggu Cinta di Negeri Jiran 66


POV karina



Shifa rahmadini! Wanita itu lagi yang menggangu hubungan kami. Khaizan tidak kunjung mau menerima ku kembali gara-gara gadis itu. Apa tadi mereka sering kencan dan kumpul kebo? Dan pernah ke bar dan subuh pulang? Dari situ aku yakin wanita itu bukan wanita yang baik-baik aku sedikit tenang. Tidak mungkin khaizan mau sama wanita yang seperti itu.


Tapi, aku haris hati-hati wanita seperti itulah yang membuat kantong khaizan tipis. Kesabaran ku rasanya sudah akan aku temui wanita itu.


Khaizan tidak boleh berpindah ke lain hati, Khaizan milikku.


Setiap libur kerja aku perhatikan Khaizan pergi kemana dan sama siapa aja.


Dapat juga alamatnya


Dulu Khaizan membenci gadis itu dan menelantarkannya sekarang sudah memungut nya kembali dan wanita itu mau aja. Omongan laki-laki tidak bisa di percaya. Mereka gampang menyakiti hati wanita tapi gampang pula minta maaf dan wanita yang pernah dia sakiti gampang pula memaafkan nya memang wanita aneh.


"Shifa, ya! Boleh kita bicara?" Shifa menoleh ke sumber suara kami saling beradu pandang. Aku mendekatinya.


"Bicara apa?" shifa berbicara dengan angkuh.


"To the point aja. Kita duduk di sana." Kami duduk di bawah pohon aren.


"Sudah sejauh mana hubungan mu sama Khaizan? Aku dengar kamu bekerja di tempat yang sama dengan Khaizan?" karena tidak mau basa basi aku memulai dari poinnya aja.


Shifa menarik nafas dalam-dalam dan melepaskannya. "Hubungan kami hanya teman biasa tidak lebih kok. Aku hanya bekerja di satu perusahaan yang sama cuma satu bulan aja itu pun kami tidak pernah bertemu setelah itu aku pindah. Kamu hanya menanyakan itu aja? kalau gitu aku masuk dulu." Shifa berdiri aku menarik tangannya.

__ADS_1


"Tunggu...! Duduk dulu," kami duduk kembali seperti semuala, "Apa kalian suka kumpul kebo? Kalian ngapain aja, membahas apa aja dan kemana aja?"


"Kami tidak pernah kumpul kebo, tidak ada membahas apapun."


Nampak shifa sedang berbohong apa salahnya jujur aja angkuh pula ini gadis.


"Jangan bohong. Kamu pasti tau Khaizan itu milikku. Dari dulu aku sudah curiga pada kamu tapi aku tahankan karena tidak pernah bertemu lagi. Setelah 3 tahun ini ternyata kalian menjalani hubungan diam-diam di belakang ku. Kamu jawab jujur, apa hubungan mu sama Khaizan dan siapa pacar aslimu?"


"Aku tidak tau Khaizan milikmu yang aku tau Khaizan masih lajang berarti masih milik umum. Aku tidak memiliki pacar asli ataupun palsu sudah lah. Jangan buang waktuku."


Shifa pergi dan kembali menarik tangannya.


"Tunggu kita belum selesai berbicara. Aku minta padamu, menjauh lah dari Khaizan, berhenti dari pekerjaan yang sama dengan Khaizan dan pindah dari kos juga." Mendengar alasanku shifa menarik nafas dalam-dalam lagi dan melepasnya.


Shifa menoleh, "Apa hak mu mengatur aku?"


"Oh, ya? Seperti nya kamu belum amnesia. Kamu ingat dulu kalian memperlakukan aku bagaimana? Kalian buang aku seperti sampah yang tidak berharga, setelah itu Khaizan pungut lagi sampah ini dan melakukan apapun yang aku mau agar dapat maaf dariku."


Dia mohon-mohon, beribu kali aku mengusir dia agar enyah dari hidupku tapi dia tidak mau karena cinta mati sama aku. Kalau kamu merasakan berhak mengaturku aku, aku juga berhak menolak aturan sampah dari mu. Kalau kamu mau Khaizan, ambil aja aku tidak butuh pria cacat mental seperti dia."


Sombong pula gadis ini pantaslah Khaizan membuangnya dulu dan sekarang apa yang ada di dirinya shifa yang membuat Khaizan enggan untuk menerima ku kembali?


"Lancang juga mulut kamu, ya? Apa yang saya lakukan di masa lalu itu sudah tepat karena kamu bukan wanita yang baik-baik menjual diri demi kebutuhan hidup dan setelah itu kalian lakukan hal yang sama lagi di bar. Apa aku harus percaya kamu itu bukan wanita yang baik-baik?"


"Kalau kamu bilang aku bukan wanita yang baik-baik lalu apa kabar dengan kamu yang menjual diri pada orang asing demi kebutuhan hidup? Kamu pernah hamil benih pria asing itu kamu melakukan aborsi. Ketahuan oleh khaizan kamu mengemis minta maaf dan mengatakan kamu wanita yang baik-baik. Di sini siapa yang ****** dan pelacur? Aku apa kamu? Aku ternoda karena kekasihmu itu dan kamu jadi pelacur karena orang asing itu."


PLAK

__ADS_1


"Apa? Kamu mau menamparku? Dulu kamu sudah mendapatkan aku sebanyak 4 kali dalam satu waktu sekarang kamu menampar aku lagi? Padahal datang ke sini minta maaf aja tidak."


Shifa menangkap tangan aku, aku berusaha untuk melepaskannya ternyata tenaga shifa sangat kuat. Shifa menghentakkan tanganku dengan kasar dan...


PLAK PLAK PLAK PLAK


Karena dulu kamu menampar aku sebanyak 4 kali. Sekarang aku balas dengan menampar mu sebanyak 4 kali juga. Seharusnya kamu itu yang mundur dari Khaizan karena dia sudah tidak mau menerima mu kembali. Seharusnya kamu intropeksi diri.


"Lancang kamu, ya! Aku bunuh kamu," Aku tarik rambutnya dia menarik rambutku kembali.


"Aduh, sakit, lepasin."


"Ada apa ini?" khaizan datang melerai kami. Sejak kapan Khaizan berada di sini? Tidak mudah melumpuhkan shifa tenaganya sangat kuat.


"Shifa! Berhenti malu di lihat orang banyak."


"Karina! Sudah, kamu ini sudah dewasa kenapa kalian berantam?"


"Dia yang pagi-pagi datang ke kos kami dan menginterogasi hubungan kita. Dia menyuruh aku menjauhiku, berhenti dari pekerjaan yang sekarang dan pindah kos. Katanya dia pacarmu. Aku rasa dia tidak punya hak untuk mengaturku."


"Tidak, zan bukan itu ...


"Sudah, karina mending kamu pulang! Indri ajak shifa pulang juga." Khaizan memotong pembicaraan ku.


"Perhatikan itu pacarmu sepertinya dia butuh perhatian." Shifa dan temannya pergi dari sini. Apa yang kami buat menjadi drama yang di tonton kan oleh pengunjung. Mereka membicarakan kami merebutkan satu laki-laki.


Rencanaku untuk memisahkan mereka gagal total. Baik lagi besok aku akan datang lagi ke sini untuk menekankan shifa agar menjauh lah dari Khaizan. Khaizan milikku tidak akan aku sia-sia kan serbuk berlian seperti Khaizan.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2