TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN

TERBELENGGU CINTA DI NEGERI JIRAN
Bertemu tamu dari kampung


__ADS_3

Terbelenggu cinta di Negeri Jiran 64



Aku dan royan bermain ala-ala Disney dan mengambil foto sesuai gambar sedangkan Khaizan dan daffa sedang berbicara dengan serius. Apa royan akan menambah beban Khaizan?


"Yan ... apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan di sini?"


"Rencananya di restoran di kuala lumpur ini kak. Ada temannya pak daffa yang sudah memasukkan aku ke situ."


"Oh." Seharian ini kami tidak bertemu indri entah kemana anak itu. Setelah itu kami berpisah. Aku dan Khaizan melanjutkan perjalanan ke Mesjid terbesar di Malaysia yang berada di KL. Tiba di tempat ternyata sudah ada indri dan rizki yang sedang duduk menikmati cemilan dan memeriksa foto.


Kami membersihkan diri dulu dan masuk ke dalam mesjid. Mesjid nya tenang banget, kami sholat magrib berjamaah dan aku berdoa minta ampun atas dosa-dosa yang sudah ku buat dan mohon agar di berika rezeki dan kesehatan yang baik. Setelah itu kami mendengar kutbah pesan-pesan yang dari ustadz untuk para perantau yang ada di Malaysia untuk selalu mengingat tuhan, sesibuk apapun tetap menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, menjauhi yang di Allah dan menjalani perintah-Nya dengan baik.


***


Bulan Ramadan sudah dekat. Sayangnya aku tidak bisa pulang ke kampung halaman. Tahun ke 4 aku di Malaysia, 1 tahun lagi paspor ku mati total.


Rindu ibu dan kampung halaman. Yang membuat aku kuat bertahan di perantauan ini karena di kampung halaman tidak ada kerjaan yang membuahkan uang dan sikap ayah dan ibu yang membuat aku muak. Orang lain bodo amat. Ini orang tuaku sendiri berperan penting dalam kewarasan ku.


Setelah keluar dari mesjid sempatkan berfoto bersama. Royan dan daffa sedang berada di rumah temannya. Mudahan temannya itu baik untuk royan, amiin.


Melanjutkan perjalanan ke shah alam awalnya aku menolak karena besok harus bekerja jadinya kami hanya main di sekitar kuala lumpur.


Lagi-lagi kedua sejoli itu pergi meninggalkan kami.


"Shifa! Ada dendam kesumat apa kamu sama keluargamu? Perempuan itu harus menikmati momen kebersamaan mereka sama keluarganya hingga tiba saatnya kalian menikah dan ikut suami berbaur pada orang lain."

__ADS_1


"Itu privasi, Zan."


"Perempuan itu banyak ruginya. Ketiga dia masih kecil sampai dewasa dia berada di rumah ibunya tapi banyak yang tidak mendapatkan cinta dari ayah karena beberapa alasan, kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Sudah menikah tidak pula mendapatkan sandaran, cinta dari suami dan di musuhi pula sama mertua dan iparnya."


"Apa kamu sudah berpengalaman sebelumnya?"


"Belum sih. Aku mendengar cerita itu dari ibuku sendiri. Pas nenek atau ibu dari ayahku meninggal, baru ibu mendapatkan cinta pertama sebagai anak perempuan dan istri dari ayahku. Itu makanya aku bilang perempuan itu banyak ruginya."


"Jadikan pelajaran aja jangan sia-siakan anak perempuan orang yang rela meninggalkan rumahnya yang nyaman dan orangtua yang mencintainya demi baktinya padamu. Padahal tinggal di rumah mertua itu tidak wajib. Perempuan juga berhak menolak ketika suaminya mengajak dia tinggal di rumah mertua. Kata Nabi itu maut. Di rumah mertua bertemu ipar laki-laki yang bisa-bisa saja khilaf walaupun wanita seperti patung. Dan ipar perempuan yang suka bikin rusuh.


Kalau rugi itu personal bukan perempuan aja. Laki-laki yang tidak melakukan sholat 5 waktu selama 3 kali berturut-turut itu dosanya jauh lebih besar dari pad dosa zina deh. Laki-laki paling jarang melakukan sholat 5 waktu dosanya makin double."


"Makanya aku terus belajar dan mencoba sesuatu yang baru agar tidak menyiksa anak orang dengan masa depan yang tidak pasti. Laki-laki harus berpikir matang dalam bertindak. Orangtua membesarkan kita itu kewajibannya karena dia yang mau punya anak.


"Nah, anak perempuan dia di besarkan dengan penuh kasih sayang sampai umur 18-25 tahun sudah menikah masa datang laki-laki yang mengajaknya hidup susah. Aku sebagai lelaki aja malu. Sebagai orang etnis tionghoa aku lebih tau apa yang harus aku lakukan."


"Kamu kira semua orang tioghoa seperti yang kamu pikirkan? Ubah pola pikir kalian terhadap kami. Aku hanya memiliki sedikit darah tionghoa dari ibu, ayahku orang pribumi asli."


"Pantesan kamu mirip idolaku."


"Anggap aja aku idolamu."


"Ngaco."


Jam 10 malam sudah sampai di rumah. Baru kali ini kami mengobrol banyak, apa aku sudah mau memafkan Khaizan dengan tulus? Kira-kira dia sedang ngapain ya?


Kebiasaan perempuan kalau sedang rindu itu bolak balik cek wa memperhatikan nya kapan aja online, kok gak ada chat yang masuk.

__ADS_1


Aaaaakk


Hari ini aku sangat bahagia tidak patah hati lagi.


Royan, tiba-tiba aku mengingat anak itu. Sedang apa dia? Apa temannya daffa memperhatikan nya dengan baik?


[Assalamualaikum, Shifa. Kamu lagi apa? Sudah tidur apa belum]


Sebuah notifikasi masuk pas aku cek profilnya ternyata dari Daffa.


[Walaikumsalam, pak daffa. Aku lagi gabut. Belum]


[Jam berapa masuk kerja kok belum tidur]


[Pagi-pagi banget. Royan berada di mana]


[Kamu kakaknya kok tidak tau? Apa kalian baik-baik aja]


[Baik-baik aja kok cuma memastikannya aja. Apa yang kalian bahas tadi]


[Kami bahas bisnis aja. Oh, ya! Sudah sejauh mana hubungan kalian sama Khaizan]


Deg


Kok pak daffa malah membahas hubunganku sama Haizan? Apa dia curiga sama hubungan kami?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2