
Terbelenggu Cinta di Negeri Jiran 61
"Ada apa ini?" Bos yang laki-laki datang bersama karyawan emasnya yang suka berlagak seperti bos. Di susul oleh istri dan anaknya.
"Kamu lagi? SELAMA BEKERJA DI SINI KAMU TIDAK PERNAH BISA BEKERJA DENGAN BAIK. SEKARANG KAMU JATUHKAN PIRING DAN GELAS INI YANG HARGANYA TIDAK SEBANDING DENGAN GAJIMU SEBULAN. SEKARANG PUNGUT PECAHAN BELING ITU SETELAH ITU KAMU PULANG TIDAK BOLEH BEKERJA DISINI LAGI."
Sepasang suami istri ini meneriaki ku di depan orang banyak. Mereka memotret dan mengambil videoku. aku malu banget. Air mataku keluar dengan deras.
"Ada apa ini? Kenal teriak-teriak?"
Suara itu datang di waktu yang tidak tepat di susul indri yang membantuku bangun.
***
"Bangun, Fa."
"Shifa, kamu kenapa? Kamu di apain sama mereka?" Khiazan memegang pundakku sedang kan aku menunduk dan menghapus air mataku. Biasanya pantang aku menangis tapi sekarang air mata ini tidak bisa di tahan lagi. Karyawan lain yang sempat meminta foto dan kontaknya berbisik-bisik penasaran ada hubungan apa aku dengan kahizan?
"Ini karyawan baru sebulan kerja tidak becus sama sekali sekarang malah menghancurkan piring dan gelas ini. Sebagai pemilik restoran kami marah dan menanggung kerugian yang tidak murah." ujar ibu bos.
"Lalu?"
"Dia juga sering tidak mendengar ada pelanggan lain yang memesan makanan dan minuman jadinya pelanggan mengeluh buruknya kinerja karyawan kami."
__ADS_1
"Lalu?"
"Banyak orang memesan makanan tapi terlambat di antar ke depan jadi pelanggan nyamuk ke kita. Mungkin dia masih baru."
"Ada lagi?"
"Dia tidak bisa bekerja sama dengan karyawan lain membuat yang lainnya kesulitan untuk bekerja sama dengannya, suka malas-malasan dan sekarang memecahkan piring."
"Cukup-cukup. Oke, dengarkan baik-baik. Saya ini kerabatnya shifa. Sebelum itu, atas nama shifa aku minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang dia buat." Khaizan menengkupkan tangan ke semua orang yang berada di restoran ini. "Walau bagaimana pun dia hanyalah karyawan baru yang perlu di trainee sebelum bekerja."
Yang pertama, apa kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan pada shifa dan indri? Kalian memperlakukan nya seperti produk bukan manusia. Dari pagi sampai malam dia bagai robot yang kalian perintah sesuka hati kalian tau badannya hanya satu tapi kalian memerintah nya 10 kali permenit sebanyak sepuluh orang pula. Coba kalian pikir bagaimana seorang manusia melakukan pekerjaan seperti itu? Aku tanya sama pemilik restoran ini."
"Maaf, itu tidak ada kok. Kami memperlakukannya karyawan kami dengan baik. Coba tanya mereka." Ibu bos berbohong tapi gerak gerik nya seperti nya mereka pandai menutupi kesalahannya.
"Anda bohong. Padahal ada CCTV nya loh, sudah saya ambil buktinya. Kalian tidak pintar menybunyikan bukti penyiksaan yang kalian lakukan pada karyawan yang tidak kalian sukai." Khaizan mengeluarkan ponselnya.
"Jangan memutar balik kan fakta. Katakan saja yanh sejujurnya. Yang kedua, memang banyak pelanggan yang memesan makanan sama dia tapi kalian selalu memerintahnya kalau tidak manut kalian marah dan meneriaki dia seperti orang yang jauh dari kata beradab. Giliran dia manut ke kalian salah, giliran dia bisa membuat pesanan kalian salahkan lahgi dia, kalian caci maki dia selalu meminta pesanan yang di minta pelanggan dan kalian sebut dia dengan anak haram."
Padahal kalian tidak tau nasabnya bagus jauh lebih bagus dari nasab kalian yang gemar berzina tujuh turuan sampai anak dan menantu. Saya punya buktinya loh. Apa perlu saya sebarkan bukti-buktinya. Dan saya tanya, Apa maunya kalian?"
"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu lancang menuduh kami seperti itu?"
"Tidak perlu kalian tau siapa aku. Aku datang le sini sebagai panggilan hati nurani shifa. Nah, yang ketiga, kalian bilang dia tidak bisa berkerja sama dengan yang lainnya, yang lainnya itu yang tidak bisa bekerja sama dan memperlakukan nya seperti budaknya."
Apa pantas sesama karyawan memperlakukan karyawan lain seperti itu? Selama bekerja di kilang dia tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Kalian lah yang selalu mencari masalah dengan nya dengan mulut kotor kalian itu kalian sering meneriaki dia dengan sumpah serapah boleh, gila, idiot dan segala isi kebun binatang."
__ADS_1
Padahal tuhan menciptakannya sebagai manusia bukan bintang mungkin kalian lah yang cocok di bilang sebagai binatang sesuai dengan isi mulut kalian. Apa perlu di gunting dulu mulut kalian agar bisa berbicara dengan memakai adab? Kalian tidak pikirkan perasaannya yang rela bekerja ke Negara ini untuk mencari biaya pengobatan ibunya sedang sakit."
Ayahnya sudah meninggal dan demi pendidikan adik-adiknya juga sampai mengesampingkan mimpinya ingin melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi? Orang yang kalian hina kan itu dialah anak yang paling berbakti pada orangtuanya sedangkan yang lainnya hanya berfoya-foya tidak pula cukup dan menjual diri ke orang asing."
"LANCANG KAMU MEMFITNAH KAMI. KALIAN DI SINI JANGAN MENGAMBIL GAMBAR APAPUN DAN JANGAN PULA DI SEBARKAN. ORANG INI TUKANG FITNAH MEREKA BEKERJA SAMA UNTUK MENJEBAK KAMI."
"Kalian semuanya, aku tau kalian ini pintar-pintar. Aku harap kalian jeli memilih restoran yang ingin di tuju jangan datang ke restoran yang karyawannya di bentak-bentak di depan orang banyak."
Dan malam ini tepat satu bulan kalian kerja. Setelah apa yang kalian lakukan aku yakin kalian tidak akan memberikan gajinya karena piring-piring yang sudah dia pecahkan. Ok, tidak apa-apa biar aku ganti gajinya dua bulan penuh. Dan sebagai gantinya lagi...
Khaizan menghancurkan semua yang ada piring dan gelas bekas orang makan, meja, kaca dan makanan yang ada di gerobok.
PRANK PRANK PRANK
"APA YANG KAMU LAKUKAN? BERHENTI ...! BERHENTI ...! BERHENTI ...! ANAK SIALAN." Bu bos berteriak mengentikan tingkah Khaizan. "KALIAN JANGAN DIAM AJA HENTIKAN DIA!"
"HENTIKAN ....! ARYO, CEPAT PANGGIL POLISI KE SINI. ANAK INI TIDAK BISA DI BERHENTIIKAN." Pak memerintahkan anak laki-lakinya menghubungi polisi sebelum di lakukan ada notifikasi masuk ke ponselnya dan dia kaget.
"KENAPA BELUM JUGA."
"Tunggu dulu, yah. Lihat ponsel ayah!"
Khaizan berhenti, dan menunjuk pasangan suami istri itu, "Kalian bisa melaporkan aku ke polisi. Tapi," Khaizan mengeluarkan ponselnya dan melihatkan vidio perzinaan orang di restoran ini tersebar di dunia maya. "Kalian yang melihat ini boleh menyebarkannya sesuka hati kalian. Jangan takut. Mereka berdua tidak cocok bekerja di sini." Tunjuk Khaizan pada pelanggan lain.
Segitunya Khaizan membela kami dengan tidak memikirkan keselamatan nya sendiri bisa saja berurusan dengan hukum. Air mataku kering seketika dan tubuhku yang sempat bergetar dan malu pada orang lain sirna sudah. Terima kasih Khaizan.
__ADS_1
Aku menghentikan Khaizan dan mengajaknya pergi dari tempat ini, "Zan! Sudah ...nanti kita juga yang terkena kasus hukum. Indri! Ayo!"
Bersambung...