
"Menualah bersamaku. Aku ingin engkau menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Menjadi lentera rumah yang akan kita bangun bersama, selamanya."
Suara desiran ombak lautan menghantarkan suasana syahdu menyelimuti 2 insan yang saling mencintai. Angin, bulan, bintang, menjadi saksi bisu akan ketulusan niat hati seorang Akmal Anggara Dinata.
Untaian kata-kata manis yang menyejukkan, menjadi perantara hatinya yang sedang berbunga. Emas putih bertahtakan berlian di dalam kotak merah darah itu, tersuguh khusus untuk kekasihnya.
"Aku akan membahagiakanmu dengan segala yang kupunya. Aku akan setia dalam suka maupun dukamu. Menjaga dan melindungimu sampai akhir nafasku. Arumi Anggun ... jadilah istri dari pria tak sempurna ini."
Buliran bening membasahi pipi wanita cantik yang duduk di atas kursi panjang berwarna putih. Betapa tidak, dambaan hatinya melamar dengan segenap kasih dan cintanya. Adakah yang lebih indah dari itu? Bahkan alam semesta pun selalu mengharapkan 2 kata yang menjadi pelengkap dari segalanya.
3 tahun menjalin kisah bersama, memantapkan hati pria itu untuk meminang kekasihnya. Lembut hati dan sikap dari Arumi, serta kecantikan yang dia miliki, mampu menundukkan pria di depannya.
Mata bulat hitam pekat, bibir ranum, hidung mancung, kulit putih nan bersih, rambut lurus tergerai dengan indah, mampu membuat siapa saja yang melihatnya bersyukur atas ciptaan Tuhan akan makhluk yang bernama wanita.
"Bicaralah, aku mohon."
Entah apa yang harus dikatakan Arumi, kebahagiaannya tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Netra hitamnya memandang haru Akmal. Tangannya yang gemulai tergenggam dengan erat. Tanpa berlama-lama anggukan pelan sebagai jawaban atas permintaan pria di depannya.
__ADS_1
"Yesss!" Melihat respon dan kekasihnya, Akmal berdiri dan mengepalkan tangannya di udara. Dia meloncat seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Dia berlari dan berteriak.
"Arumi ... aku mencintaimu ...."
Wanita yang disebut namanya hanya tertawa menampakkan deretan giginya yang rapi nan putih bersih. Melihat tingkah Akmal yang seperti itu, membuat Arumi merasa sangat dicintai. Hatinya benar-benar bahagia. Kelopak mawar merah seakan menghujamnya.
Dia mengahapus sisa air mata dan bangkit dari duduknya lalu menghampiri kekasihnya. Rambut panjang dan gaun merah maroon yang dipakainya tertiup angin sehingga melambai lambai dengan indah. Akmal tidak pernah melunturkan senyuman dari wajahnya. Dia menyambut Arumi yang berjalan mendekatinya.
"Terima kasih, karena kau telah memberiku kebahagiaan," ungkapnya dengan menggenggam erat tangan Arumi. Mereka saling berhadapan dan saling memandang dengan penuh cinta.
"Terima kasih juga padamu, karena mempercayaiku untuk mendampingimu. Tetaplah seperti ini, jangan pernah berubah apa pun yang terjadi."
Pernikahan bahagia yang menjadi impian dan idaman bagi semua orang tak terkecuali Akmal dan Arumi. Rencana masa depan yang tersusun dengan rapi membuat mereka merasa yakin akan kesetiaan hingga akhir. Senyum dan tawa menghiasi hari-hari mereka menuju janji yang dinantikan, yaitu janji dihadapan Sang Pencipta.
Persiapan demi persiapan yang dilakukan sesempurna mungkin. Gaun pernikahan, undangan, hotel berbintang yang menjadi pendukung atas kemeriahan acara nanti. Nuansa putih biru yang menjadi pilihan bukan tanpa arti. Mereka berharap, hubungannya suci dan setia hingga akhir.
Betapa bahagianya kedua insan itu.
Bangganya pun mereka rasakan saat harus memperkenalkan calonnya, karena merasa telah berhasil sampai ketitik itu. Tidak bisa dipungkiri, banyak yang merasa iri dengan insan yang sedang dimabuk cinta. Bahkan ada yang berharap mereka mendapatkan pasangan yang sama seperti Akmal dan Arumi
__ADS_1
~~
Tapi ada 1 hal yang tidak boleh dilupakan, bahwa hubungan itu tidak selamanya mulus. Krikil tajam telah menunggu di depan. Bukan hanya suka, tapi duka juga mengiringi.
Setelah menikah, akan ada pengganggu bermunculan. Banyak orang yang akan mencari celah untuk bisa masuk ke dalam sebuah hubungan harmonis. Mencoba mencari tempat diantara keduanya. Bahkan ketika salah satunya tergoda dan menemukan pelabuhan baru, semua berubah. Janji yang diucapkan menjadi cerita belaka. Cinta yang mereka puja selama ini seakan tak ada artinya.
Orang yang bahkan selalu berbicara atas nama cinta pun, ketika tergoda akan mendua dengan yang lain hingga lupa akan segalanya. Nafsu semata mengantarkan pada kehancuran dan keterpurukan. Pada saat itu, kelopak mawar merah akan layu. Suka berganti menjadi duka, dan air mata sebagai pelengkap.
~~~~
TERGODA
Salam
AAH♥️
__ADS_1