TERGODA

TERGODA
S2. Tergoda 58


__ADS_3

READERS AAH♥️ JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, COMMENT DAN VOTE (Sesekali naik pangkat😁).


FOLLOW Ig : asriainunhasyim


(Jadwalnya ada instastory)


Selamat Membaca 😘


.


.


.


.


Dini hendak mengunjungi sahabatnya. Dia bersama dengan kekasih barunya 'Rama'. Sudah tiga bulan ini mereka menjalin hubungan. Yah, dia pikir akan susah move on dari seorang Johan namun tidak. Seorang Rama mampu mengisi relung hatinya kembali.


Rama adalah karyawan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di Kota J. Tinggi pria tersebut berkisar 180 centi, berkulit putih dan berkharisma.


Keduanya bertemu pada saat perayaan ulang tahun kota tersebut yang diselenggarakan 7 hari berturut-turut. Tenant mereka berdekatan sehingga komunikasi pun terjalin. Sikap pria itu membuat Dini tersentuh. Rama sosok yang perhatian.


Yah, wanita akan lebih senang diperhatikan. Meskipun berhubungan dengan hal-hal kecil.


Rama memarkir mobil di depan toko Arumi. Bukan sekali dia datang bersama dengan wanita di sampingnya, hampir setiap weekend mereka menyempatkan diri untuk berkunjung.


Keduanya turun dari mobil dan melangkah beriringan menuju bangunan yang didominasi warna pink tersebut.


"Arumi ...."


"Maaf, Kak Arumi keluar," ucap Tika yang berjaga di toko tersebut.

__ADS_1


"Waduh! Kemana, Tik?" Dini memperjelas keberadaan sahabatnya.


Belum sempat Tika menjawab, bunyi klakson terdengar. Spontan mereka berbalik melihat mobil yang terparkir. Yah, itu adalah taksi yang ditumpangi Arumi.


Arumi membayar ongkos dan segera keluar dari mobil. "Pak, tolong bantu saya angkat barangnya."


Pria paruh baya tersebut yang merupakan driver taxi online mengangguk mengiyakan. Driver tersebut membantu penumpangnya mengangkat 2 kantong plastik belanjaannya menuju toko.


"Terima kasih, yah, Pak."


"Iya, Mbak. Kalau begitu, saya pamit."


Arumi mengangguk dan berbalik. "Kalian sudah lama menunggu?" tanya wanita cantik itu kepada sepasang kekasih yang berdiri di hadapannya.


"Baru juga kami sampai," ujar Rama.


"Seandainya tadi kamu telpon, mungkin kami akan menjemput. Supermarket juga dilewati," imbuh Dini berpanjang lebar.


*****


Diperjalanan pulang, Harun tak henti-hentinya mengingat wanita itu. Dia menghela napas panjang. Tadi adalah pertemuan kedua mereka. Akan tetapi, wanita cuek itu sudah meninggalkan jejak di pikirannya.


Dia mencoba memutar musik untuk mengalihkan perhatiannya.


Take me home, I'm fallin'


Love me long, I'm rollin'


Losing control, body and soul


Mind too for sure, I'm already yours

__ADS_1


Walk you down, I'm all in


Hold you tight, you call and


I'll take control your body and soul


Mind too for sure, I'm already yours


Gila! Lagu yang muncul bukannya untuk mengalihkan tapi liriknya semakin mengingatkan. Pria berparas tampan nan teduh itu tertawa hingga menampakkan deretan giginya yang rapi.


Pertama kalinya dia seperti ini. Dari pada merutuki, lebih baik ikut bernyanyi kecil mengikuti. Dia sudah pasrah.


Di tengah aktivitasnya, tiba-tiba Harun tak sengaja menangkap sosok seorang yang mirip dengan Akmal. Harun mencoba menajamkan penglihatannya dan memelankan laju kendaraan.


Dia pasti salah lihat. Bagaimana tidak, pria tersebut tampak kurus dengan penampilan berantakan. Tentu ini jauh berbeda dengan kepribadian Akmal yang rapi.


Terlihat pria tersebut sedang mengerjakan sebuah motor di salah satu bengkel kecil. Harun menggeleng. Mana mungkin seorang Akmal Anggara Dinata bekerja sebagai montir. Rasanya dia tak percaya.


Harun menambah kecepatan mobilnya. Dia tak mau pikiran negatif menghantui.


.


.


.


.


.


Salam

__ADS_1


AAH♥️


__ADS_2