TERGODA

TERGODA
Tergoda 33


__ADS_3

Debby menatap pantulan dirinya di cermin terfokus pada perutnya. Buah cintanya dengan Akmal Anggara Dinata. Seharusnya dia merasa senang, tapi kenapa hatinya dipenuhi ketakutan.


Dia takut menghadapi dunia luar. Bagaimana orang-orang akan memandangnya? Dan jika janinnya bertahan, bagaimana nasibnya kelak?


Seandainya pria itu tak beristri mungkin sekarang dia sudah hidup bertiga dengan Akmal. Mereka akan diliputi rasa bahagia. Melihat tumbuh kembang anaknya.


Tapi bagaimana? Pria itu sudah ada yang punya. Arumi bahkan belum tahu tentang hubungannya dengan Akmal. Apakah dia harus memberi tahu?


Dia tidak bisa menyembunyikan ini terus menerus. Bayang-bayang Arumi akan terus menghantui.


*****


Suami istri saling berhadapan dan bersitegang. Tak ada keramahan yang terpancar dari mata Arumi. Hatinya betul-betul sakit. Dia tak bisa membayangkan berapa kebohongan yang pria itu ucapkan.


Akmal belum bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan sang istri. Mau bilang apa?


"Apakah, Mas, punya .... w-wanita ...." Arumi tak kuasa meneruskan pernyataannya. Dia memejamkan mata. "Jujurlah ...."


Arumi menurunkan tangannya. Dia meremas kuat benda itu hingga tangannya memerah. Dia menyalurkan rasa sakitnya. Kenapa suaminya seperti ini? Ini bukan Akmal yang dia kenal. Ketakutannya selama ini menjadi nyata.


"A-arumi ...." Akmal memanggil istrinya dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Aku mohon jujurlah ...." Wajah Arumi telah dihiasi air mata. Dia mengiba agar suaminya jujur. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Berharap tak mendengar yang dia takutkan.


Akmal mengusap kasar wajahnya. Dia betul-betul dalam dilema besar. Disatu sisi Debby telah mengandung anaknya. Sedangkan disisi lain, rumah tangganya dipertaruhkan.


Akmal memajukan tubuhnya dan spontan meraup tubuh Arumi. Dia memeluk erat wanita itu namun mendapat penolakan dari Arumi. Dia meronta-ronta dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Apakah itu pertanda Akmal betul-betul telah mendua?


"Tidak mungkin!" Dia memukul suaminya sekuat tenaga. masih mencoba melepas dari tangan itu. "Kamu jahat! Hiks ...." Tenaga suaminya sangat kuat hingga usahanya berakhir sia-sia.


Akmal memejamkan mata. Pria itu juga pun menangis. "Maafkan aku ...."


Arumi yang mendengar itu betul-betul hancur. Permintaan maaf yang dilontarkan suaminya adalah jawaban dari semuanya. Akmal, pria yang dipuja ternyata penghkhianat.


Bagai benda tajam menyerbu dirinya yang rapuh. Cobaan yang Tuhan berikan sungguh sangat berat. "M-mas, b-ber … canda ...." Arumi tertawa disela-sela tangisnya.


Akmal lagi-lagi tak menjawab. Hanya pundaknya yang terguncang. "Ma-af ...." Sialnya kata yang harus menjadi penenang bahkan menjadi bumerang.


Arumi berteriak histeris. Dunianya seketika runtuh. Betul-betul runtuh. Dia diangkat lalu dihempaskan ke dasar jurang. "Tidak! ... Akmal-ku tak seperti ini ...."


Dia berharap ini hanya mimpi. Wanita itu sama sekali tak mengenal pria di depannya. Suaminya dulu tak pernah menyakiti. Dia selalu memberikan kekuatan kepadanya. Selalu meyakinkan dia bahwa hubungan mereka kuat.


Aku akan membahagiakanmu dengan segala yang kupunya. Aku akan setia dalam suka maupun dukamu. Menjaga dan melindungimu sampai akhir napasku. Arumi Anggun ... jadilah istri dari pria tak sempurna ini.


"T-tidak mungkin Akmal-ku seperti ini ...." Suara Arumi betul-betul menyayat hati. Memang bukan. Jika dia mengingat suaminya penuh dengan kasih sayang dan kehangatan.


Arumi mengingat bait demi bait kata-kata pria yang dicintainya. Dia berjanji sampai akhir napas, tapi apa? Dia berdusta.


Pada akhirnya kedua insan itu saling menyakiti. Memberikan luka yang dalam. Tak ada yang tersisa. Bahagia yang mereka pupuk tak membuahkan hasil. Mawarnya benar-benar layu.



"Tuhan ... Akmal-ku ... hiks ...." Arumi menggigit bibirnya. Dia masih berharap ini bukan suaminya.

__ADS_1


Akmal yang mendengar itu benar-benar sangat bersalah. Bagaimana dia bisa sekejam ini? Dia telah menghancurkan kehidupan istrinya. Nyawa dari rumah tangganya. "Arumi, Say-"


Namun Arumi seketika mengeratkan giginya. "Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu!" Arumi mendorong dengan sangat kuat tubuh Akmal. Hingga pria itu berpasrah melepaskan.


Arumi segera melangkah mundur menjauh. Memberikan jarak dengan penyebab lukanya. "Siapa dia? Siapa wanita itu?!" Arumi menuntut nama yang telah menghancurkan kehidupannya.


Akmal tak menjawab. Dia hanya menutup wajahnya dengan lengan. Menyembunyikan mata yang tak hentinya berair. Pria itu tampak seperti orang bodoh. Memang bodoh bahkan sangat bodoh.


Rumah tangganya berantakan karena ulahnya. Bahkan pria itu telah menanamkan benih di rahim wanita lain.


"Jawab?!" Arumi tak bisa menahan gejolak dalam dadanya.


"Arumi."


Seorang wanita hadir diantara mereka berdua. Bahkan dia telah melihat pertengkaran yang terjadi. Akmal dan Arumi mengalihkan pandangannya menuju sumber suara tersebut. Dia ....


.


.


.


.


.


Salam

__ADS_1


AAH♥️


__ADS_2