
Akmal bersiap-siap menghadiri undangan pameran otomotif di salah satu mall yang ada di kota J.
Pagi ini, dia memakai baju kaos berkera berwarna merah yang melekat pas di tubuhnya yang berisi. Berpadu dengan celana levi's dan sneker berwarna senada dengan baju.
Penampilannya sungguh menawan. Bahkan kadar ketampanan seorang Akmal terkadang membohongi bagi siap saja yang melihatnya. Yah, banyak yang mengira pria itu belum beristri.
Akmal menuruni tangga dengan melihat jam yang bertengger sempurna di pergelangan tangannya. Waktu telah menunjukkan pukul 09.00 pagi.
"Beneran gak mau ikut, Sayang?"
Akmal berulang kali menanyakan hal yang sama kepada istrinya. Dia mengajak untuk ikut dengannya mumpung lagi weekend.
Jawaban Arumi tetap sama, "Gak, ah. Mending aku tinggal di rumah."
Akmal memahami. Bagaimana pun Arumi berbeda hobi dengan dirinya. Sang istri lebih senang tinggal di rumah dari pada harus ikut bersama ke acara seperi itu.
Meski Akmal sangat menginginkan untuk di dampingi, akan tetapi dia juga tida mau memaksakan kehendak.
"Ya sudah. Mas, berangkat." Akmal memasang kacamata hitamnya dan memasuki salah satu mobil sport berwarna merah miliknya yang sudah terparkir di depan rumah.
"Hati-hati," pinta Arumi seraya melambaikan tangan dan tersenyum.
Akmal membunyikan klakson dan melaju meninggalkan rumahnya.
*****
Hiruk pikuk pengunjung memadati area pameran. Berbagai kalangan datang menyaksikan kemeriahan acara tersebut.
Mobil dan motor berjejeran menampakkan pesonanya bersama dengan seorang perempuan cantik nan seksi. Yah, para sales promotion girl (SPG) tersebut tak hentinya menebar senyuman.
Para pengunjung, ada yang tertarik pada kendaraannya, dan tak jarang ada yang tertarik dengan bidadari penunggu tersebut. Bahkan ada yang iseng meminta kontak.
*****
Akmal memasuki tempat pameran bersama dengan asistennya. Mereka datang dengan kendaraan yang berbeda dan bertemu di pelataran parkir mall.
Luar biasa.
Hanya itu yang bisa Akmal katakan dalam hati. Matanya betul-betul dimanjakan. Bahkan karena acara tersebut, Akmal banyak bertemu dengan rekannya.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Begitulah sekiranya ungkapan yang cocok untuk pria itu.
"Sudah ada yang di pilih, Pak Akmal?" tanya
Adi salah satu panitia acara tersebut.
"Belum, Pak."
__ADS_1
"Oh iya. Silahkan dilanjutkan, Pak. Saya harap salah satunya menarik perhatian, Bapak."
Akmal mengangguk. Dia melanjutkan perjalanannya seraya mengedarkan pandangan. Tiba-tiba, bola mata pria itu tertuju pada kendaraan roda 4 berwarna hitam metalik. Dia berjalan mendekati benda yang berhasil menarik perhatiannya. Akmal sungguh ingin melihat lebih jelas.
Seorang SPG cantik dengan rambut bergelombang berwarna kemerahan-merahan membantu menjelaskan lebih detail mengenai mobil tersebut.
"Aku ingin yang ini," ucap Akmal.
Kalimat tersebut tentunya membuat wanita cantik itu tersenyum bahkan menampakkan giginya yang ginsul.
*****
Arumi bersantai di samping kolam berenang yang ada di belakang rumahnya. Dengan serius wanita itu menatap layar ponsel. Sudah hampir 2 jam dia mencari dan membaca informasi di internet mengenai 'Cara hamil dengan cepat'.
Yah, dia berkeinginan untuk memiliki momongan. Meskipun Akmal sendiri tak mempermasalahkan hal tersebut, karena memang usia pernikahannya yang masih terbilang muda. Namun bagi Arumi, menghadirkan bayi dengan segera di dalam hubungan pernikahan, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap pasangan. Di samping keinginan ibu mertuanya.
Di saat layar menampakkan gambar 'ibu mengandung' spontan wanita itu mengusap perut dan tersenyum dengan hangat.
"Cepatlah hadir di dalam kehidupan kami," harapnya.
*****
Acara pameran pun selesai. Satu persatu pengunjung meninggalkan lokasi. Akmal dan asistennya pun segera keluar menuju parkiran. Akmal memeriksa kantong mencari kunci mobil, namun tak menemukan.
"Rian, apa kamu lihat kunci mobilku?"
Akmal menggeledah tasnya namun tak juga mendapatkan.
"Mohon maaf. Apa Bapak mencari ini?"
Suara lembut berada diantara mereka berdua. Spontan Akmal dan Rian menoleh. Matanya terutuju pada seorang wanita yang menggantung benda tersebut di udara. Yah, dialah bidadari penunggu mobil yang dipilih Akmal.
"Saya mendapatkan jatuh di samping si hitam," jelas wanita itu.
Akmal menghela napas dan mengambil benda tersebut. "Terima kasih," ucapnya dengan senyum.
Tak ada pembicaraan setelahnya. SPG cantik itu segera berbalik dan beranjak pergi. Sedangkan Akmal dan asistennya, masuk ke dalam mobil masing-masing dan meninggalkan area mall.
*****
Akmal Tiba di rumah. Dia memasukkan mobil ke dalam garasi. Pria itu membunyikan klakson sebelum keluar dari kendaraan tersebut.
"Sayang ...." Panggil Akmal ketika masuk ke dalam rumah.
Tidak seperti biasa, Arumi tak menyambut kepulangannya. Akmal memeriksa ke ruang dapur dan kamarnya yang berada di lantai 2, namun tak mendapati.
"Kemana istriku?" Dia bertanya-tanya sendiri dan kembali menuruni tangga. Pandangannya mengedar ke penjuru ruangan.
__ADS_1
Tiba-tiba senyum lembut terbit dari bibirnya ketika melihat wanita yang duduk di samping kolam berenang. Namun Arumi tak menyadari hal itu. Pandangannya tak pernah lepas dari ponsel yang dia pegang.
Akmal berjalan mendekat namun tak bersuara. Dia ingin mengetahui apa yang sedang dilihat oleh Arumi dengan sangat serius.
Pria itu tepat berada di belakang sang istri. Tangannya terlipat depan perut. Dia memajukan sedikit kepalanya dan memperhatikan ponsel Arumi.
Foto ibu hamil?
Akmal mengangguk dan mulai paham jika istrinya menginginkam hal demikian. Di dorong oleh keinginan kuat, pria itu memeluk pujaannya dari belakang dan menghadiahkan ciuman sayang di pipi kiri Arumi.
Arumi yang semula fokus, membulatkan mata ketika merasakan sentuhan itu.
"I love you ...." bisik Akmal dengan suara pelan nan lembut membuat wajah Arumi memanas karena malu.
Spontan dirinya pun berdiri dan berbalik memeluk erat suaminya. Dia menenggelamkan wajah di dada bidang Akmal.
Pria itu meraup wajah istrinya dan menciumi setiap sisi dari wajah cantik Arumi. Wanita yang menemaninya mulai dari titik terbawah sampai dengan sekarang.
"Nanti wajahku bonyok ...." Arumi melayangkan protes atas sikap sang suami. Meskipun sebenarnya dia bahagia dengan hal itu.
"Hahaha .... gak pa-pa," Akmal kembali menggoda.
Arumi mencubit gemas dada suaminya hingga pria itu mundur ke belakang. keduanya sama-sama tertawa dengan lepas.
*****
"Bagaimana pamerannya?" tanya Arumi seraya menyimpan secangkir kopi hangat di atas meja pada ruang keluarga.
"Acaranya sukses. Dan ada satu yang menarik perhatianku," Akmal menyandarkan punggungnya pada sofa.
Arumi tahu arah pembicaraan suaminya. Bahkan dia tak perlu lagi memanjangkan pertanyaan tentang bagaimana rupa dari benda yang di maksud. Dia tahu, Akmal lihai memilih dalam bidang tersebut.
.
.
.
.
.
Hallo readersku yang baik hati dan tidak sombong. Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal Afiat Aamiinn 😇.
Author mau bilang Maaf kalau Author lambat update. Author lagi nyiapin senjata buat perang😂
Dukung Author dengan meninggalkan jejak like Comment dan VOTE ok.
__ADS_1