TERGODA

TERGODA
S2 Tergoda 79


__ADS_3

Cincin yang melingkar di jemari Arumi pertanda jika dirinya sebentar lagi mengarungi biduk rumah tangga yang baru. Tentu rasa bahagia serta haru menyusup ke dalam hatinya.


Semenjak perceraiannya, dia masih sama sekali belum berpikir melangkah lebih jauh dalam sebuah hubungan. Tapi takdir berkata lain, sejak kedatangan Harun dalam hidupnya, haluan pun berubah.


"Bahagia?" tanya Harun yang masih memandangi Arumi setelah penyematan benda tersebut.


Wanita cantik itu tersenyum malu. Sesaat kemudian anggukan kecil pun sebagai jawabannya.


"Abang bahagia?" Arumi melempar kembali pertanyaan. Namun dengan suara yang hampir tak terdengar.


Harun tertawa kecil hingga menambah rupawan wajahnya. "Aku tidak bisa menggambarkan bahagiaku. Terlalu besar untuk kudefinisikan."


Pipi Arumi memanas.


"Khm!"


Deheman membuyarkan suasana syahdu antara mereka berdua. Tanpa Harun dan Arumi sadari, ternyata seluruh mata yang ada di ruangan tersebut menyaksikan aksi saling pandang dan entah apa yang mereka bicarakan.


"Harun, masih ada sebulan, Nak!" goda Bunda Ira yang disambut gelak tawa semuanya.


Yang menjadi tersangka hanya salah tingkah.


"Sebulan terlalu lama kali yah untuk keduanya," imbuh Mama Reni semakin menambah riuh suasana.


Memang kenyataannya begitu, sebulan teralalu lama untuk calon yang sedang kasmaran. Terlebih mereka tak menjalin hubungan semu sehingga keduanya masih dalam mode pendekatan.


Bagi Harun, pacaran setelah halal akan lebih indah. Menyentuh dan memiliki Arumi seutuhnya tanpa ada kata sungkan.


Indah bukan?

__ADS_1


Bidikan kamera mengarah kepada pemilik acara tersebut. Berbagai pose sewajarnya mereka lakukan untuk mengabadikan momen itu. Tak lupa keluarga pun ikut bergabung.


Arumi mengangkat tangan yang dihiasi cincin pemberian Harun ke depan kamera hingga bidikan hanya berfokus pada jemarinya.


"Satu ... dua ... ti-"


Ceklek


"Oke!" Fotografer yang tak lain adalah sepupu dari Harun mengangkat ibu jari.


"Ayo silahkan dicicipi alakadarnya!" Tante Arumi mempersilahkan para tamu menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah.


*****


Acara selesai. Satu persatu tamu telah meninggalkan rumah. Sedangkan Arumi telah berada di dalam kamarnya.


"Sweet banget, sih kalian!" Dini menerocos setelah melihat calon sahabatnya. "Tampan, sopan dan wibawanya ... haduh!" seraya menerawang seorang Harun.


Sejak Dini mengapit Sang sahabat keluar dari kamar, pandangannya berpendar mencari sosok Harun. Pria yang akan mempersunting Arumi. Saat matanya telah menemukan, pujian-pujian bersahutan dalam hatinya.


Itulah kesan pertamanya.


Nadini melihat bagaimana pria berparas tampan nan teduh memandangi Arumi dengan lembut dan penuh kekaguman.


"Kalian cocok banget! Wajah kalian berdua juga ada mirip-miripnya!" ucap Dini dengan menaikkan dua ibu jarinya ke depan Arumi.


Wanita cantik itu hanya tertawa. "Sama seperti kamu dan Rama. Banyak miripnya!"


"Jodoh! Aamiin ...."

__ADS_1


*****


Sesampainya di rumah. Harun melihat hasil jepretan sepupunya. Satu demi satu foto dipandangi dengan perasaan senang.


Harun meminta filenya dengan segera. Kemudian dia membagikan momen menuju halalnya yang tentu membahagiakan pada akun media sosial seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook.


Yah, salah satu fotonya dengan Arumi yang hanya berfokus pada Jemari lentik wanita anggun itu.


Komentar berdatangan. Mulai dari kerabat yang tak sempat hadir, sahabat, teman dan juga rekan-rekan bisnisnya. Mereka memberi selamat dan do'a semoga dilancarkan segalanya.


Ada satu yang pesan yang menarik perhatian Harun. Datangnya dari Akmal 'Kenapa wajahnya tidak kentara? Semua sudah tidak sabar melihat calon pendampingmu'.


Harun segera mengetikkan balasan 'Nanti dilihat, sekalian dengan undangannya'.


Tak lama kemudian, notifikasi kembali muncul 'Baiklah. Ditunggu kabar selanjutnya. Semoga acara kalian berdua dilancarkan'.


Harun mengamini dengan sepenuh hati.


.


.


.


.


.


Salam

__ADS_1


AAH♥️


__ADS_2