
Dari jarak jauh, seorang pria dengan langkah yang berat memasuki aula. Beberapa kali dia menghembuskan napas dan berusaha menumbuhkan rasa percaya diri.
Akmal mengepalkan tangan dan mengumpulkan kekuatan. Matanya memandang pilu. Hatinya sesak, sangat sesak.
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan
Cinta datang dan bertakhta
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan
Karena hati ini
Telah bicara
Alunan musik merambat memenuhi memori Akmal. Membuat kakinya semakin lemah tak bertenaga.
Syair itu melemparkan ingatannya pada saat bersama Arumi. Memutar dengan jelas masa-masa bahagia kala mereka masih menjalin hubungan sebelum badai menerjang tanpa ampun.
Akmal berhenti. Semakin memfokuskan matanya pada sepasang manusia dengan tangan yang saling bertautan.
Mantan istrinya yang telah dia campakkan tak hentinya menebar senyum seakan mengumumkan betapa bahagianya ia saat ini.
Pada saat itu, rasa sesal yang tak terkira kembali menghantamnya.
Air menggenang di pelupuk mata seorang Akmal. Pria itu tak peduli dengan keramaian yang mengelilingi. Bahkan telah menarik perhatian.
Sedangkan Arumi dan Harun, pun mereka memusatkan bola mata pada Akmal yang semakin menipiskan jarak.
Harun memegang tangan Arumi dengan erat seakan tak ingin melepas, begitupun sebaliknya.
Akmal tepat berada di depan mereka berdua.
Ketiganya masih bungkam. Akmal kembali mengusap sudut matanya.
"Selamat ...." ucapnya dengan suara yang parau. "Selamat," ulangnya kembali. Pria itu berusaha dengan sekuat tenaga menahan gejolak dalam dada.
__ADS_1
Harun dan Arumi berpandangan sejenak lalu kembali memusatkan perhatian kepada pria di depannya.
Putus asa jelas tergambar di raut wajah Akmal.
Akmal mengulurkan tangannya yang gemetar ke depan keduanya.
1 detik
2 detik
3 detik
Harun menyambut dan merangkulnya.
"Selamat Harun. Selamat atas pernikahan kalian," tuturnya dengan suara yang bergetar.
"Terima kasih telah datang."
"Jaga dia Harun. Cukup aku yang pernah melakukan hal yang bodoh." Akmal menjeda kalimat. "Dia wanita yang sangat baik ... sangat baik ...."
Setetes air matanya jatuh mengiringi kalimatnya yang keluar. Dia begitu tak berdaya.
Harun mengangguk. "Itu pasti. Dia istriku, dia tanggung jawabku. Akan kujaga Arumi segenap jiwa ragaku," ucap Harun dengan sungguh-sungguh.
Akmal mengalihkan tatapan kepada Arumi. Dia memaksakan senyum terpalsunya. "Hai ...." sapa Akmal dengan suara berat. "Bahagia selalu, yah."
Arumi mengangguk. "Terima kasih atas kehadiranmu."
Dua orang yang pernah saling mencintai dengan dalamnya kini menjadi sepasang asing.
"Ini yang bisa aku lakukan." Akmal terdiam lalu menyahut kembali, "Aku hanya ingin melihat senyum bahagia di wajah Arumi ...."
Seketika wanita cantik itu perlahan mengangkat sudut bibirnya. Dia semakin merapatkan diri pada suaminya yang dibalas dengan rangkulan.
Akmal yang melihat itu mengangguk lemah. "Do'aku menyertai kalian."
"Terima kasih ...."
Akmal menarik napas dan membuangnya. "Aku pergi ...." Tak menunggu jawaban, pria itu berbalik dan melangkah.
Tiba-tiba matanya bersitatap dengan Mama Reni yang merupakan mantan ibu mertuanya.
Akmal ingin menjabat tangan. Namun nahas, wanita paruh baya itu membuang pandangan. Akmal menipiskan bibir dan melanjutkan langkah menjauhi masa lalunya.
__ADS_1
Masa lalu yang takkan mungkin terulang kembali atau bahkan dia gapai kembali.
Inilah jalan takdir yang harus ditempuhnya. Alur yang banyak memberikan pelajaran berharga untuknya.
Terima kasih dan selamat tinggal untukmu.
*****
Akmal duduk dengan memangku sang putri menghadapnya. Bayi itu begitu sabar dengan menghisap jemari.
"Anak Ayah ...."
Akmal mengajak bayinya berinteraksi.
"Ayah minta maaf, Nak. Karena Ayah ... Aline seperti ini."
Bayi itu masih membelalakkan mata bulatnya seakan mengerti apa yang diucapkan Akmal.
Dia kembali berkaca. "A-ayah belum bisa memberikan kebahagiaan untuk Aline ...."
Aline menggapai wajah Akmal. "Aaaa ...," celotehnya.
Akmal memeluk sang putri. "Kita berdua, Nak. Ayah dan Aline sekarang hanya berdua ...." Akmal mengusap kepala bayi itu. "Insya Allah ... kita kuat, Nak."
Kecupan sayang diberikan di kening bayi itu. "Ayah sayang Aline."
Akmal berjanji pada dirinya sendiri untuk fokus pada putrinya. Pria itu tak akan memikirkan hal-hal lain selain kebahagian anak semata wayangnya.
.
.
.
.
.
IG : asriainunhasyim
Salam
AAH♥️
__ADS_1