TERGODA

TERGODA
S2. Tergoda 81


__ADS_3

Beberapa undangan telah terbagi. Harun mengantarkan langsung kepada teman terdekatnya.


Pria berparas tampan nan teduh itu didampingi calon istri. Bukan tanpa alasan, Harun juga berniat untuk memperkenalkan wanita pujaannya.


"Sisa berapa?" tanya Arumi yang sudah duduk anteng di samping Harun.


"Satu," jawab pria itu seraya bersiap melajukan kendaraan. "Tapi yang terakhir ini, kita ketemunya di kafe sekaligus makan siang."


Arumi mengangguk.


"Capek, De?"


Dengan cepat wanita itu menggeleng. "Tidak, kok," elaknya.


Harun mengulum senyum. Jika diingat-ingat, memang Arumi jarang atau bahkan tidak pernah menolak permintaan walau hanya sekedar menemaninya seperti sekarang ini.


"De." Terdengar Harun memanggil.


"Ya."


Sesaat pria itu tampak menimbang-nimbang kata-kata yang hendak disampaikannya. Tatapannya lurus ke depan memerhatikan lalu lintas yang sedikit macet.


"Boleh Abang mengatakan sesuatu?"


Wanita itu mengerutkan kening. Kenapa juga Harun minta izin.


"Iya."


"Setelah nikah nanti, kita tinggal terpisah yah dengan yang lain. Kebetulan, Abang sudah menyiapkan rumah," jelasnya dengan hati-hati. "Kamin tidak keberatan, kan?"


Arumi terdiam sejenak. Namun sesaat sudut bibirnya tertarik ke atas. "Aku terserah Abang saja. Yang jelas ...." Arumi menggantung kalimatnya. Dia menelan ludah.


"Yang jelas apa?"


"A-aku akan ikut ... kemana pun Abang pergi." Pipinya merona merah. Dengan cepat dia memalingkan wajah.


Harun tersenyum. Dadanya berdebar bahagia mendengarkan. Deretan kata yang dikeluarkan calon istri membuatnya seakan berada di musim semi.


Sama halnya dengan Arumi. Wanita itu akan menjalankan kewajibannya dengan sepenuh hati setelah menikah dengan Harun. Lagi-lagi belajar dari masa lalunya.


"De. Ucapkan sekali lagi."

__ADS_1


Entah mengapa Harun sangat suka. Ditambah wajah Arumi yang selalu bersemu merah tersaji indah di depan. Sepertinya akan menjadi hobi barunya.


"Ih! Malu ...." tolaknya dengan suara manja.


Harun tertawa. Sumpah demi apapun, wanitanya sungguh sangat menggemaskan.


"Mau ikut kemana pun Abang pergi?"


"Hm," jawab Arumi. Tanpa melihat lawan bicaranya.


"Syukurlah sama."


"S-sama apanya?"


"Abang juga tidak yakin setelah menikah ... bisa berjauhan dengan Arumi Anggun."


*****


Harun memarkir kendaraan di area parkir kafe. Tempat yang telah disepakati untuk bertemu dengan temannya.


Pria berparas tampan nan teduh itu mendekatkan ponsel pada indra pendengaran.


"Hallo."


"Ini aku baru nyampe. Bentar lagi masuk."


"Oke. Aku tunggu di dalam."


Harun mengangguk meski orang tersebut tak melihatnya. Dia mengiyakan. Tak lama kemudian, sambungan telpon terputus.


Pria itu segera turun dari kendaraannya berniat untuk membuka pintu untuk Arumi. Namun secepat kilat wanita itu mendahului.


Keduanya tertawa.



"Lambat," ucap Harun. "Tugas Abang diambil alih."


Arumi menyengir.


"Yuk!" ajak Harun seraya menjajarkan dirinya dengan wanita cantik itu.

__ADS_1


Sebuah bangunan yang didominasi dengan warna hitam dan merah 'Danish Cafe'. Harun telah reservasi salah satu ruangan VIP yang ada di tempat tersebut.


Tiba-tiba perasaan Arumi tidak enak. Jantungnya mulai berpacu. Wanita cantik itu menghentikan langkah di depan pintu.


Duh! Kenapa begini?


Dia mencoba menenangkan dirinya yang tiba-tiba saja seperti sekarang.


"Kenapa?" tanya Harun.


Arumi menghela napas. "Tidak."


Harun mempersilahkan Arumi untuk melangkah terlebih dahulu sebelum dirinya.


*****


Akmal sedari tadi menunggu kedatangan teman baiknya. Hampir 20 menit dia duduk di sofa dalam ruangan dimana hanya ada dirinya sendiri.


Namun dirinya membunuh waktu dengan menatap sebuah akun sosial media mantan istrinya. Meski hanya menampakkan gambar dessert.


Beberapa hari yang lalu, dia menyambangi toko untuk memastikan. Dimana alamatnya didapatkan di Instagram.


Dan ternyata benar. Itu adalah milik seorang Arumi Anggun. Wanita yang amat sangat dirindukannya.


"Wanita hebatku."


Dua kata yang menjadi langganan mulut seorang Akmal Anggara Dinata. Melihat mantan istrinya yang mampu membangun usaha yang cukup diminati orang-orang.


Apa kabarmu?


Wajahmu pasti semakin cantik.


Namun disela lamunannya. Pintu terbuka dan ...


.


.


.


.

__ADS_1


.


Salam AAH♥️


__ADS_2