
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE COMMENT RATE DAN VOTE. DUKUNG TERGODA DENGAN CARA TERSEBUT.
IG : asriainunhasyim
Selamat membaca 😘
.
.
.
Arumi berangkat ke toko. Dia terlambat membuka tokonya akibat kedatangan tamu. Dari jarak jauh, Arumi sudah melihat Tika duduk di depan bangunan tersebut. Dia sedang berkutat dengan ponsel. Dagu yang bertumpu pada kedua lutut.
Arumi menyengir. Ada rasa bersalah pada dirinya yang membuat gadis hitam manis itu menunggu.
"Maaf, yah, Dek." Kalimat pembuka Arumi.
Tika menoleh. "Kak Rumi sibuk?"
Arumi menggeleng. "Tadi kedatangan tamu, jadi lambat." Wanita cantik itu tak menyebutkan siapa tamu tersebut. Dia hanya menghindari agar Tika tidak terus-menerus menggodanya.
"Oh iya, Kak. Dari tadi Tika juga sudah mengirim pesan. Tapi Kakak tidak membalasnya," jelas gadis hitam manis itu.
Arumi merogoh tas dan mengambil benda canggih miliknya. Arumi melihat layar ponsel dan ternyata banyak pesan yang masuk. "Maaf. Kakak baru lihat," ucapnya dengan nada penyesalan.
"Gak apa-apa, Kak." Tika bangkit dari duduk. Dia berjalan mendekati wanita cantik itu. "Kuncinya, Kak. Biar Tika yang buka."
Arumi mengangguk. Dia mengambil kunci dan memberikan kepada Tika.
*****
Sepulang dari rumah Arumi, dia mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar yang ada di kota tersebut.
Setelah memarkir kendaraan, Harun berjalan memasuki gedung. Dia menyambangi salah satu yang menyediakan perlengkapan shalat kaum hawa.
"Selamat datang, Pak. Ada yang bisa dibantu?"
tanya pramuniaga yang mengenakan hijab.
"Aku ingin mukenah terbaik yang ada di toko ini," jelas Harun.
__ADS_1
Pramuniaga tersebut memperlihatkan sesuai dengan permintaan Harun. Banyak warna dan motif. Pria itu semakin dibuat bingung. Ini juga baru pertama kalinya berbelanja seperti barang tersebut. Terlebih ini untuk seorang wanita.
"Mbak yang pilih." Harun meminta bantuan.
Pramuniaga menahan tawa. Kenapa dia yang disuruh memilih?
Wanita tersebut hanya memberikan 3 terbaik untuk mengurangi kebimbangan Harun. "Ini terbaik, Pak. Silahkan dipilih."
Di depannya, ada warna hitam, putih dan bermotif. Harun menipiskan bibir tampak berpikir. Namun selang beberapa detik, pilihannya jatuh pada mukenah berwarna putih. Tak lupa juga dia melengkapinya dengan sajadah.
Setelah semua selesai, Harun melakukan transaksi pembayaran.
*****
Arumi dan Tika sibuk melayani pelanggan. Hari ini, toko lumayan ramai. Wajar memang, karena weekend. Entah membeli untuk dirinya atau sebagai buah tangan mereka.
Saat semua sudah pergi, seorang berjaket orange datang. Dia membawa sebuah paper bag di tangannya. "Permisi!"
"Yah," jawab Arumi.
"Mbak Arumi ada?" tanya pria tersebut.
"Saya dari kurir cakep, Mbak. Saya mengantarkan paket untuk Mbak Arumi."
Arumi termangu mendengar penuturan pria di depan. Paket untuk dirinya? Apa tidak salah?
"Dari siapa?" keningnya berkerut.
"Dari seseorang, Mbak." Kurir tersebut tidak menyebutkan siapa pengirimnya. Dia menyerahkan paper bag. Segera berpamitan dan disambut anggukan oleh Arumi.
"Apa tuh, Kak?" Tika mendekati Arumi. Dia mempertanyakan.
Arumi menatap benda tersebut. Dia menelan ludah dan meraihnya. Pada saat dia mengeluarkan isinya tampaklah sebuah mukenah salah satu brand ternama lengkap dengan sajadah.
Arumi semakin tidak mengerti. Siapa yang memberikan untuknya?
"Wah! Dari siapa, Kak?"
Arumi mengedikkan bahu. Namun selang beberapa menit notifikasi pesan masuk di ponselnya. Arumi meraih dan membaca pesan tersebut 'Pakai, yah. Semoga itu bermanfaat untukmu'
Mata Arumi membulat ketika mengetahui itu dari siapa. Jantungnya kembali berdetak lebih kuat. Namun sesaat kemudian, senyum manis terbit dari bibirnya.
__ADS_1
Apakah dia telah tergoda dengan kepribadian orang tersebut? Yang tak disangka mengirimkannya paket perlengkapan ibadah. Didorong oleh keinginan kuat Arumi mengetikkan balasan 'Terima Kasih'
Arumi menggeleng dan menyimpan benda tersebut.
"Kakak sudah tahu siapa pengirimnya?" tanya Tika yang semakin penasaran.
Arumi mengangguk. "Iya. Kakak sudah tahu."
"Cowok atau cewek?" Sepertinya memang gadis hitam manis tersebut memiliki bakat untuk jadi wartawan.
"Cowok."
Jawaban Arumi membuat Tika membulat. "Apakah dia, anak ibu Ira?"
Arumi menelan ludah. Tebakannya tepat sasaran. Dia hanya terdiam, namun mengapa pipinya memanas menciptakan semburat merah. Sepertinya Arumi tak mampu menyembunyikan hal tersebut.
Spontan Tika berteriak "Yes! Yes!"
Arumi tak bisa menahan tawanya kala melihat tingkah gadis manis tersebut. Arumi yang dapat kiriman tapi dia yang kegirangan.
*****
Sepulangnya dari toko, Arumi memakai mukenah tersebut dan menatap pantulannya di cermin. Dia begitu anggun sesuai dengan namanya.
Ingatannya tertuju pada sosok berparas tampan nan teduh. Ucapannya menari-nari di kepalanya 'Mantapkan hatimu dalam do'a'
Harun ....
.
.
.
.
.
Salam
AAH♥️
__ADS_1