TERGODA

TERGODA
S2 Tergoda 73


__ADS_3

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE COMMENT RATE DAN VOTE 😉 Terus dukung TERGODA DENGAN CARA TERSEBUT 😁 YUK! ramai-ramai!


Follow : asriainunhasyim


Selamat membaca😘


.


.


.


.


Setelah makanan di depan tandas, mereka kembali mengobrol. Pembicaraan keduanya kembali mengalir begitu saja. Jika Harun diam Arumi yang memulainya dan jika Arumi terdiam Harun yang memulai.


"Arumi ... kamu nyaman tidak jalan sama aku?" tanya Harun. Dia ingin mendengar pendapat wanita di depannya.


Arumi mengangguk. "Nyaman, kok."


"Aku sangat jarang jalan sama cewek. Jadi kaku gini." Harun jujur sejujurnya kepada Arumi. Dia begitu terbuka.


"Masa iya? Tapi menurutku ... tidak juga," ucap Arumi sekenanya.


Harun tersenyum. "Jadi maksudnya aku asyik, yah?" Mata pria itu berbinar.


Pipi Arumi kembali memerah. "M-maksudnya ...." Sial dia tak mampu menjelaskan.


Harun tertawa kecil. Dia sangat paham. Sedangkan Arumi yang melihat itu hanya memanyunkan bibir.


"Pertama kali aku senekat ini untuk mendapatkan hati seorang wanita." Tiba-tiba wajah Harun berubah serius.

__ADS_1


Arumi terdiam menatap netra hitam pria itu. Dia mencari kebohongan yang terselip di dalamnya, namun tak menemukan. Harun berkata dengan jujur.


"Usiaku tidak muda lagi. Hampir kepala tiga. Aku tidak ingin menjalin hubungan semu."


Arumi menelan ludah mendengar itu. Hubungan semu yang dimaksud adalah pacaran seperti pasangan pada umumnya.


"Aku ingin segera membangun rumah tangga dengan wanita yang ku yakini bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak," harap pria itu. Wajahnya berubah sendu.


Arumi menunduk dan menipiskan bibir. Dia menautkan jemari satu sama lain. Membiarkan Harun berbicara.


"Arumi ...."


"Ya." Mata keduanya kembali bertemu.


"Kamu percaya sama aku?" tanya pria itu dengan nada yang begitu menyentuh.


Arumi terdiam. Matanya berkaca-kaca. Ingatan kembali menari-nari bersama masa lalunya. Dia pernah begitu percaya dan yakin kepada seseorang hingga tak sadar jika ia sedang dipermainkan.


Harun bisa melihat dan merasakan jika kegagalan yang pernah dialami wanita di depannya masih membekas dengan jelas.


"Aku pernah dikhianati karna percayaku," sambung Arumi. Tanpa diminta dia mulai menceritakan kenapa dirinya sampai seperti ini kepada Harun.


"Aku memberikan seluruh hatiku kepada seseorang, memberikan cinta dan kasihku. Namun ternyata ... aku kalah dengan wanita lain," jelasnya dengan getir.


"Maaf, jika aku mengingatkanmu dengan kenangan pahit itu." Harun merasa bersalah. Dia benar-benar tidak bermaksud mengarah ke situ.


Arumi menggeleng. Dengan cepat dia menghapus air matanya dan tersenyum. "Ini bukan salahmu. Aku hanya ingin kamu tahu mengapa percayaku sangat sulit," jelasnya.


Harun mengangguk dan terdiam.


"Ada apa?" tanya Arumi yang melihat raut wajah pria itu berubah.

__ADS_1


Harun menatap lekat wanita di depan. "Maaf karna aku juga cemburu."


Arumi termangu mendengar penuturan pria di depannya. Cemburu? Kenapa Harun cemburu?


"Aku cemburu dengan pria yang lebih dulu mengenalmu, yang lebih dulu kau cinta dan kau kasihi," terang Harun.


Tanpa sengaja mulut Arumi menganga. Dia tak berkedip sama sekali. Harun begitu gamblangnya menyatakan rasanya. Kenapa pria itu begitu jujur?


"Harun ...." suaranya hampir tidak terdengar.


"Iya ...."


"A-apa k-kau betul-betul ingin ...." Jantung Arumi berdetak hebat. Dia tak kuasa meneruskan kalimatnya.


"Menjadikanmu sebagai istriku. Menjadikanmu bagian dari hidupku. Menjadikanmu ibu dari anak-anakku. Melindungimu, mencintaimu dengan segenap jiwaku. Aku serius, demi Tuhan!"


DEG!


"Menikahlah denganku Arumi Anggun. Hapus dan lupakan masa lalumu. Terima aku dalam hidupmu. Jadikan aku satu-satunya pria yang kau kasihi."


.


.


.


.


.


Salam

__ADS_1


AAH💚


__ADS_2