TERGODA

TERGODA
Tergoda 46


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul dua belas malam. Debby masih menunggu suaminya pulang. Wanita hamil itu berada di ruang tamu. Wajahnya dipenuhi rasa khawatir.


Harusnya wanita itu telah berada di bawah selimut tidur dengan nyenyak. Mengingat kandungannya. Namun dia harus begadang menanti kepulangan Akmal. Sudah sebulan lebih pernikahannya, dan hampir setiap malam begitu.


Matanya mulai berkaca-kaca. Wanita itu mendudukkan dirinya di atas sofa. Tangannya terus saja memainkan ponsel entah menelpon atau mengirimkan pesan yang tak berbalas.


"Angkat, mas," gumamnya dengan suara yang bergetar.


Rumah yang dulu bersih kini tak lagi. Bagaimana mungkin, Debby tak pernah membersihkan. Dia tak sanggup bangun pagi karena terlampau begadang.


Debby ingin menyewa pembantu, tapi Akmal melarangnya dengan alasan sama yang Arumi berikan.


Berbeda dulu dengan Arumi. Berulang kali Akmal mencoba merayunya untuk menyewa asisten rumah tangga tapi wanita itu yang menolak.


Dua jam berlalu. Terdengar suara mobil berhenti yang ia yakini itu adalah suaminya. Wanita hamil itu pun beranjak dari tempat dan segera membuka pintu.


Penampilan Akmal begitu berantakan. Bau alkohol sangat menyeruak. Matanya memerah. "Arumi ...."


Satu nama yang selalu keluar dari mulut pria itu ketika berada di rumahnya dalam keadaan mabuk berat. Yah, kebiasaan pria itu bertambah. Dia sering mabuk-mabukan.


"Aku Debby, Mas, bukan Arumi ...." Hati wanita itu sakit sesakit sakitnya.


Akmal berjalan terhuyung-huyung ke depan. Ketika Debby mendekat, pria itu mendorongnya. "Jangan sentuh saya! Yang boleh menyentuh hanya Arumi!"


Debby terpentang ke belakang. beruntung dia tak sampai terjatuh. Wanita itu menangis sejadi-jadinya. Dia memegang perut.


"Arumi! Arumi dan Arumi!" Debby berteriak membuat Akmal menoleh ke belakang.


"Hei ... jangan berteriak! Atau aku akan membuangmu! tekan pria itu. Dia kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai atas. Akmal menutup pintu kamar dengan keras.


Debby menutup wajahnya. Akmal selalu menyebut nama Arumi. Membandingkannya dengan wanita itu. Apa yang dimiliki Arumi tak dimilikinya? Bahkan dari segi fisik dia lebih dari istri pertama Akmal.


Meskipun Debby telah membuang barang-barang Arumi tapi jejak ingatan Akmal akan wanita itu masih melekat di pikirannya. Seringkali Akmal mengigau dalam tidurnya memanggil-manggil nama sang mantan.


"Aargghhh!"

__ADS_1


Pernikahan yang diimpikan berbahagia ternyata tidak sama sekali. Bukan hanya perlakuan suaminya tapi masyarakat yang mengetahui dirinya.


*****


Debby diantar Akmal ke kantor. Dia memenuhi panggilan bosnya. Wanita itu turun dari mobil. Namun belum sampai dia masuk wanita itu telah dilempar hujatan.


"Pelakor datang!"


"Bidadari, kok, gituh!"


"Berbadan dua katanya ...."


"Hahaha ... ternyata tipenya suami orang."


Debby tak menghiraukan mulut-mulut pedas temannya. Dia berjalan terus. Namun di dalam juga sama. Lagi-lagi dia mendapat sindiran pedas.


"Eh! Bumil datang!" sorak teman sejawatnya.


Mata Debby mulai berkaca-kaca. Dia ditelanjangi tanpa henti.


"Berapa bulan, By?" tanya temannya dan tertawa terbahak-bahak.


"Kalau aku viral begitu ... mungkin tak berani lagi menampakkan wajah!"


Debby menahan agar air matanya tak sampai jatuh. Dia menarik napas dan melanjutkan langkah menuju ruangan bosnya.


Di dalam ruang tersebut dia disidang. Bukan maksud bosnya mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan, akan tetapi banyak masyarakat yang membawa nama perusahaan mengingat wanita itu meniti karir di tempat tersebut.


Alasan selanjutnya adalah dia sedang berbadan dua. Pekerjaan itu sungguh tak cocok dengan ibu hamil.


Debby hanya menelan ludah dan tak mampu berbuat apa-apa lagi. Dia menerima jika dirinya dikeluarkan dari pekerjaannya. Pekerjaan yang telah menghidupinya beberapa tahun terakhir ini.


Wanita itu keluar. Dia berjalan cepat menuju mobil.


"Ih jangan lari-lari bumil! Hahahah ...."

__ADS_1


"Awas jatoh!"


Sesampainya di dalam kendaraan tersebut dia menumpahkan tangisnya. Dia menenggelamkan wajahnya pada telapak tangan.


"Ada apa?" Akmal bertanya kepada sang istri.


"Hiks! Orang-orang menghinaku ...." ucapnya dengan tersedu-sedu.


Akmal hanya mampu menghela napas berat. Yah, dia juga sudah tahu mengenai berita yang tersebar.


Pria itu melajukan mobil meninggalkan tempat itu tersebut.


Pernah juga suatu hari dirinya keluar ke minimarket. Pada saat dia berjalan masuk tiba-tiba batu membentur kepalanya hingga mengeluarkan cairan merah.


Wanita itu menjerit. Dia tak tahu dari mana asal batu tersebut. Debby kembali ke mobil dan memegang kepalanya yang berdarah. Dia tahu orang-orang sengaja melakukan hal itu. Tapi dia tak mampu melawan. Debby hanya bisa menangis.


*****


Debby mengingat semuanya dengan perasaan teriris. Wanita itu Bangkit. Dia melangkah dengan pelan menuju kamarnya. Namun nahas, pintu terkunci.


Dia kembali sesegukan. Dirinya mengetuk-ngetuk pintu namun diabaikan. Bahkan tangannya sampai memerah karena berulang kali melakukan.


Debby mengalah. Dirinya tidur di kamar sebelah. Dia memeluk dirinya.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE COMMENT RATE DAN VOTE 😉

__ADS_1


Salam sayang


AAH♥️


__ADS_2