Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Hari Libur


__ADS_3

Selepas magrib Zahra dan teman-temannya asyik bercengkrama di teras rumah kos. Kali ini tidak nampak berjejer laptop dan tumpukan buku-buku seperti biasanya karena skripsi sudah kelar tinggal menunggu yudisium dan wisuda saja. Hari itu juga hari kamis, giliran Zahra libur kerja di cafe.


"Hei Za, gimana ceritanya kemaren, kamu sama bos mu itu?" tanya Nella.


"Hem ceritanya panjang Nel? singkatnya mas Reyhan ngumumin kalo aku ini calon istrinya, tau nggak sih ternyata Reyhan sama Vino itu saudaraan parahnya dua-duanya ngejar-ngejar aku?"


"Ah masak?" jawab Nella dan Keyla bersamaan.


"Trus kamu milih siapa?" tanya Nella


"Hemm, bingung?" balas Zahra sambil menghela nafas panjang.


"Dua- duanya ganteng, cuma beda sifat saja, tapi Vino dari dulu suka sama kamu, meskipun kalian kalo ketemu kayak kucing ama tikus. Mending Mas Reyhan buat aku aja," ujar Keyla berkelakar.


"Hey hey,,tuh Radit mau di kemanain, baru jadian mau selingkuh lu, mending buat aku saja yang masih jomblo he he he?" sahut Nella.


"Apa? Jadi betulan jadian Keyla sama Radit?awas ya kok gak cerita kalian?" tanya Zahra sembari menggelitiki pinggang Keyla, membuat keyla terpingkal-pingkal.


"Kamu sih sibuk sama si bos ganteng mu itu?" jawab Keyla.


Nella terpaku melihat kearah gerbang. Kedua temannyapun ikut menoleh, seseorang datang mendekat, yang ternyata itu Reyhan. Reyhanpun menyapa mereka, " Hai semuanya."


Ia mencoba ramah, meskipun terlihat kaku.


"Hai?" jawab Keyla dan Nella genit. Zahra masih terbengong.


"Zahra, kamu tidak sibuk kan?Ayo kita nonton, kalian mau ikut?" tanya Reyhan.


"Mau-mau?" jawab Keyla dan Nella kegirangan.


" Maaf mas, saya sibuk, apa ini juga termasuk tugas tambahan, bukankah ini hari liburku?"jawab Zahra jual mahal.


" Tidak. Ya hitung-hitung ini bonuslah buat menghilangkan penat, balas Reyhan.


Reyhan menghela nafas panjang, lalu duduk di kursi, bersandar pada sandaran kursi serta mengangkat satu kakinya keatas kaki kirinya.


" Kalau kamu gak ikut, aku ajak kalian aja?" Lanjut Reyhan menunjuk kearah Nella dan Keyla.


"Ayo om, eh mas?" jawab Nella.


" Eh kalian tega ninggalin aku sendiri!" sahut Zahra.


"Makanya Za, ayo ikut, Refresing," ujar Keyla.


"Ya udah aku ikut, ini demi kalian ya"


Reyhan tersenyum simpul mendengar pernyataan Zahra.


Setelah berganti pakaian, mereka menuju mobil Reyhan. Namun ketika mau masuk mobil, tiba-tiba motor berhenti di depan mobil yang hendak mereka tumpangi.


"Eitz mau kemana kalian?" tanya Vino seraya melepas helm, dan turun dari motor.


" Mau nonton," jawab Reyhan.


"Wah ikut dong?" pinta Vino.

__ADS_1


"Ikut saja, kamu tinggal ikutin mobil ku, kamu kan bawa motor," jawab Reyhan.


"Gak asyik lah masak sendiri-sendiri, aku ikut naik mobil, biar sepeda motorku di sini," ujar Vino beralassn.


Reyhan tersenyum simpul, mencium gelagat Vino yang tak ingin membiarkannya dekat dengan Zahra.


Vino memarkirkan motor di parkiran rumah kos. Iapun duduk di samping kakaknya yang mengemudi, sedangkan Zahra, Nella dan Keyla duduk di kursi tengah.


Selama perjalanan mereka terdiam mendengarkan alunan musik pop. Vino menirukan menyanyi, sekali-kali Vino melirik ke arah Zahra dari kaca spion, begitu juga Reyhan. Nella dan Keyla menyadari hal itu, dan menggoda Zahra.


" Ciee, di rebutin dua pangeran nih," bisik Keyla.


" Cinta segitiga," sahut Nella.


" Hust!!" Zahra meminta kedua temannya berhenti menggodanya.


Sampailah mereka di sebuah mall di kota malang, mereka menuju bioskop yang terletak di lantai atas. Setelah membeli tiket Reyhan menghampiri Zahra dan kawan-kawannya. Mereka akan menonton Film horor yang merupakan ide dari Vino.


Kebetulan sekali Zahra duduk diantara Reyhan dan Vino.


Setiap adegan seram, Zahra, Keyla dan Nella berteriak.


Keyla dan Nella spontan berpelukan, sedangkan Zahra spontan memeluk Reyhan, membuat Vino cemburu. Iapun menyindir Reyhan dengan berkata, "Hemm, ada yang mencuri kesempatan nih?"


Zahra menyembunyikan muka di dada Reyhan, tangan Reyhan memukul kepala adiknya itu.


Ketika Zahra menyadari telah memeluk Reyhan, segera iapun menarik diri. Ia malu dan berkata, "Maaf!"


"Sini!" sahut Vino menggoda Zahra dengan menawarkan pelukan. Seketika itu kepalan tangan Zahra meninju Vino. Tangan lembut Zahra melayang kepipi Vino. Reyhan melihat hal itu, Ia jadi tertawa.


" Apa saja kak?"jawab Vino.


"Baso aja" pinta Nella


"Gimana Za?" tanya Reyhan.


"Aku ngikut aja mas?"


Akhirnya mereka keluar dari Mall, meluncur ke kedai baso yang terkenal di kota malang.


Mereka menunggu pesanan duduk di kursi meja yang sama.


"Kak, gimana kalo kita ajak karyawan cafe berlibur, istilahnya familly ghatering gitu " ujar Vino.


"Kamu atur saja, yang penting tidak hari libur dan week end karena di hari itu cafe selalu ramai pengunjung."


"Oke lah Bos! Kakakku ini gak mau rugi sama sekali," balas Vino


"Bisnis itu harus berfikir untung rugi juga." Sahut Reyhan.


Mendengar percakapan mereka, Nellapun antusias. Iapun bertanya pada Bos-Bos muda di depannya itu, "Ikut boleh nggak?"


Keyla gak mau kalah, mengangkat tangan dan berkata, "Aku juga ya?"


"Kalian semua boleh ikut," jawab Vino.

__ADS_1


Zahra hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum melihat kawan-kawannya itu.


Pesanan baso dan minumanpun datang mereka menikmati makanan. Tiba-tiba Reyhan tersedak kepedasan.


"Huk-Huks!"


Zahra yang duduk di sampingnya segera menyodorkan gelas berisi es jeruk. Reyhan pun meminumnya.


Vino tak mau kalah ia pun pura -pura terbatuk-batuk, berharap mendapat perlakuan yang sama dari Zahra. Namun Zahra menyadari kepura-puraan Vino. Zahra membalas dengan menyodorkan semangkuk sambal.


"Nih!"


"Jahat kamu Za?" Vino manyun, membuat, Zahra, Keyla, Nella dan Reyhan tertawa.


Dalam hati Vino bergumam,


Kali ini kakak menang banyak ya, lain kali jangan harap.


Selesai makan baso Reyhan mengantar Zahra dan kawan-kawannya kembali ke rumah kos. Teyhan berpamitan, "Oke, selamat istirahat kalian semua, dan Vino ayo pulang."


Vino hanya melambaikan tangan, dan berlalu menaiki motornya.


" Keyla aku tidur di kamarmu ya?" pinta Nella dengan merengek.


"Gak ah, habis nonton Film horor, ntar kamu ngompol lagi," jawab Keyla.


"Zahra?" kembali memelas meminta pada Zahra.


"Hem,,oke, tapi awas kalo ngompol ya!"


Akhirnya mereka bertiga tidur di kamar Zahra.


Kalau sudah berkumpul seperti itu mereka akan begadang, ngobrol sampai larut malam.


"Lulus kuliah ini kamu mau pulang ke Kediri Key?" tanya Zahra


"Iya dong," jawab Keyla


" Terus Radit gimana?"


"LDR dong?" jawab Nella dengan tertawa.


"Kamu Nell?"


"Ya pulkam dong ke Blitar, jawab Nella.


"Kalian jangan lupakan aku ya, meskipun sudah tidak bersama, kita harus tetap jalin komunikasi ya," pinta Zahra.


Merekapun berpelukan. Suasana menjadi sedih mengingat sebentar lagi mereka akan berpisah.


"Kamu sendiri bagaimana? masak lulus kuliah jadi Sarjana masih kerja jadi pelayan cafe?" tanya Keyla.


"Maunya sih aku usaha sendiri, paling nggak ya kerja di kantoran gitu, tapi gimana ya, cari kerjaan sepertinya tidak semudah yang kita bayangkan, di luaran sana banyak Sarjana yang nganggur. Mungkin sementara di cafe dulu, sambil nunggu lowongan pekerjaan."


Merekapun akhirnya terlelap dengan mimpi yang mereka bayangkan setelah lulus kuliah nanti.

__ADS_1


__ADS_2